close

MASUK SEKOLAH LAGI

MASUK SEKOLAH LAGI

Tidak sedikit siswa atau orang tua siswa yang masih bertanya-tanya kapankah anak-anak harus masuk sekolah lagi dalam situasi pandemi covid-19 yang belum usai ini.

Kemendikbud telah mengeluarkan kebijakan yang menetapkan bahwa tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai pada tanggal 13 Juli 2020 ini. Namun kebijakan ini bukan berarti siswa sudah harus masuk kembali ke sekolah. Mas Menteri sendiri sudah menegaskan dalam pernyataan publik yang dipublikasikan melalui youtube resmi kemendikbud TV Edukasi News bahwa 94% peserta didik masih dalam zona merah, oranye dan kuning sehingga meskipun tahun ajaran sudah dimulai pada Juli ini, mereka tidak diperkenankan melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka langsung.

Lebih lanjut kementerian pendidikan dan kebudayaan telah mengeluarkan panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa Covid-19 yang disusun bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana[[ (BNPB), dan Komisi X DPR RI.

Dalam panduan tersebut mengatur bahwa 6% wilayah yang masuk kategori zona hijau sudah diperbolehkan menyelenggarakan pertemuan tatap muka, sementara yang lain harus menyelenggarakan kegiatan belajar dengan sistem jarak jauh (daring). Ikatan Guru Indonesia sendiri sudah mengajukan usulan dimulainya tahun ajaran baru pada Januari 2021 dengan argumentasi untuk menyiapkan tenaga pendidik dengan kebiasaan hidup baru (new normal) selain alasan masih banyaknya orang tua yang keberatan anaknya masuk sekolah dalam situasi pandemi yang belum aman.

Inilah adaptasi yang memang harus dilakukan oleh semua pihak dengan adanya momentum pandemi ini.

Apresiasi patut kita berikan kepada kementerian yang telah mengambil kebijakan tegas terkait penentuan awal tahun ajaran baru. Begitu juga secara tegas menyatakan bahwa hanya sekolah dalam zona hijau saja yang boleh menyelenggarakan KBM secara tatap muka langsung dengan panduan protokol kesehatan. Namun sayangnya masih menyisakan kegamangan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah, penyelenggara pendidikan, siswa, dan orang tua di zona merah, oranye dan kuning.

Karakter pandemi yang belum bisa dengan pasti ditentukan kapan benar-benar berakhir ini menghadirkan beragam respon dan kesiapan dari orang tua wali murid. Sudah hampir 4 bulan terakhir anak-anak bersekolah secara daring. Tidak semua orang tua maupun siswa dapat mengikuti karena berbagai alasan, antara lain karena faktor teknis tidak adanya perlengkapan yang mendukung pembelajaran daring. Selain itu banyak juga orang tua yang mengeluhkan kurang efektifnya sistem pembelajaran daring dikarenakan tidak semua guru siap dan kompeten untuk mengajar tanpa bertatap langsung dengan anak didik. Apalagi untuk beberapa kalangan kegiatan belajar mengajar secara daring ikut mempengaruhi ritme kerja orang tuanya, karena harus menggunakan perlengkapan komunikasi milik orang tua sehingga tentu saja saat proses daring orang tua kesulitan untuk bekerja di luar rumah.

Bagi sebagian orang tua yang lain masih menginginkan tahun ajaran baru ini dilakukan dengan daring dari rumah. Selain mungkin karena tidak mengalami kesulitan teknis, mereka butuh memastikan keamanan dan kesehatan anak-anaknya dari resiko tertular pandemi ini.

Dari kejadian ini kita dapat mengambil banyak hikmah.

Pertama, pandemi dan dampaknya ini mau tidak mau, siap tidak siap, suka tidak suka memaksa orang untuk berubah, setidaknya meningkatkan kompetensi digital dan aktivitas berbasis daring, baik untuk guru, murid, maupun orang tua. 

Kedua, bahwa pendidikan perlu segera dilakukan adaptasi dan perubahan mengikuti perkembangan dan kebutuhan. Pandemi ini membuka peluang untuk mereformasi sistem pendidikan dan juga metode pembelajaran anak yang lebih merdeka, menyesuaikan bakat dan minat anak didik.



 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru