Gus Hilmy Muhammad Dalam KKD Seri 9: Religiusitas Desa Mampu Mewarnai Tata Kehidupan Sosial Saat Pandemi

Bernas.id – Indonesia adalah negara yang memiliki beberapa agama. Keberagaman agama tidak membuat warga Indonesia terpecah, mereka bisa hidup berdampingan meskipun menganut agama yang berbeda. Ajaran agama tidak terlepas dari kehidupan sosial manusia. Agama dijadikan panutan serta pedoman untuk menentukan arah kehidupan.

Saat pandemi Covid-19 aktivitas keagamaan di dunia juga terdampak. Kasus terkait penutupan gereja yang terjadi di Korea dan Amerika. Juga penutupan Kota Makkah sehingga meniadakan ibadah umroh dan haji bagi muslim. Belum lagi WHO yang mengeluarkan maklumat terkait PSBB yang melarang orang terkumpul di satu tempat yang menyebabkan kegiatan keagamaan dilakukan di rumah masing-masing.

Agama merupakan satu lembaga institusi tua, bahkan sebelum negara ini ada. Keberadaan agama menjadi bimbingan praktis hubungan dengan Tuhan serta hubungan antar sesama manusia. Agama berperan penting mendampingi manusia dan pemerintah tidak bisa meninggalkan agama untuk kemaslahatan bersama.

Kongres Kebudayaan Desa seri 9 membahas tema “Agama: Dari Ritus ke Substansi (Transformasi Peran Agama dalam Mengawasi Tatanan Nilai Indonesia Baru). Enam narasumber yang mengisi webinar kali ini, salah satunya adalah Gus Hilmy Muhammad, anggota DPR RI, dengan seorang moderator yaitu Kyai Jadul Maula (Sanggar Kaliopak).

Di awal sambutannya Gus Hilmy mengatakan bahwa kondisi pandemi ini mengajarkan manusia untuk hidup bersama, berdampingan, bekerja sama, serta gotong royong sesuai dengan tatatan yang berlaku di masyarakat. Desa dengan kesetiakawanan dan persatuan mampu bertahan sedemikian rupa di tengah kemiskinan yang menimpa. Religiusitas yang dimiliki warga desa memberi warna kehidupan sosial yang menjadikan mereka bertahan. Seperti halnya yang tertuang dalam Al-quran, “Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur.” Yang menggambarknan suatu negara yang menjadi dambaan, seimbang kebaikan jasmani dan rohaninya. “Agama sesungguhnya telah membuktikan diri–survive, sebagai sistem nilai pokok dan teruji dalam peradaban manusia selama ini,” ungkap Gus Hilmy.

Agama adalah pranata yang diciptakan oleh Sang Pencipta agar manusia bisa hidup berdampingan dengan damai. Maka dari itu Nabi, para ulama, sebagai penyambung 'Lidah langit ke bumi' menjadi jembatan wahyu kepada seluruh umat di bumi.

Disebutkan oleh Gus Hilmy bahwa tokoh agama merupakan budayawan, karena mereka menerjemahkan bahasa wahyu dalam rangka memberikan pemahaman ajaran kepada manusia sehingga menciptakan manusia yang berakhlak.

Termasuk tugas pemuka agama memahamkan masyarakat terkait pandemi bahwa agama merupakan tuntunan dan pedoman, harus diejawantahkan dalam kehidupan, meskipun dalam kondisi kekurangan dan kemiskinan. Dalam artian ini manusia dituntut agar tetap bersyukur menghadapi kondisi tersebut.

Seperti halnya isu di tengah masyarakat bahwa jenazah pasien positif Corona tidak melalui proses pemakaman, seperti biasanya yang mendapat penghormatan terakhir, dan ini menjadi pro-kontra di antara beberapa pihak. Tidak hanya itu, jika dalam Islam budaya bersalaman saat ini dilarang seperti halnya saat perayaan Idul Fitri kemarin. Tidak ada silaturahmi, tidak ada salaman. “Kalau dalam Islam, ini merupakan syariat baru,” kata Gus Hilmy.

Terakhir Gus Hilmy menekankan bahwa agama menerima perubahan budaya di atas. Bahkan agama pun mengajarkan untuk meninggalkan pada sesuatu yang mengandung unsur mengancam keselamatan dan kesehatan. Sebagai manusia harus bisa memilih antara mana yang baik dan buruk. Artinya kegiatan mana yang boleh ditinggalkan dan mana yang tidak. Karena agama memberikan pedoman terhadap kehidupan manusia. Sebagai manusia tinggal menjalaninya.


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul

Rumah Cantik 300 Jutaan - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Cantik di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Pertumbuhan Ekonomi Baru dan Jalur Bandara NYIA

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up