close

Adaptasi dan Pemulihan

Adaptasi dan Pemulihan

Pandemi Covid-19 ini memang extra ordinary disaster.

Ia berukuran mikro, tak tampak kasat mata, namun mampu mengguncang peradaban manusia secara global.

Hampir semua aspek kehidupan manusia terdampak dengan adanya pandemi, dari kesehatan, ekonomi, sosial, budaya bahkan juga membawa dampak yang cukup signifikan pada geo-politik dan hubungan internasional. Merujuk pada situs Worldometer, sampai dengan tulisan ini dibuat, kasus positif Covid-19 telah mencapai angka 11.410.447 orang dari seluruh penjuru dunia dengan angka kematian mencapai 534.164 jiwa dan total yang sembuh 6.458.909 orang.

Ekonomi global juga terhantam parah. Harga saham yang anjlok, nilai tukar uang dan harga-harga komoditas yang tidak menentu, memaksa otoritas keuangan global maupun di setiap negara harus bekerja ektra keras untuk mempertahankan pondasi ekonomi dengan berbagai kebijakan fiskal dan paket stimulus ekonomi, tak terkecuali dengan Indonesia. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, tanggal 1 Juli kemarin, bahwa pandemi telah mengakibatkan penurunan nilai konsumsi di Indonesia sampai dengan 60%, menurunnya investasi dan juga melemahnya angka ekspor karena penurunan permintaan dari negara-negara tujuan ekspor.

Pemerintah telah menetapkan kebijakan terbaru untuk mulai mempersiapkan geliat perekonomian dengan menerbitkan Perpres No 72 tahun 2020 sebagai payung hukum relokasi besar-besaran anggaran negara sebesar 695,2 Triliyun Rupiah untuk penanganan kesehatan, perlindungan sosial, serta untuk dukungan UMKM, dunia usaha, dan Pemda. Kesehatan masih menjadi prioritas utama saat ini, namun upaya pemulihan ekonomi juga harus segera dijalankan. Dengan kata lain, kita harus tetap produktif tanpa meninggalkan keamanan untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat secara luas.

Aktivitas produktif, baik sebagai karyawan ataupun sebagai pelaku usaha memang tidak mungkin terlalu lama dibatasi, kecuali pemerintah kita mampu menanggung biaya hidup selama pembatasan tersebut. Untuk saat ini beberapa wilayah dinyatakan aman dan sudah diperbolehkan untuk membuka katup-katup kegiatan ekonomi produktif secara bertahap dengan persyaratan menjalankan protokol kesehatan. 

Inilah langkah lanjut menuju New Normal, yaitu tata kehidupan baru yang menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pandemi. Jika Anda ingin kembali membuka bisnis, maka Anda harus melakukan adaptasi dengan ketentuan yang diatur pemerintah, dengan kebutuhan dan kenyamanan konsumen, dan tentu saja dengan arah perubahan yang terjadi dalam masyarakat ataupun pasar bagi bisnis kita. Contoh saja, pemerintah sudah mengijinkan beroperasinya destinasi bagi wisatawan domestik dan segera membuka untuk wisatawan mancanegara dimulai dari Bali dan Sulawesi Utara. Adaptasi harus dilakukan oleh semua yang terlibat dalam rantai nilai klaster pariwsata ini, dari mulai strategi promosinya, transportasi, penginapan, sampai dengan manajemen destinasi harus memiliki mindset sama untuk senantiasa mengutamakan kesehatan dan keamanan.

Suatu saat, semua akan pulih, bukan kembali seperti sedia kala namun pemulihan menuju tatanan dan cara hidup yang baru (New Normal).

Cahyadi Joko Sukmono
Pemimpin Redaksi 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru