Kajian Pemulihan Pariwisata Di DIY

YOGYA, BERNAS.ID - Guna mendukung Pemda DIY dalam pemulihan ekonomi daerah, Bank Indonesia DIY menyusun kajian “Strategi Pemulihan Pariwisata DIY New Normal”, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY dan Pusat Studi Ekonomi dan Industri Skala Kecil, UPN Veteran. Selain untuk menganalisis dampak pandemi COVID-19 bagi sektor pariwisata DIY, hasil kajian dimaksud juga digunakan untuk mapping preferensi wisatawan berwisata di DIY dan menyusun strategi percepatan pemulihan di masa dan pasca pandemi COVID-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Daerah Istimewa Yogyakarta Hilman Tisnawan
menjelaskan, hasil kajian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan preferensi wisatawan terhadap pariwisata di DIY. Pada fase new normal, wisatawan lebih mengutamakan faktor higienitas baik pada akomodasi, tempat wisata dan amenitasnya, serta tempat kuliner.

"Selain itu, wisatawan juga menjadi lebih selektif dan mementingkan atraksi yang berkualitas dan amenitas yang lengkap. Dengan melihat perubahan preferensi tersebut dan jika bercermin pada kondisi sebelum COVID-19, terdapat gap di industri pariwisata DIY yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki demi memenuhi kebutuhan wisatawan dan menciptakan pariwisata DIY yang resilient, competitive dan inclusive," ungkap Hilman lewat keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2020).

Menurutnya, kondisi pandemi COVID-19 membuat pemulihan pariwisata DIY tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Oleh sebab itu, dibutuhkan kolaborasi lintas Instansi untuk mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata DIY dan adaptasi menuju pariwisata DIY new normal.  Dalam upaya tersebut Bank Indonesia DIY bersama dengan Pemda DIY – Dinas Pariwisata DIY, dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY berkolaborasi dan bersinergi program untuk mendorong percepatan pemulihan pariwisata DIY.

"Bank Indonesia DIY menyebut program tersebut SIWIGNYO -  Sinergi Pariwisata Ngayogyakarta," ungkapnya.

Ia memaparkan, dalam framework-nya program dibagi dalam 3 key strategies; adjustment strategy yaitu repositioning strategy menuju pariwisata new normal, acceleration strategy untuk mempercepat upaya pemulihan pariwisata, dan adaptation strategy untuk beradaptasi dan menjaga pariwisata DIY lebih sustainable. Masing-masing key strategies terdiri dari berbagai program, antara lain; penyusunan kajian pariwisata, pelatihan pariwisata online, penyusunan SOP Kesehatan bidang pariwisata dan sosialisasinya, membangun aplikasi pariwisata, akselerasi QRIS, promosi pariwisata DIY new normal, dan lain-lain.

"Selain dari pada program tersebut, BI DIY juga mendukung pengkondisian Destinasi Wisata menuju new normal melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI)," jelasnya. (den)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul

Rumah Cantik 300 Jutaan - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Cantik di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Pertumbuhan Ekonomi Baru dan Jalur Bandara NYIA

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up