Pemutar Gagang Pintu Ini Bisa Cegah Penyebaran Corona

SLEMAN, BERNAS.ID- Setiap hari, kita pasti melakukan aktivitas membuka dan menutup pintu dengan gagang pintu. Ada gagang pintu yang diputar saat membuka dan menutup pintu, tapi ada gagang pintu yang didorong untuk membuka pintu.

Nah, gagang pintu yang dibuka dengan memegang menggunakan telapak tangan, memungkinkan terjadinya penularan virus Corona. 

“Berbagai upaya dilakukan untuk menghindari penyebaran bakteri, virus, dan racun melalui pemakaian gagang pintu yang dibuka dan ditutup menggunakan telapak tangan. Telapak tangan merupakan organ yang bisa menyalurkan bakteri, virus dan racun ke mulut, hidung, mata, telinga dan organ tubuh lain karena tangan bertindak sebagai pemegang dari organ-organ tubuh tersebut,”papar Ketua Tim Peneliti Centre for Innovation of Medical Equipments and Devices (CIMEDs) Fakultas Teknik UGM, Dr Suyitno, ST, MSc, Rabu (8/7).

Menurut Dr Suyitno, telapak tangan bisa menyalurkan bakteri, virus dan racun kepada orang lain melalui benda-benda yang dipegang dan dipakai orang lain. Dengan begitu maka cara paling sederhana untuk menghindari penyaluran bakteri, virus dan racun melalui media gagang pintu adalah dengan mencuci tangan sebelum membuka pintu. Namun, gagang pintu yang dipakai pada fasilitas umum tidak selamanya bisa dikontrol pemakainya dengan mencuci tangan. 

Untuk mengatasi masalah tersebut maka CIMEDs mengembangkan alat tambahan pada gagang pintu yang menjadikan gagang pintu bisa dibuka dan ditutup dengan lengan, siku lengan, dan telapak kaki.“Maka kemungkinan penyaluran bakteri, virus dan racun melalui telapak tangan bisa dihindari,” kata Dr Suyitno.

Kelebihan dari invensi ini adalah bisa dipasang pada pintu dengan berbagai macam gagang pintu tanpa memodifikasi pintu dan gagang pintu. Kemungkinan lengan, siku lengan dan telapak kaki menyentuh organ tubuh lain dari pemiliknya atau menyentuh organ tubuh orang lain sangat kecil. Dengan demikian alat tambahan ini akan menghindari terjadinya penyebaran bakteri, virus dan racun. 

Dr Suyitno menjelaskan alat yang dikembangkan ini terdiri dari empat jenis, yaitu pendorong dan penarik pintu dengan lengan dan siku lengan, pendorong dan penarik pintu dengan telapak kaki, pemutar gagang pintu dengan lengan dan siku lengan, serta pemutar gagang pintu dengan telapak kaki. Pemutar gagang pintu dengan lengan dan siku lengan telah didaftarkan paten dengan nomer pendaftaran P00202004526. Sedangkan pemutar gagang pintu dengan telapak kaki juga sudah terdaftar paten dengan nomer pendaftaran P00202004528.

“Tentu sangat bermanfaat untuk pintu-pintu fasilitas umum yang kemungkinan dibuka dan ditutup oleh banyak orang, seperti pintu kantor, pintu restoran, pintu terminal, pintu stasiun, pintu ATM, pintu toilet umum,”urainya.

Alat ini saat ini sudah diproduksi dengan bahan paduan aluminium. Paduan aluminium dipilih karena Covid-19 mampu bertahan hidup paling pendek pada permukaan aluminium dibanding pada material lain. Fakta ini diungkap dalam kajian yang dilakukan oleh Kampf dan kawan-kawan pada tahun 2020 dan dipublikasikan dalam Journal of Hospital Infection, yang diterbitkan oleh Elsevier. (jat)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul

Rumah Cantik 300 Jutaan - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Cantik di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Pertumbuhan Ekonomi Baru dan Jalur Bandara NYIA

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up