Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Kongres Kebudayaan Desa: Hadapi New Normal Tidak Hanya Secara Teknis, Tetapi Juga Secara Subtansif

Kongres Kebudayaan Desa: Hadapi New Normal Tidak Hanya Secara Teknis, Tetapi Juga Secara Subtansif

Bernas.id – Pandemi Covid-19 meskipun belum mereda, tetapi Pemerintahan Indonesia tengah mempersiapkan pola tatanan hidup baru atau disebut New Normal. Perlahan-lahan kebijakan ini diberlakukan mulai di daerah berstatus zona hijau, yang mana daerah tersebut memiliki potensi penularan covid-19 yang rendah.

Perubahan perilaku sosial serta teknisi dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, tak terkecuali wilayah desa. Desa merupakan sumbu peradaban kehidupan, di samping kebudayaan dan keagamaan. Sejauh ini desa dinilai mampu bertahan di tengah wabah Corona yang telah menghilangkan ribuan jiwa di seluruh Indonesia. Oleh sebab itulah perlu rancangan atau rumusan terkait diberlakukannya New Normal di desa guna mempertahankan serta meningkatkan potensi serta produktifitas di desa.

Kongres kebudayaan Desa (KKD) adalah upaya untuk merumuskan gagasan tatanan Indonesia baru yang berasal dari alam pikiran nusantara, alam pikiran desa. Agar kenormalan baru atau New Normal tidak hanya dimaknai secara teknis yaitu berupa protokol perilaku hidup sehat seperti memakai masker, sering cuci tangan memakai sabun, serta menjaga jarak. Namun juga harus dimaknai secara substansif dengan menyusun ulang tatanan hidup dalam berdesa, berbangsa, dan bernegara. Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Wahyudi Anggoro Hadi selaku Kepala Desa Panggungharjo, secara tertulis kepada tim redaksi bernas.id (28/06)

Kongres Kebudayaan Desa yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-10 Juli 2020 ini merupakan gagasan dari Sanggar Inovasi Desa yang didirikan oleh Pemerintah Desa Panggungharjo yang kemudian didukung oleh Kementerian Desa PDTT dan KPK.

Rangkaian KKD terdiri dari beberapa program. Yang pertama adalah riset yang dilakukan dalam rangka untuk memahami situasi yang dihadapi oleh warga desa selama pandemi sekaligus mencoba untuk menangkap imjinasi warga desa atas masa depan kehidupan berdesa, berbangsa, dan bernegara.

Yang kedua yaitu 18 serial webinar yang mendiskusikan kebudayaan dari 18 aspek yang terdiri mulai dari: ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan, ketertiban, pemuda, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,keluarga, data krasi, politik dan hukum, media, tata ruang desa dan infrastruktur lingkungan permukiman, kedaulatan pangan dan lingkungan hidup, kebudayaan, agama. Webinar atau seminar online ini akan mengundang 90 narasumber dari berbagai ruang aktivis, seperti akademisi, birokrat, teknokrat, para warga desa, serta pemerhati dan pendamping desa.

Yang ketiga yaitu kegiatan Call for Paper yang mana ditujukan untuk apabila gagasan warga desa, akademisi, birokrat, teknokrat, pemerhati dan pendamping desa yang tidak atau belum cukup terwadahi dalam serial webinar tersebut.

Menyusun gagasan atas tatanan Indonesia baru sebagai tujuan dari kegiatan ini, di samping mendiskusikan kebudayaan dalam 18 aspek tersebut. Tananan Indonesia baru ini melibatkan perspektif masyarakat adat, sehingga untuk mewadahi masyarakat ataupun desa adat tersebut, diselenggarakan satu rangkaian kegiatan Festival Kebudayaan Desa  Nusantara sebagai apresiasi sekaligus rekognisi atas keberadaan masyarakat adat maupun desa adat yang tersebar di 19 sub kultur meliputi masyarakat di Aceh, Gayo, Minang, Mentawai, Melayu, Sunda, Jawa-Madura, Bali Lombok, Timor, Papua, Bugis, Toraja, Ternate, Ambon, Maluku dan Kalimantan.

Gagasan-gagasan yang lahir dari beberapa kegiatan tersebut kemudian dirumuskan dan disusun sebagai ‘Tatanan Indonesia Baru’ sebagai basis nilai dalam relasi berdesa, berbangsa di masa New Normal dan masa depan. Di mana Tatanan Baru yang lahir dari khasanah pikiran desa inilah yang akan dituliskan sebagi buku putih ‘Tatanan Indonesia Baru’ dan akan dideklarasikan pada tanggal 15 Agustus 2020 di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia sekaligus sebagai penutupan rangkaian kegiatan Kongres kebudayaan Desa.

Untuk itu jangan lewatkan webinar atau seminar online ini yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-10 Juli 2020 melalui Zoom dan Live Steaming di kanal Youtube.


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru