Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Masa Perang, Sardjito Selamatkan Vaksin Cacar Melalui Kerbau

Masa Perang, Sardjito Selamatkan Vaksin Cacar Melalui Kerbau

JOGJA, BERNAS.ID- 7 November lalu, surat keputusan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Profesor Dr Sardjito telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, menyambut dengan rasa gembira karena pengajuan gelar pahlawan telah dilakukan sejak 2012 silam.

“Kami sudah mengajukan sejak tahun 2012 dan tahun ini, Presiden mengukuhkan Prof Sardjito dapat gelar. Tentu merasa bersyukur dan bangsa atas keputusan tersebut,” kata Rektor UGM Panut Mulyono usai mengikuti upacara memperingati hari pahlawan nasional yang berlangsung di stadion Mandalakrida Yogyakarta, Minggu (10/11).

Rektor Panut pun menceritakan kontribusi Sardjito dalam masa merebut kemerdekaan, misalnya membuat formula biskuit sebagai bekal bagi pejuang untuk bertempur. “Ia juga dikenal sebagai ilmuwan dan pejuang,  kontribusi yang paling monumental membuat formula biskuit dari kandungan gizi dan karbohidrat tinggi sehingga bisa menambah energi pejuang saat bertempur sangat bagus,” paparnya.

Lanjut tambahnya, Sardjito yang bergelar dokter ini juga dikenal sebagai penyelamat vaksin saat itu orang pertama yang menjadi Direktur Institut Pasteur, sebuah lembaga yang memproduksi vaksin dan obat-obatan untuk tentara dan masyarakat.

Saat peristiwa Bandung Lautan Api terjadi, lanjut Rektor Panut, Sardjito berusaha menyelamatkan vaksin cacar karena vaksin mernjadi aset penting dalam revolusi fisik. Agar vaksin ini tidak dirusak, ia menorehkan vaksin cacar ke dalam tubuh kerbau. Hewan itu pun digiring dari Bandung sampai ke Klaten. Setibanya di tujuan, kerbau disembelih, limpanya diambil, dan vaksin cacar diperoleh kembali. Vaksin itu pun bisa menyelamatkan tentara dan masyarakat. “Beliau membawa vaksin tidak dalam bentuk botol tapi ditaruh di tubuh kerbau,” ujarnya.

Diketahui, Prof Dr  M Sardjito lahir 13 Agustus 1889 di Desa Purwodadi, Magetan, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan studinya di Sekolah Rakyat ia melanjutkan ke STOVIA di Jakarta. Berkat ketekunan dan kepandaiannya, ia lulus dengan nilai terbaik dan mendapat beasiswa studi lanjut di Leiden. Gelar doktornya diraih di Leiden tahun 1923 setelah mempertahankan disertasi dengan topik penyakit-penyakit iklim panas.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Institut Pasteur Bandung, Rektor UGM selama 11 tahun serta Rektor Universitas Islam Indonesia pada tahun 1964-1970. Hasil penelitian Sardjito yang cukup terkenal antara lain Calcusol yang berguna untuk menghancurkan batu ginjal. (jat)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Lebih Lengkap

Trending

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali

Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali


Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi

Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi


Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan

Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru