Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Menuju Kongres Kebudayaan Desa: Perspektif Ruang dalam Pemulihan Perekonomian Desa

Menuju Kongres Kebudayaan Desa: Perspektif Ruang dalam Pemulihan Perekonomian Desa

Bernas.id - Sebuah perspektif menarik disampaikan oleh Bapak Rudy Suryanto, founder Bumdes.id, bahwa perekonomian desa dalam tata kenormalan baru seharusnya sudah mulai mengarah kepada pemulihan dan bukan hanya sekadar mengeluarkan kebijakan-kebijakan jangka pendek yang reaktif saja. Dampak akibat pandemi Covid19 ini tidak sama antara kota dan desa, sehingga perspektif ruang desa akan berbeda dengan ruang kota. 

Dari data penyebaran yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19, hanya 1.5% dari pasien yang tertular virus corona berdomisili di desa. Walau tingkat orang dalam pengawasan (ODP) di desa tinggi, tetapi pertumbuhan angka yang teridentifikasi positif tidak sebesar di perkotaan. Hal ini tentu membuktikan bahwa sebenarnya desa lebih tanggap dalam penyebaran Covid19.

Namun di lain sisi, dampak dari pandemi ini membuat dua permasalahan baru di desa. Kurang lebih delapan ratus ribu orang terpaksa pulang kampung atau mengalami involuntary migration karena mengalami pemutusan hubungan kerja dari pekerjaannya di kota. Desa pun mengalami potensi kenaikan penduduk miskin hampir mencapai 3.5 juta, yang mayoritas bersemayam di desa. 

Menurut Bapak Rudy, Kementerian Desa sudah melakukan langkah penanganan jangka pendek dengan menerapkan Padat Karya Tunai dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang disalurkan ke desa. Namun, ini hanya solusi jangka pendek, sementara sekarang harus sudah mulai pemulihan ekonomi dengan menggerakkan produksi di desa. Saat bulan Juli hingga September 2020 nanti terdapat pelonggaran pembatasan di masa kenormalan baru, maka harus diperhatikan tentang apa sebenarnya yang menjadi produk unggulan desa. Ekonomi desa harus digerakkan dengan memperhatikan kenormalan baru seperti menjaga higienitas dan jarak tatap muka. 

Beberapa desa ternyata berhasil bertahan di masa pandemi ini. Bagaimana kesiapan dan strategi desa tersebut hingga tetap bisa berproduksi dan menghasilkan? Bapak Rudy Suryanto akan memaparkan kesiapan dan strategi desa-desa tersebut di Webinar Kongres Kebudayaan Desa Seri 2: Ekonomi Berkeadilan, Perekonomian Desa dalam Tatanan Indonesia Baru pada Rabu, 1 Juli 2020 pukul 13.00 - 16.00. 

Narasumber lain seperti Prof. Ahmad Erani Yustika (Guru Besar FEB Univ Brawijaya), Dr. Francis Wahono (FE Universitas Sarjanwiyata), Dr. Rimawan Pradiptyo, Ph.D (FEB UGM), dan Dewi Hutabarat (Koperasi KOBETA) akan memberikan persepsi dan solusi tentang perekonomian desa. Peserta hanya dibatasi 500-1000 saja akan mendapatkan penjelasan komprehensif tentang bagaimana membuat desa bertahan di masa pandemi ini.


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru