close

Wakil Wali Kota Pasha Pakai Seragam Dinas Tapi Rambut Pirang, Mendagri Angkat Bicara

Wakil Wali Kota Pasha Pakai Seragam Dinas Tapi Rambut Pirang, Mendagri Angkat Bicara

BERNAS.ID - Baru-baru ini Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu menggegerkan warganet karena penampilan rambut pirangnya. Saat itu, ia memakai seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi dengan gaya rambut yang dicat pirang. Hal ini diketahui dari unggahannya di Instagram miliknya @pashaungu_vm. 

Tak sedikit warganet yang mengkritik gaya rambut pirang Pasha mengingat statusnya sebagai pejabat publik. Meski begitu, sesuai Pasal 123 ayat (3) UU ASN, jabatan kepala daerah termasuk wakil wali kota sebenarnya bukanlah kategori PNS. Apakah mengecat rambut yang dilakukan Pasha melanggar aturan? 

Informasi yang dihimpun Bernas.Id, Sabtu (1/8/2020), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada awal tahun melarang mewarnai rambut kecuali warna rambut atau hitam. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun telah menerbitkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Pada pasal 24 Permendagri, poin b menjelaskan bahwa rambut dipotong pendek rapi dan sesuai etika bagi pria. Sedangkan, pada poin c, "Tidak mewarnai rambut yang mencolok". Larangan mengecat rambut warna-warni juga dilarang bagi PNS wanita di Kemendagri. Mendagri Tito Karnavian pun angkat bicara terkait viralnya gaya rambut Pasha tersebut. Meskipun belum ada aturannya tetapi sebagai pejabat diharapkan bisa memberikan teladan etika.

"Sebaiknya pejabat negara memberikan contoh etika yang baik. Dan bertindak negarawan, negarawan itu bisa dalam hal penampilan," terang Mendagri Tito, Jumat (31/7/2020) kemarin, dikutip Bernas.Id. 

Mendagri menyadari bahwa Pasha memiliki latar belakang dari dunia seni tetapi saat ini sebagai birokrat juga. Ia pun berharap, Pasha bisa menempatkan diri apalagi saat ini menjadi contoh bagi masyarakat yang dipimpinnya. 

"Tapi beliau harus bisa menempatkan antara seniman dan birokrat yang memiliki kode etik, kultur tersendiri, sebagai birokrat," tegas Mendagri Tito Karnavian. (mta)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru