Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Wayan Supadno : Jadi Pahlawan di Kampung Saja

Wayan Supadno : Jadi Pahlawan di Kampung Saja

YANG karena kehadirannya, bisa menjadi solusi konkret masalah riil pada masyarakat luas karena manfaatnya, atau multiplier effectnya luas dan jangka panjang, itulah manusia unggul, juga Pahlawan Indonesia kekinian.

Entah karena apa sebabnya, kata orang pintar itu akibat kurangnya manusia unggul, sehingga kampung tersebut lahannya banyak yang terlantar, bahan-bahan kebutuhan masyarakat didatangkan dari daerah lain, lambat laun sawahpun diubah jadi kawasan hunian dan industri, pemudanya banyak yang menganggur, yang berdampak pada menurunnya rasa aman masyarakat. Karena banyak yang mengatasnamakan putra daerah membentuk organisasi masyarakat jadilah pasukan pemungut liar.

Ada juga yang bekerja tapi sekedar jadi buruh pabrik, satpam, sopir dan makelar pembebasan lahan yang akan dibeli oleh pihak lain yang datangnya dari luar kampung tersebut. Sekalipun termasuk terpelajar hingga lulusan perguruan tinggi. Pelan, cepat dan pasti alih kepemilikan lahan ke pihak luar makin meluas. Pendapatan dari lahan makin sedikit berdampak pada pendapatan masyarakat makin rendah, daya belipun menurun drastis tak kompetitif dengan nilai inflasi.

Beda lagi dengan suasana kampung di daerah lain lagi. Katanya akibat dari banyaknya manusia unggul. Tapi kok sedikit yang sarjana, hanya banyak yang lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) lalu dikirim ke luar negeri Jepang, Tawan, Selandia Baru dan Australia. Saat pulang pada jadi pelaku usaha. Tak suka menabung, kalaupun menabung seperlunya saja. Dana sisa yang ditabung diinvestasikan, bahkan tak jarang mereka dapat fasilitas kredit bank karena nilai investasinya jauh di atas kemampuannya. Sangat menguntungkan, makanya bank banyak mendanainya.

Semua masyarakat sibuk, akibat terlalu padat kegiatan yang produktif. Ada saja, yang pasti kreatif sekali. Kalau istilah inovatif belum bisa dipakai di kampung tersebut. Mencari tenaga kerja terlalu sulit. Kalaupun ada harus mendatangkan dari daerah lain. Karena hampir semuanya jadi investor sekalipun kecil menengah, tapi jumlah jamak. Nilai harga tanah meningkat, akibat dari pendapatan hasil dari tanah di kampung tersebut makin sangat tinggi. Dampaknya lagi, perbedaan antara si kaya dan si miskin (rasio gini) tidak jomplang jauh.

Artinya, kedua fenomena ilustrasi di atas memang ada di masyarakat kita. Hanya masalahnya kita mau atau tidak dengan rendah hati berlapang dada jujur mengakuinya. Menimbang badan dan sambil bercermin, lalu diskusi dengan Sang Hati sendiri. Yang pasti Indonesia butuh Pahlawan kekinian di semua kampung. Pahlawannya adalah manusia unggul yang sebenarnya, yang bisa dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat yang butuh pekerjaan, agar daya beli meningkat, agar kualitas hidupnya meningkat, asupan gizi cukup, bisa memberdayakan alamnya lalu dapat nilai tambah dan seterusnya.

(Wayan Supadno, Praktisi Pertanian)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali

Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali


Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi

Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi


Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan

Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru