Mata Luka Jugun Ianfu

Penulis : Heru Sang Amurwabumi
Editor : Sabila J. Firda
16 Agustus 2020

Ilustrasi dari lukisan Kitab Visual Ianfu


Bernas.id - Dalam sebuah kecamuk badai kebimbangan, perempuan itu mematung di depan gerbang gedung interniran yang lebih pantas disebut kompleks pelacuran. Ia berhitung satu demi satu butir-butir angka menuju tiga belas, tanggal di mana ia dicampakkan serupa sepah tebu. Pada hitungan terakhir, ia yakin akan menjumpai pilihan tempat untuk pulang.

Siapa tak kenal Partiyah, perempuan muda yang menjadi buah bibir pemuda sedesa Kedung Pingit. Pemilik rambut panjang yang senantiasa digelung itu bukan saja menawan, namun juga berperingai ramah kepada siapa saja yang dijumpai. Senyumnya tak pernah lepas dari bibir. Maka lengkaplah, segala yang diidamkan setiap lelaki, ada pada dirinya.

Partiyah berusia dua puluh tahun ketika orang-orang bermata sipit yang mengaku sebagai saudara tua bangsa Indonesia dan Pelindung Asia[1] mendarat di tanah Jawa. Ibarat bunga, Partiyah sedang merekah-merekahnya kala itu.

Partiyah adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Mbakyunya, Partiyem telah dinikahi Kang Sastro, lelaki Kedung Pingit yang kerap blusukan ke hutan-hutan bergabung dengan gerilyawan Republik. Ketika orang-orang bertopi busho pertama kali datang ke desa mereka, Yem—begitu bapaknya memanggil Partiyem—baru saja melahirkan anak laki-laki: Soma. Partiyah juga memiliki adik perempuan yang masih berusia tiga belas tahun, Moeryati. Keduanya sama-sama berparas jelita. Bedanya, Moeryati masih bau kencur, sedangkan Partiyah seperti kelapa yang sudah jauh lebih nyengkir gading.[2]

Ketika orang-orang bermata sipit menginjakkan kaki ke Kedung Pingit, awalnya semua mengira mereka adalah benar-benar saudara tua bangsa-bangsa Asia—seperti gembar-gembor Nippon dalam politik 3A. Saudara yang akan membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajahan bangsa-bangsa Rambut Jagung.[3]

Tetapi anggapan itu berbalik seratus delapan puluh derajat, ketika suatu tengah hari di Kedung Pingit, terjadi aksi pengangkutan paksa perempuan-perempuan belia yang menurut pengakuan orang-orang bermata sipit akan dipekerjakan di kota-kota yang mereka diduduki.

Kastohardjo baru saja pulang dari sawah siang itu, ketika tiba-tiba ia ditodong dengan sebatang besi dingin yang menempel di lehernya.

“Di mana anak-anakmu?”

Seorang laki-laki berkepala plontos dengan kelopak mata nyaris tidak bisa terbuka sebab sangat sipit, membentak-bentak. Terdengar beberapa kali letusan dan suara jeritan perempuan-perempuan tetangga Kastohardjo. Gerombolan yang lain rupanya juga menjarah rumah-rumah penduduk Kedung Pingit.

“Ampun, Ndoro.[4] Kulo mboten gadah yoga putri,[5] ratap Prawirodirdjo.

“Jangan bohong. Banyak yang mengatakan bahwa kau memiliki dua anak perempuan yang belum menikah!” Kembali lelaki berkepala plontos membentak. “Serahkan pada kami!”

“Tolong ampuni kami, Ndoro,” timpal Roeminah, istri Kastohardjo, ketika melihat beberapa orang bermata sipit menerobos masuk ke dalam rumah.

“Tolongggggg!” Terdengar jeritan dari dalam kamar.

Moeryati dan Partiyah digelendeng paksa oleh empat lelaki sipit.

“Ampun, Ndoro. Jangan bawa kami!” Partiyah meratap dengan tubuh gemetar.

“Kumohon bawa saja kami. Jangan ambil anak-anakku, Ndoro,” Kastohardjo bersimpuh sembari menangis di hadapan lelaki mata sipit berkepala plontos yang sepertinya adalah pemimpian mereka.

Moncong dari besi mengkilap yang sejak tadi ditempelkan ke leher Prawirodirdjo, kini mendarat di dahi lelaki Kedung Pingit itu. Kastohardjo jatuh tersungkur di hadapan Roeminah. Mereka tak bisa menahan kepergian Partiyah dan Moeryati yang diangkut ke atas truk militer. Entah dibawa ke mana.

***

Ruangan itu tanpa jendela. Hanya memiliki angin-angin berukuran tiga puluh sentimeter persegi. Tepat di sebelahnya, seorang lelaki berkepala plontos, berselempang samurai dan memiliki banyak tanda bintang di dada, menjadi penghuni. Beberapa pengawalnya memanggil dengan sebutan Tuan Nakamura, Kepala tangsi Dai-Nippon Teikoku Rikugun[6] di kota itu. Partiyah sengaja ditempatkan di ruangan itu agar bisa melayani segala keperluan yang dibutuhkan lelaki yang menjadi kepala tangsi—bangunan yang direbut dari Belanda. Iya, sejak diangkut paksa dari rumahnya, Partiyah menjadi babu Tuan Nakamura.

Ketika menginjakkan kaki di Desa Kedung Pingit, Tuan Nakamura berkoar-koar di rumah Mbah Lurah bahwa ia membutuhkan sokongan orang-orang pribumi, terutama kaum laki-laki untuk bergabung dengan mereka melawan bangsa Rambut Jagung. Dari mulut orang itu, terlontar janji bahwa jika mereka berhasil memenangkan Perang Asia Timur Raya, nasib Indonesia akan jauh lebih makmur.

Tetapi omongan lelaki yang setiap hari gemar memakai kemeja putih dirangkap baju lengan panjang berwarna hijau itu tak lebih dari busa di mulut saja. Petang itu, selepas Partiyah bersembahyang maghrib, Tuan Nakamura menggagahinya. Padahal Partiyah sedang menderita sakit demam. Terkoyaklah kehormatannya sebagai seorang perawan Kedung Pingit.

Kejadian petang itu rupanya menjadi awal dari penderitaan Partiyah. Hari-hari selanjutnya, Tuan Nakamura kerap memaksa Partiyah melayani kebuasan syahwatnya. Tak peduli sedang sakit, bahkan dalam keadaan sedang datang bulan.

Seperti malam ini, Partiyah tergolek lemas di atas balai-balai. Air matanya sudah habis untuk ia keluarkan lagi. Darah yang masih basah dari luka di keningnya akibat pukulan sebatang besi, sudah tak menyisakan perih. Hatinya jauh lebih perih ketika untuk kesekian kali, ia tak mampu menolak perbuatan lelaki Nippon lain, yang katanya adalah tamu Tuan Nakamura dari tangsi lain di luar kota. Partiyah sempat menolak, sebab ia merasa sudah sedemikian hina menjadi budak nafsu Tuan Nakamura, tak mau lebih terhina lagi dengan melayani tuan-tuan lainnya. Namun apalah daya, sebuah keprukan popor senjata laras panjang, mengakhiri perlawanan Partiyah.

Setelah pergumulan menyesakkan dengan tamu Tuan Nakamura, Partiyah merasa dirinya sangat menjijikkan. Kembang Desa Kedung Pingit itu telah pupus. “Aku tak ubahnya seperti pelacur sekarang,” batinnya.

Perlahan-lahan, ia bangkit dari pembaringan. Rasa sakit mulai terasa di bagian bawah perutnya. Cepat-cepat dia membetulkan kain jarit yang masih acak-acakan membalut tubuh. Terdengar suara gemeletuk dari lubang pintu kamar.

“Duh Gusti Allah… ambil saja nyawaku sekarang. Aku sudah tak sanggup kalau harus dipaksa melayani lagi.” Dalam hati, Partiyah kembali menangis kepada Tuhannya.

Dua lelaki Nippon memasuki ruangan.

“Bawa perempuan ini keluar. Tugasnya sudah selesai di sini. Kirim saja ke tentara-tentara interniran!”[7]

Lelaki yang diperintah, nampak membungkuk-bungkuk tanda hormat. Tak lama kemudian, dua lelaki lain memasuki ruangan, menggelendeng perempuan lainnya lagi.

“Adikku!?”

Partiyah menjerit. Dia baru teringat jika Moeryati juga sempat ditangkap bersamanya. Namun, mereka belum pernah bertemu lagi semenjak diturunkan dari truk, lalu digelendeng ke petak-petak ruangan yang tak ubah seperti bilik-bilik neraka.

“Yu Partiyah!!!”

Terdengar teriakan Moeryati dari depan pintu. Tubuh gadis bau kencur itu nampak menggigil gemetaran.

“Tolong... tolong... aku takut, Yu!” tangis Moeryati seketika pecah saat tubuhnya didorong masuk ke dalam ruangan. Sementara seorang lelaki menyeret Partiyah keluar.

Asu![8]

Akhirnya keluar juga kata-kata kotor dari mulut Partiyah. Amarahnya seketika meledak, ketika mengetahui adik perempuannya akan dikoyak pula kehormatannya. Moeryati masih bocah ingusan. Hanya binatang yang memiliki nafsu sebiadab ini.

Ludah Partiyah melayang ke wajah lelaki yang menyeret tubuh Moeryati. Keprukan gagang besi mengkilap mengakhiri perlawanan Partiyah. Tubuh moleknya jatuh tersungkur ke lantai.

Ketika tersadar, Partiyah melihat samar-samar beberapa wanita sedang mengerumuninya. Ada yang menyeka luka di pelipis. Ada juga yang memijit-mijit kaki Partiyah.

“Sabar, Wuk.”[9]

Seorang wanita berpakaian kebaya dengan rambut digelung rapi, mencoba menguatkan hati Partiyah. Wanita itu terlihat paling dewasa diantaranya teman-temanya. Partiyah menerka-nerka, barangkali mereka adalah wanita-wanita yang senasib dengannya. Ditangkap paksa dari rumah, lalu dibawa ke tempat ini untuk dijadikan gula-gula tentara Nippon—kelak dikenal sebagai jugun ianfu, perempuan korban perbudakan seksual di masa pendudukan Jepang.

Perempuan berkebaya itulah yang kemudian setiap hari mengatur pembagian karcis kepada perempuan-perempuan lain di kamp interniran, sebuah tempat baru setalah Partiyah dibuang dari tempat tinggal Tuan Nakamura. Karcis antrean tentara-tentara Nippon untuk menikmati tubuh mereka. Terkadang karcis itu juga dijual kepada lelaki pribumi yang menjadi centeng Nippon.

***

Bulan Agustus 1945. Kabar menyerahnya Jepang kepada Amerika Serikat dan sekutunya langsung tersebar ke segala penjuru negara-negara yang menjadi jajahannya, termasuk di Indonesia. Berita penandatanganan penyerahan tanpa syarat oleh Kaisar Hirohito menjadi perbincangan orang-orang, tak ketinggalan pula perempuan-perempuan penghuni kamp interniran Nippon.

“Nippon menyerah setelah negara mereka dibom oleh Amerika.” Ucap Yu Gemi, perempuan paling dihormati para jugun ianfu.

“Apa nama kota yang dibom itu?” tanya Partiyah

Nogosakti.[10]

“Seperti nama keris ya. Nogosakti.”

“Bersiaplah, kalian semua. Kita akan bebas. Iblis-iblis itu akan diangkut pergi ke Pulau Galang.”

Siang hari yang panasnya sungguh menggila itu, gedung interniran menjadi sasaran pelampiasan kemarahan atas perlakuan Nippon selama tiga setengah tahun. Puluhan jugun ianfu berteriak mengumpat habis-habisan seperti kesurupan. Menunjuk-nunjuk muka tentara Nippon. Perempuan-perempuan itu berada di barisan terdepan, meludahi orang Nippon yang masih tersisa di gedung interniran, ketika orang-orang yang katanya adalah tentara Sekutu datang melucuti senjata mereka.

***

Gapura gedung interniran senyap. Partiyah menenteng tas kumal berisi pakaian, berdiri menatap gedung yang dihuninnya dua tahun terakhir ini. Siang itu, ia tidak perlu menebak siapa lelaki biadab yang akan memegang karcis untuk menikmati tubuhnya. Tidak ada lagi popor senjata laras panjang yang memaksanya membungkuk ke tiang bendera Matahari Terbit. Tangsi itu telah dikuasi Sekutu dan Partiyah merasa tak ubah serupa sepah tebu yang telah habis disesap. Kini, di gerbang neraka itu, pandangannya tak lagi memiliki arah—ia tidak memiliki apa-apa selain tubuh kotor yang berlumur mata luka.

“Ikutlah denganku, Yah.”

Sebuah tepukan perempuan berkebaya, membuyarkan Partiyah dari lamunan.

“Ah, Yu Gemi. Kau mengagetkanku saja. Kau mau ke mana, Yu?”

“Pulang ke Surabaya. Ada pekerjaan yang menjanjikan bagi kita, para bekas jugun ianfu.”

Bertahun-tahun setelah bangsa Nippon meninggalkan tanah Jawa, juga setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia di penghujung tahun 1949, Partiyah masih enggan pulang ke Kedung Pingit. Lebih tepatnya ia tak punya muka untuk pulang. Desas-desus bahwa Partiyah telah menjadi penghuni Dolly, [11] sudah bukan rahasia lagi.

Hingga kematiannya tiba, setahun setelah Kang Sastro, iparnya, juga Yem, kakak perempuan satu-satunya berpulang, Partiyah yang akhirnya dikebumikan di makam Desa Kedung Pingit tetap dikenal sebagai perempuan penjaja seks komersial Dolly. Namanya tak pernah dikenang sebagai perempuan korban Perang Kemerdekaan: jugun ianfu. (*Heru Sang Amurwabumi)

 

Catatan kaki:

  1. Salah satu propaganda Jepang dalam politik 3A: Jepang Pemimpin Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Cahaya Asia.
  2. Memasuki usia remaja.
  3. Sebutan bagi bangsa-bangsa Eropa.
  4. Tuan.
  5. Kami tidak memiliki anak perempuan.
  6. Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dari 1867 – 1945.
  7. Kata dasarnya internir, gedung tawanan Belanda yang kemudian dirampas Jepang dan dijadikan kamp militer.
  8. Anjing.
  9. Kependekan dari bawuk, organ intim perempuan. Panggilan kepada perempuan yang lebih muda, sebagai ungkapan kasih sayang.
  10. Maksudnya adalah Nagasaki, salah satu kota di Jepang yang dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat selain Hiroshima pada tahun 1945.
  11. Nama kompleks pelacuran di Surabaya yang menjadi kawasan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Sudah ada sejak zaman pendudukan Belanda. Awalnya didirikan seorang perempuan Belanda bernama Dolly van Der Mart.


Ingin menjadi Sarjana Pengusaha atau Pengusaha yang Sarjana? Kuliah saja di Jurusan Kewirausahaan Universitas Mahakarya Asia www.mahakarya.bernas.id

Simak terus Bernas TV


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Stok BBM di Jogja Jelang Long Weekend Aman

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Menjelang cuti bersama (long weekend) pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2020, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Bagian Tengah mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG dengan menyiagakan stok ...

DIY

Kawulo Ngayogyakarta Tolak Demo Anarkis di Pertigaan UIN Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID - Ratusan massa Komunitas Kawulo Ngayogyakarta (KKN) melakukan aksi tolak demo anarkis di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Minggu (25/10/2020). Komunitas ini terdiri dari 50 organisasi masyarakat, relawan da ...

Budaya

PKN 2020, Bukti Keberpihakkan Kepada Seniman Dan Pekerja Seni Dimasa Pandemi Covid-19

JAKARTA, BERNAS.ID - PKN adalah upaya negara dan masyarakat di dalam membangun wadah kerja bersama untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berekspresi, dialog antar-budaya, serta inisiatif dan partisipasi inovatif yang dikelola secara berjen ...

Budaya

Buku Profil TBY Dihadirkan Untuk Jadi Jendela Bagi Masyarakat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menghadirkan buku Profil Taman Budaya Yogyakarta ke tengah masyarakat. Lewat itu, Taman Budaya Yogyakarta selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kebudayaan (Tundha Kabudayan) DIY ...

Pendidikan

Pengukuhan Guru Besar UNY Bidang Ilmu Pendidikan Kejuruan

SLEMAN, BERNAS.ID - Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hampir semua komponen pendidikan di SMK perlu terus  disempurnakan, meliputi standar kompetensi lulusan, kurikulum, sarana dan prasa ...

Hukum dan Kriminal

KPK Tahan Walikota Tasikmalaya Periode 2017-2022, Terkait Dugaan Suap Pengurusan DAK TA 2018

JAKARTA, BERNAS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan terhadap Walikota Tasikmalaya periode 2012 – 2017 dan 2017 – 2022, terkait dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kota Tasikmalaya TA 20 ...

Pariwisata

Kebangkitan Pariwisata DIY Butuh 3 M

YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Kesadaran bersama untuk patuh pada protokol kesehatan sangat penting. Memakai masker, Mencuci tangan menggunakan sabun dan Menjaga jarak (3M), menjadi kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menggerakan la ...

Pilkada

Tak Hanya Pelanggaran Aturan, Bawaslu Sleman Juga Memetakan TPS Rawan Covid-19

SLEMAN, BERNAS.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman memasukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di zona merah Covid-19 sebagai wilayah rawan. Pemetaan perlu dilakukan sebagai antisipasi persebaran virus Covi ...

DIY

Ada Layang-layang Tersangkut di Pesawat Citilink dari Jakarta

SLEMAN, BERNAS.ID - Sebuah insiden terjadi pada pesawat Citilink dari Jakarta ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada hari Jumat 23 Oktober 2020. Pesawat dengan nomor penerbangan QG 1107 yang berangk ...

Lifestyle

Pameran Fesyen di Pasar Beringharjo Digelar untuk Dongkrak Perekonomian

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Berbagai upaya dilakukan untuk kembalikan situasi perekonomian di Kota Jogja. Salah satunya melalui pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar yang dilakukan UPT Pusat Bisnis, Disperindag Kota Yogyakarta. E ...

Nasional

Jawa Tengah Raih TPID Award

JAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) wilayah Jawa - Bali. Prestasi ini merupakan kali keempat yang diraih Jawa Tengah sejak 2015 sebagai provinsi terbaik pengen ...

Nasional

Libur Long Weekend, KAI Tambah Perjalanan Kereta Api 13%

JAKARTA, BERNAS.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah perjalanan kereta api yang melayani pelanggan sebanyak 13% menyambut libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama akhir Oktober. Penambahan perjalanan KA ini untuk mengantisipas ...

Ekonomi

Pandemi, Penumpang YIA dan Adisutjipto Terima Subsidi Pembelian Tiket Sampai Desember

SLEMAN, BERNAS.ID - Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Adisutjipto menerima stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Dua bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura masuk ke dala ...

DIY

Wakil Walikota Meminta Kampung Tangguh Bencana Jogja Mengecek Peralatan yang Dimiliki

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta seluruh Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta untuk melakukan pengecekan semua peralatan penanganan bencana. Harus dipastikan semua peralatan bisa berfungsi ...

Lifestyle

Ini Profil Singkat Masjid Presiden Joko Widodo yang Akan Dibangun di Abu Dhabi

ABU DHABI, BERNAS.ID - Sebagaimana dimaklumi, sesuai perintah Putra Mahkota Abu Dhabi Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Pemerintah Uni Emirat Arab telah meresmikan Jalan Presiden Joko Widodo di kawasan diplomatik/Embassy Area ...

DIY

Siasati Pandemi, PMII Kelola Empat Kolam Lele, Bantuan dari Polda DIY

SLEMAN, BERNAS.ID - Menyikapi pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, Polri melalui Polda DIY memberikan bantuan empat kolam Lele untuk organisasi mahasiswa (ormawa) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) D ...

Nasional

Kemenparekraf Menggandeng AELI dalam Peningkatan Kapasitas Pemandu Outbond

JAKARTA, BERNAS.ID - Kemenparekraf melalui Asosiasi Experiential Learning Indonesia mengadakan pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemandu Outbound yang tergabung dalam AELI selama 5 hari secara daring. Pelatihan Peningkatan Kapasitas P ...

Ekonomi

Pandemi Covid-19 Rupanya Dorong Kenaikan Jumlah Investor

YOGYAKARTA, BERNAS.ID —Tingkat kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia dinilai masih terus meningkat, di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut dilihat dari jumlah investor pasar modal yang terus meningkat, sebagai salah ...

Olahraga

Realistis, Tidak Akan Ada Kompetisi Liga 1 2020

SLEMAN, BERNAS.ID - Melihat fakta-fakta yang ada, sampai Desember 2020 hampir pasti tidak akan ada kompetisi Liga 1 2020. Paling realistis itu pada Januari 2021, itu pun pertengahan bulan dan merupakan turnamen pemanasan untuk kompetisi 202 ...

DIY

Elemen Ormas Jogja Tolak Unjuk Rasa Anarkis

SLEMAN, BERNAS.ID - Puluhan organisasi massa (Ormas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan deklarasi menolak anarkisme di Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kamis pagi (22/10/2020). Mereka sepakat untuk bersama-sama menolak dan akan mela ...

Kesehatan

Indonesia melalui BKKBN Terpilih Sebagai Executive Committee Organisasi Partners in Population and Development

JAKARTA, BERNAS.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadiri pertemuan the 25th Partners in Population and Development Annual Board Meeting yang merupakan Pertemuan Tahunan Dewan Partners in Population and Deve ...

Sintesa

Satu Potret Super Mikro Peristiwa di Daerah Perbatasan antara Kota dan Desa

Oleh:  Profesor Sudjarwadi    Pada suatu hari Minggu pertengahan bulan September 2020,  Situtena menghadiri pertemuan anak-anak muda di sebuah rumah di daerah perbatasan antara kota dan desa. Pertemuan dihadiri o ...

Budaya

WJNC #5: Babat Alas Mertani

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perayaan puncak hari ulang tahun ke 264 Kota Yogyakarta dimeriahkan dengan acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #5 dengan tema Babat Alas Mertani, Rabu (21/10/2020) di halaman Air Mancur Balaikota Yogyakarta. ...

DIY

Berkarya di Tengah Pandemi: Ormawa FBS UNY Siap Laksanakan Pentas Kolaborasi Internasional

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Organisasi Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UNY siap melaksanakan pentas kolaborasi. Pada beberapa tahun sebelumnya, pentas ini ditiadakan namun diganti dengan Festival Bahasa dan Seni yang dilaksanakan selama ...

Kesehatan

Stunting di Tengah Covid-19, Wapres: Pemerintah Daerah Harus Inovatif

JAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepala daerah Kabupaten/Kota tidak melonggarkan upaya percepatan pencegahan stunting ditengah pandemi virus corona ( Covid-19). Berbagai program dan kegiatan yang diperlukan untu ...

DIY

Pemda DIY Tak Fasilitasi Pengganti Lahan yang Terdampak Tol Jogja-Solo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Karena hanya diberi uang ganti rugi tanpa disediakan lahan, sejumlah warga terdampak tol Jogja-Solo mengeluhkan kebingungan mencari lahan pengganti. Merespons hal ini, Pemda DIY menegaskan tidak bisa memfasilitasi pe ...

Pilkada

Akademisi Nilai Program Mbangun Dusun Nganti Wangun Dinilai Realistis

SLEMAN, BERNAS.ID - Akademisi, Edy Chrisjanto menilai program Mbangun Dusun Nganti Wangun dari Pasangan calon bupati/wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) cukup realistis. Rencananya, program ini akan didukung dengan angg ...

Ekonomi

Sultan Bakal Ubah Hotel Mutiara Jadi Sentra UMKM

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan kunjungan lapangan ke Hotel Mutiara yang terletak di Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (21/10/2020). Kunjungan dilakukan terkait rencana Pemda DIY untuk pembelian da ...

Ekonomi

Ekosistem Digital Menyangga Ekonomi Yogyakarta di Masa Pandemi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Ekonomi Digital seperti GoFood tak dipungkiri menjadi penyangga ekonomi di Kota Yogyakarta bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi terutama pekerja swasta dan profesional. Riset terbaru Lembaga Demografi Fa ...

Politik

UU Cipta Kerja Berpotensi Melemahkan Perlindungan bagi Konsumen Produk Halal

JAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Baleg Fraksi PKS, Bukhori Yusuf meminta pemerintah tidak abai terhadap aspek perlindungan konsumen produk halal. Peringatan ini ia sampaikan mengingat UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan berpotensi merugikan ...

Kesehatan

Perkantoran Diminta Rutin Evaluasi Protokol Kesehatan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Satgas COVID-19 Kota Yogyakarta mengingatkan perkantoran untuk rutin melakukan evaluasi atas penerapan protokol kesehatan. Ini guna mengantisipasi potensi munculnya penularan di lingkungan kerja Pemerintah Kota Yogya ...

DIY

Mahasiswa Kembali Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Bunderan UGM

SLEMAN, BERNAS.ID - Ratusan elemen mahasiswa dari sejumlah universitas di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) mulai berkumpul di Bunderan UGM, mulai jam 1 siang, Selasa (20/10/2020). Massa aksi ini berencana melaku ...

Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2020 Siap Disajikan Secara Virtual

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Meski masih berada dalam masa pandemi Covid-19, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tahun 2020 ini tetap diadakan. Namun yang membedakan dari WJNC tahun-tahun sebelumnya, WJNC #5 kali ini digelar secara virtual. ...

Olahraga

Pandemi, Gowes Tour de Sleman Digelar secara Virtual

SLEMAN, BERNAS.ID - Ajang gowes tahunan Tour de Sleman #2 tahun 2020 digelar secara virtual Minggu pagi (18/10/2020). Sebelumnya, Tour de Sleman #2 ini rencananya digelar bulan Mei lalu.  Ketua Panitia Reno Candra Sangaji mengatakan ...

Inspirasi

Pemerintah UEA Resmikan Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

ABU DHABI BERNAS.ID - Pada Senin sore tanggal 19 Oktober 2020 telah diselenggarakan acara peresmian nama jalan "Presiden Joko Widodo" (dalam bahasa Inggris: President Joko Widodo Street) di Abu Dhabi oleh Sheikh Khalid bin Mohamme ...

Editorial

PANDEMI SUDAH TIDAK MENAKUTKAN LAGI?

Apakah pandemi covid-19 sudah hilang di Indonesia ?  Pertanyaan ini terlintas dalam benak saya demi melihat beberapa waktu terakhir banyak kejadian di masyarakat yang menunjukkan seolah sudah tidak ada lagi ancaman penyebaran v ...

Budaya

Disbud Yogyakarta Tantang Mahasiswa Terjemahkan Lukisan Affandi

SLEMAN, BERNAS.ID - Memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Oktober, Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Duta Museum DIY dan Museum Affandi menggelar lomba esai dengan tema “Pasar N ...

DIY

Rp 400 Juta Digelontorkan Pemkot Jogja untuk Poles Lantai Zona 1 Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemkot Yogyakarta berusaha mempercantik kawasan pedestarian Malioboro dengan melakukan pemolesan khusus untuk lantai teraso/terazzo di sepanjang Zona 1. Sesuai rencana, proyek tersebut akan bisa terselesaikan pada pe ...

Hukum dan Kriminal

Terungkap, Penyebab Kematian Seorang Pria di Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penyebab kematian pria paruh baya yang meninggal dunia di kawasan Malioboro pada Minggu (18/10/2020) lalu akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil otopsi pada Senin (19/10/2020), terkuak korban memiliki riwayat pen ...

DIY

Untuk Jamin Kualitas Konstruksi, Selokan Mataram Mengalir Senin Depan

SLEMAN, BERNAS.ID - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta menargetkan Senin depan (26/10/2020), Selokan Mataram sudah kembali mengalir. Pemkab Sleman dan BBWSSO sepakat untuk menyelesaikan kebocoran Selokan Mataram di r ...

Nasional

Pemberdayaan Masyarakat Bali Melalui Urban Farming

JAKARTA, BERNAS.ID - PP Kagama menggelar webinar Pemberdayaan Masyarakat #2 lewat aplikasi Zoom meeting berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Bali dengan Urban Farming & Kebun Berdaya di Tengah Wabah Covid-19” pada hari Sabtu (1 ...

Wiradesa

Tentang Doa yang Kami Langitkan di Punden Desa

Cerpen oleh : Heru Sang Amurwabumi   Dalam kecamuk badai kerinduan kepada kampung halaman, aku terdampar pada sebuah kenangan tentang kasak-kasak kekuatan sebuah doa. Ya, jika berada di Desa Kedung Pingit dua atau tiga dasawarsa ...

DIY

Atasi Genangan di Musim Penghujan, SPAH Jogja Dibersihkan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan upaya mengatasi potensi munculnya genangan di musim hujan dengan membersihkan sumur peresapan air hujan (SPAH). Ini adalah upaya yang baru pertama kali dilakukan, selain pelumpura ...

DIY

Seorang Lelaki Meninggal Dunia di Pedestrian Malioboro 

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Seorang lelaki ditemukan tak bernyawa tergeletak di kawasan Malioboro. Hingga kini  belum ada keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya korban.  Wakil Ketua Koperasi Tri Dharma PKL Malioboro, Paul Z ...

Analisa Pilkada

Bawaslu Sleman Perpanjang Rekrutmen Pengawas TPS

SLEMAN, BERNAS.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman memperpanjang pendaftaran calon pengawas tempat pemungutan suara atau Pengawas TPS dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman. Sampai hari terakhir pendaftaran pada Ka ...

Olahraga

Tim Bulu Tangkis Indonesia Dapat Suntikan Semangat dari Bupati Sragen

Jawa Tengah, Bernas.id - Tim bulu tangkis terbaik Indonesia saat ini sedang menjalani latihan di Gelanggang Olahraga Bulu Tangkis milik Billy Haryanto di perbatasan Karanganyar-Sragen Jawa tengah. Tim bulu tangkis nasional yang berlatih ...

DIY

Informasi Pemeliharaan Jaringan PLN Wilayah DIY 18-22 Oktober

BERNAS.ID - Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan mengamankan pasokan listrik kepada pelanggan, PT PLN UP3 Yogyakarta akan melakukan serangkaian aktivitas pemeliharaan jaringan. Sebagaimana disampaikan oleh Humas PLN melalui surat kepada ...

Internet

Media Sosial dan Fenomena Kehidupan Berbahasa

BERNAS.ID - Perkembangan zaman pada industri 4.0 seperti yang kita ketahui telah merubah tatanan kehidupan manusia menjadi lebih baik. Perubahan tersebut jelas terlihat pada bidang transportasi, komunikasi dan informasi, kesehatan, dan bida ...

Internet

Tips dan Trik Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Audio Visual

BERNAS.ID - Pembelajaran daring menjadi model pembelajaran baru dengam adanya pandemi yang mewabah di Indonesia bahkan dunia. Pembelajaran daring mewajibkan siswa dan guru untuk menjalankan sebuah sistem operasi baru guna menunjang prose ...

Ekonomi

Puluhan Pedagang Pasar Prawirotaman Diminta Beralih Jenis Dagangan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Proses penempatan kembali pedagang Pasar Prawirotaman Yogyakarta ke bangunan pasar yang baru siap dilakukan. Ini akan disertai dengan sosialisasi mekanisme penempatan dan perubahan jenis dagangan yang harus dilakukan ...