Abimanyu dan Hikayat Rebab Kematian

Penulis : Heru Sang Amurwabumi
Editor : Sabila J. Firda
06 September 2020

Ilustrasi dari Pinterest


Bernas.id - Benarkah suara rebab yang dimainkan dengan penghayatan tinggi bisa mengundang kematian? Setiap kali pertanyaan itu datang mengusik, aku teringat sosok seorang wiyaga rebab[1] yang kini sudah meninggalkan kepiawaiannya memainkan gamelan gesek kuno itu. Entah mengapa, tiap kali pertanyaan itu hadir, rasa penasaran untuk mengungkap kebenaran ceritanya serasa bangkit bersama alunan suara rebab yang mendengung di telinga, lalu menusuk ke dalam batin.

Adalah Mbah Soma, lelaki tua yang menurut pengakuannya sudah menjadi wiyaga rebab sejak usia belia, ketika belum menikah. Ia menjadi wiyaga kesukaan dalang-dalang sebab permainan rebabnya dianggap memiliki penjiwaan kuat, bisa menyatu dengan adegan-adegan sedih yang diceritakan si dalang. Setiap ada pergelaran wayang kulit di Desa Kedung Pingit dan sekitarnya, bisa dipastikan bahwa Mbah Soma akan didaulat mengiringi. Ia masih terhitung sebagai saudara tua dari nenekku, sebab itu aku memanggilnya Mbah Kung—kependekan Simbah Kakung; kakek. Selain menjadi wiyaga, ia juga dikenal sebagai penggali kubur—pekerjaan yang hanya sanggup dilakukan Mbah Soma di antara semua warga desa kami, entah apa sebabnya.

Tetapi itu dulu, ketika Mbah Soma belum setua sekarang. Kini ia hanya dikenal sebagai seorang  penggali kubur saja, bukan lagi wiyaga rebab. Entah apa yang menjadi latar belakang ia berhenti dari pekerjaan itu.

“Aku tidak mau mencelakakan orang lagi,” terang Mbah Soma ketika aku menanyakan kenapa ia tak lagi menjadi pemain gamelan kuno itu.

“Apa kaitannya dengan berhenti menjadi wiyaga?”

“Permainan rebabku mengundang kematian.”

“Maksud Mbah Kung?”

Mbah Soma tidak menjawab. Setelah kudesak, akhirnya ia menceritakan hikayat rebab miliknya yang merupakan warisan turun-temurun dari kakek buyutnya. Wareng-ku[2] juga.

“Rebab itu dibuat dari ukiran kayu yang diambil dari pohon sawo di belakang rumah buyutku. Pohon sawo itu sendiri ditanam oleh buyutku sejak masih anak-anak. Dirawat penuh kecintaan selayaknya merawat seorang anak. Begitunya cintanya buyutku kepada pohon sawo itu, seolah-olah pohon sawo itu juga membalas dengan rasa yang sama. Rebab yang dibuat buyutku dari tebangan salah satu dahannya, seperti memiliki nyawa,” tutur Mbah Soma.

“Benarkah seperti itu?”

“Iya. Suatu ketika, bapakku, Karta, yang menjadi buruan orang-orang Belanda pergi meninggalkan Desa Kedung Pingit untuk bergabung dengan gerilyawan di hutan Gunung Wilis. Rumah kakek dan buyutku menjadi sasaran kemarahan. Centeng-centeng Belanda membakar rumah mereka. Tidak ada seorang pun kerabat dan tetangga yang berani menolong. Buyutku yang sudah sakit-sakitan meninggal dalam peristiwa menyedihkan itu.”

“Lalu apa hubungan suara rebab itu dengan kematian orang-orang?”

“Aku sendiri tidak bisa memecahkannya. Mana mungkin sebuah rebab bisa mengundang kematian,” lanjut Mbah Soma. “Kakekku yang bercerita, selepas kematian buyutku, rebab warisan itu seperti memendam kemarahan. Setiap kali ia dimainkan, suaranya menebar irama kesedihan sekaligus dendam.”

Begitulah, Mbah Soma sendiri awalnya tidak percaya terhadap kisah tutur kakeknya, bahwa setiap rebab itu dimainkan, selang beberapa hari akan ada kerabat atau tetangga mereka yang meninggal. Tak jarang kematian mereka terkesan mendadak. Bagi Mbah Soma sendiri, cerita itu hanyalah kisah tutur semata, agar rebab tua itu sengaja disimpan rapat-rapat agar tidak rusak, sebab usia rebab itu memang sudah tua.

Namun sebuah peristiwa di tahun 1965 mengubah keyakinan Mbah Soma kepada rebab tua itu.

Malam itu adalah tiga malam setelah Mbah Soma memainkan rebabnya ketika mengiringi pergelaran wayang kulit seorang dalang dari Sragen. Lakon Abimanyu gugur membutuhkan penghayatan tingkat tinggi dalam memainkan irama berlatar kepedihan hati. Semua yang hadir ikut meneteskan air mata ketika gesekan-gesekan rebab Mbah Soma mengiringi gugurnya anak Arjuna oleh krocokan gaman sewu—rajaman ribuan senjata.

Anak lelaki Mbah Soma ikut dalam pergelaran wayang kulit itu, menjalani debutnya sebagai wiyaga kendang muda. Tiga malam setelahnya, tersiar kabar meletus peristiwa Gestapu[3]. Konon yang mendalangi adalah Partai Komunis Indonesia. Semua seniman dipaksa oleh penguasa kala itu untuk membuat pernyataan tidak tergabung dengan Lekra[4]. Anak lelaki Mbah Soma menolak. Konsekuensinya, ia dicap sebagai simpatisan partai berlambang palu arit itu.

“Meskipun semua tuduhkan itu tidak terbukti.” tegas Mbah Soma.

Mbah Soma mengaku bahwa anak lelakinya adalah seorang pemuda yang apolitis. Tak pernah tahu menahu tentang Lekra. Apalagi isu Dewan Jendral. Kedekatan dengan kawan-kawan seniman yang aktif di Lekra membuat namanya dikaitkan dengan gerakan pengkhianatan. Menurut Mbah Soma pula, gejolak perebutan kekuasaan di masa revolusi ketika itu, membuat pemenang konflik politik di negeri ini membabi buta menuntaskan kesumat.

“Darah yang mengalir di tubuhku adalah darah Karta, gerilyawan Kedung Pingit yang menjadi orang nomor satu buruan Belanda. Mana mungkin kami berkhianat kepada republik. Namun tuduhan Lekra itu telah menjadikan anakku bernasib naas.”

Dari penuturan Mbah Soma aku tahu, hari-hari setelah peristiwa Gestapu, Kedung Pingit mencekam. Lebih menakutkan dari masa pendudukan bangsa Rambut Jagung[5] dan Dai Nippon. Tiba-tiba banyak penduduk yang mati terbantai. Saling bunuh terjadi di mana-mana. Siapa tertuding, bisa dipastikan nyawanya akan lenyap. Sulit menerka siapa kawan dan siapa lawan. Hanya ada pilihan: menuduh atau dituduh, membunuh atau dibunuh.

“Aku melihat dengan mata kepala sendiri, anak lelakiku digorok seperti Abimanyu yang dirajam  gaman sewu di tegal Kuru Setra,” lanjut Mbah Soma dengan mata berkaca-kaca. “Itu sebabnya aku memutuskan tidak akan memainkan rebab lagi.”

Aku yang ganti terdiam. Benak dan perasaanku dihajar kecamuk badai kesedihan.

“Bertahun-tahun aku belajar memainkan rebab, ternyata ia justru membawa petaka bagi banyak orang. Bahkan anakku sendiri. Setelah selesai mewarnai ulang, aku akan menyumbangkan rebab ini ke museum.”

“Mbah Kung tidak sedang salah ucap?”

Ia menggeleng. “Aku akan memberi kelir baru pada rebab ini, sebab sudah luntur peliturnya. Maklum, usia mereka sudah tua. Seumuran wareng-mu. Lumrah kalau mulai pudar.”

Aku kembali mencoba mencari jawaban tentang misteri rebab tua dari cerita panjang yang baru saja dituturkan Mbah Soma. Namun tetap sulit menemukannya. Bagaimana mungkin sebuah benda mati bisa mengundang kematian manusia?

***

Berhari-hari, aku menjumpai Mbah Soma dengan tekun mewarnai ulang rebab yang akan disumbangkan ke museum. “Setelah aku beri pelitur baru, rebab ini akan terlahir kembali, memulai kehidupan barunya tanpa menebar alunan kematian. Semoga dengan begitu, ia tak meninggkalkan luka di hati tuannya yang lama.”

Para kolektor barang kuno, atau pelestari gamelan buatan lama, tentu sangat menyayangkan jika mengetahui keputusan Mbah Soma. Iya, aku pernah mendengar dari Mbah Soma sendiri bahwa rebab warisan buyutnya, andai dijual bisa bernilai puluhan juta rupiah.

Hingga suatu sore, dua orang perwakilan dari museum yang akan menerima hibah rebab berusia ratusan tahun itu datang ke rumah Mbah Soma.

“Kapan kira-kira proses penyerahan benda bernilai sejarah tinggi ini akan Mbah Soma lakukan?” tanya salah satu perwakilan museum itu.

Sesaat Mbah Soma diam. Ia seperti menghitung angka-angka yang bertumpuk di kepala. “Aku butuh waktu sekitar seminggu untuk menyelesaikannya.” Kepada tamunya, Mbah Soma menunjuk ke arah rebab yang tergantung di dinding papan rumahnya. Berdampingan dengan sebuah wayang kulit Abimanyu.

“Sebenarnya kami masih terkejut dengan rencana ini. Kenapa Mbah Soma tidak menjualnya saja?”

“Bertahun-tahun aku hidup bersamanya. Ia sudah menemani buyut dan kakekku sejak mereka masih hidup. Aku tidak tega jika ia jatuh ke tangan orang yang tidak bisa merawatnya.”

Tamu-tamu itu mengangguk-angguk mendengar pengakuan Mbah Soma.

***

Dua hari setelah perwakilan museum melakukan kunjungan, siang itu dari pengeras suara langgar Desa Kedung Pingit tersiar kabar bahwa modin dongkol—pensiunan pamong desa bidang keagamaan—Mbah Modin Said meninggal. Aku bergegas menyiapkan cangkul dan linggis, keperluan yang biasa dibawa Mbah Soma ke pemakaman jika ada orang yang meninggal.

“Beritahu kepada Modin Jali—maksudnya Al Ghozali, modin Desa Kedung Pingit sekarang— aku tidak bisa menggali liang untuk jasad Modin Sangid—maksudnya Said, lidah orang Jawa biasa melafalkan huruf ain dengan ucapan ngain,” ucap Mbah Soma.

Puluhan tahun menjadi penggali kubur, baru kali ini Mbah Soma menolak pekerjaan yang sudah lama digelutinya tanpa imbalan bayaran.

“Kenapa?”

“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin beristirahat saja.”

“Bagaimana caranya aku mengatakan kepada Modin Jali tanpa alasan?”

“Modin Sangid seorang pemuka agama terhormat. Tidak pantas kalau orang abangan—sebutan golongan masyarakat Jawa yang masih memegang teguh tradisi kepercayaan leluhurnya, meski sudah memeluk islam—sepertiku ikut mengurus jasadnya.”

Mbah Soma menjawab dengan suara serak dan patah-patah. Aku perhatikan raut mukanya. Kulihat ia sedang memandang jauh dengan tatapan kosong.

Aku tahu, ada bagian yang tak diucapkan oleh Mbah Soma ketika menjawab pertanyaanku tadi. Bagian yang sebenarnya pernah aku dengar dari kasak-kusuk tetangga. Sudah lama Mbah Soma menghindari srawungan[6] dengan Mbah Modin Sangid—orang yang ikut membantai anak lelakinya, Ongkowijoyo[7], setelah peristiwa Gestapu 1965 di Kedung Pingit. (*Heru Sang Amurwabumi – Nganjuk)

 

Catatan kaki:

  1. Wiyaga = Pemain gamelan Jawa. Rebab = Alat musik gesek tradisional Jawa.
  2. Nasab keturunan kelima jika ditarik ke atas.
  3. Gestapu = Gerakan September Tiga Puluh.
  4. Lekra = Lembaga Kebudayaan Rakyat, organisasi kebudayaan sayap kiri di Indonesia.
  5. Bangsa Rambut jagung = Sebutan untuk bangsa-bangsa Eropa.
  6. Srawungan (bahasa Jawa) = Berkomunikasi; kumpul; tegur sapa.
  7. Ongkowijoyo = Nama lain Abimanyu, anak Arjuna dalam kisah wayang kulit.


Ingin menjadi Sarjana Pengusaha atau Pengusaha yang Sarjana? Kuliah saja di Jurusan Kewirausahaan Universitas Mahakarya Asia www.mahakarya.bernas.id

Simak terus Bernas TV


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Stok BBM di Jogja Jelang Long Weekend Aman

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Menjelang cuti bersama (long weekend) pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2020, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Bagian Tengah mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG dengan menyiagakan stok ...

DIY

Kawulo Ngayogyakarta Tolak Demo Anarkis di Pertigaan UIN Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID - Ratusan massa Komunitas Kawulo Ngayogyakarta (KKN) melakukan aksi tolak demo anarkis di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Minggu (25/10/2020). Komunitas ini terdiri dari 50 organisasi masyarakat, relawan da ...

Budaya

PKN 2020, Bukti Keberpihakkan Kepada Seniman Dan Pekerja Seni Dimasa Pandemi Covid-19

JAKARTA, BERNAS.ID - PKN adalah upaya negara dan masyarakat di dalam membangun wadah kerja bersama untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berekspresi, dialog antar-budaya, serta inisiatif dan partisipasi inovatif yang dikelola secara berjen ...

Budaya

Buku Profil TBY Dihadirkan Untuk Jadi Jendela Bagi Masyarakat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menghadirkan buku Profil Taman Budaya Yogyakarta ke tengah masyarakat. Lewat itu, Taman Budaya Yogyakarta selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kebudayaan (Tundha Kabudayan) DIY ...

Pendidikan

Pengukuhan Guru Besar UNY Bidang Ilmu Pendidikan Kejuruan

SLEMAN, BERNAS.ID - Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hampir semua komponen pendidikan di SMK perlu terus  disempurnakan, meliputi standar kompetensi lulusan, kurikulum, sarana dan prasa ...

Hukum dan Kriminal

KPK Tahan Walikota Tasikmalaya Periode 2017-2022, Terkait Dugaan Suap Pengurusan DAK TA 2018

JAKARTA, BERNAS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan terhadap Walikota Tasikmalaya periode 2012 – 2017 dan 2017 – 2022, terkait dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kota Tasikmalaya TA 20 ...

Pariwisata

Kebangkitan Pariwisata DIY Butuh 3 M

YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Kesadaran bersama untuk patuh pada protokol kesehatan sangat penting. Memakai masker, Mencuci tangan menggunakan sabun dan Menjaga jarak (3M), menjadi kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menggerakan la ...

Pilkada

Tak Hanya Pelanggaran Aturan, Bawaslu Sleman Juga Memetakan TPS Rawan Covid-19

SLEMAN, BERNAS.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman memasukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di zona merah Covid-19 sebagai wilayah rawan. Pemetaan perlu dilakukan sebagai antisipasi persebaran virus Covi ...

DIY

Ada Layang-layang Tersangkut di Pesawat Citilink dari Jakarta

SLEMAN, BERNAS.ID - Sebuah insiden terjadi pada pesawat Citilink dari Jakarta ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada hari Jumat 23 Oktober 2020. Pesawat dengan nomor penerbangan QG 1107 yang berangk ...

Lifestyle

Pameran Fesyen di Pasar Beringharjo Digelar untuk Dongkrak Perekonomian

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Berbagai upaya dilakukan untuk kembalikan situasi perekonomian di Kota Jogja. Salah satunya melalui pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar yang dilakukan UPT Pusat Bisnis, Disperindag Kota Yogyakarta. E ...

Nasional

Jawa Tengah Raih TPID Award

JAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) wilayah Jawa - Bali. Prestasi ini merupakan kali keempat yang diraih Jawa Tengah sejak 2015 sebagai provinsi terbaik pengen ...

Nasional

Libur Long Weekend, KAI Tambah Perjalanan Kereta Api 13%

JAKARTA, BERNAS.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah perjalanan kereta api yang melayani pelanggan sebanyak 13% menyambut libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama akhir Oktober. Penambahan perjalanan KA ini untuk mengantisipas ...

Ekonomi

Pandemi, Penumpang YIA dan Adisutjipto Terima Subsidi Pembelian Tiket Sampai Desember

SLEMAN, BERNAS.ID - Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Adisutjipto menerima stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Dua bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura masuk ke dala ...

DIY

Wakil Walikota Meminta Kampung Tangguh Bencana Jogja Mengecek Peralatan yang Dimiliki

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta seluruh Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta untuk melakukan pengecekan semua peralatan penanganan bencana. Harus dipastikan semua peralatan bisa berfungsi ...

Lifestyle

Ini Profil Singkat Masjid Presiden Joko Widodo yang Akan Dibangun di Abu Dhabi

ABU DHABI, BERNAS.ID - Sebagaimana dimaklumi, sesuai perintah Putra Mahkota Abu Dhabi Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Pemerintah Uni Emirat Arab telah meresmikan Jalan Presiden Joko Widodo di kawasan diplomatik/Embassy Area ...

DIY

Siasati Pandemi, PMII Kelola Empat Kolam Lele, Bantuan dari Polda DIY

SLEMAN, BERNAS.ID - Menyikapi pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, Polri melalui Polda DIY memberikan bantuan empat kolam Lele untuk organisasi mahasiswa (ormawa) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) D ...

Nasional

Kemenparekraf Menggandeng AELI dalam Peningkatan Kapasitas Pemandu Outbond

JAKARTA, BERNAS.ID - Kemenparekraf melalui Asosiasi Experiential Learning Indonesia mengadakan pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemandu Outbound yang tergabung dalam AELI selama 5 hari secara daring. Pelatihan Peningkatan Kapasitas P ...

Ekonomi

Pandemi Covid-19 Rupanya Dorong Kenaikan Jumlah Investor

YOGYAKARTA, BERNAS.ID —Tingkat kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia dinilai masih terus meningkat, di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut dilihat dari jumlah investor pasar modal yang terus meningkat, sebagai salah ...

Olahraga

Realistis, Tidak Akan Ada Kompetisi Liga 1 2020

SLEMAN, BERNAS.ID - Melihat fakta-fakta yang ada, sampai Desember 2020 hampir pasti tidak akan ada kompetisi Liga 1 2020. Paling realistis itu pada Januari 2021, itu pun pertengahan bulan dan merupakan turnamen pemanasan untuk kompetisi 202 ...

DIY

Elemen Ormas Jogja Tolak Unjuk Rasa Anarkis

SLEMAN, BERNAS.ID - Puluhan organisasi massa (Ormas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan deklarasi menolak anarkisme di Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kamis pagi (22/10/2020). Mereka sepakat untuk bersama-sama menolak dan akan mela ...

Kesehatan

Indonesia melalui BKKBN Terpilih Sebagai Executive Committee Organisasi Partners in Population and Development

JAKARTA, BERNAS.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadiri pertemuan the 25th Partners in Population and Development Annual Board Meeting yang merupakan Pertemuan Tahunan Dewan Partners in Population and Deve ...

Sintesa

Satu Potret Super Mikro Peristiwa di Daerah Perbatasan antara Kota dan Desa

Oleh:  Profesor Sudjarwadi    Pada suatu hari Minggu pertengahan bulan September 2020,  Situtena menghadiri pertemuan anak-anak muda di sebuah rumah di daerah perbatasan antara kota dan desa. Pertemuan dihadiri o ...

Budaya

WJNC #5: Babat Alas Mertani

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perayaan puncak hari ulang tahun ke 264 Kota Yogyakarta dimeriahkan dengan acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #5 dengan tema Babat Alas Mertani, Rabu (21/10/2020) di halaman Air Mancur Balaikota Yogyakarta. ...

DIY

Berkarya di Tengah Pandemi: Ormawa FBS UNY Siap Laksanakan Pentas Kolaborasi Internasional

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Organisasi Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UNY siap melaksanakan pentas kolaborasi. Pada beberapa tahun sebelumnya, pentas ini ditiadakan namun diganti dengan Festival Bahasa dan Seni yang dilaksanakan selama ...

Kesehatan

Stunting di Tengah Covid-19, Wapres: Pemerintah Daerah Harus Inovatif

JAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepala daerah Kabupaten/Kota tidak melonggarkan upaya percepatan pencegahan stunting ditengah pandemi virus corona ( Covid-19). Berbagai program dan kegiatan yang diperlukan untu ...

DIY

Pemda DIY Tak Fasilitasi Pengganti Lahan yang Terdampak Tol Jogja-Solo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Karena hanya diberi uang ganti rugi tanpa disediakan lahan, sejumlah warga terdampak tol Jogja-Solo mengeluhkan kebingungan mencari lahan pengganti. Merespons hal ini, Pemda DIY menegaskan tidak bisa memfasilitasi pe ...

Pilkada

Akademisi Nilai Program Mbangun Dusun Nganti Wangun Dinilai Realistis

SLEMAN, BERNAS.ID - Akademisi, Edy Chrisjanto menilai program Mbangun Dusun Nganti Wangun dari Pasangan calon bupati/wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) cukup realistis. Rencananya, program ini akan didukung dengan angg ...

Ekonomi

Sultan Bakal Ubah Hotel Mutiara Jadi Sentra UMKM

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan kunjungan lapangan ke Hotel Mutiara yang terletak di Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (21/10/2020). Kunjungan dilakukan terkait rencana Pemda DIY untuk pembelian da ...

Ekonomi

Ekosistem Digital Menyangga Ekonomi Yogyakarta di Masa Pandemi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Ekonomi Digital seperti GoFood tak dipungkiri menjadi penyangga ekonomi di Kota Yogyakarta bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi terutama pekerja swasta dan profesional. Riset terbaru Lembaga Demografi Fa ...

Politik

UU Cipta Kerja Berpotensi Melemahkan Perlindungan bagi Konsumen Produk Halal

JAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Baleg Fraksi PKS, Bukhori Yusuf meminta pemerintah tidak abai terhadap aspek perlindungan konsumen produk halal. Peringatan ini ia sampaikan mengingat UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan berpotensi merugikan ...

Kesehatan

Perkantoran Diminta Rutin Evaluasi Protokol Kesehatan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Satgas COVID-19 Kota Yogyakarta mengingatkan perkantoran untuk rutin melakukan evaluasi atas penerapan protokol kesehatan. Ini guna mengantisipasi potensi munculnya penularan di lingkungan kerja Pemerintah Kota Yogya ...

DIY

Mahasiswa Kembali Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Bunderan UGM

SLEMAN, BERNAS.ID - Ratusan elemen mahasiswa dari sejumlah universitas di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) mulai berkumpul di Bunderan UGM, mulai jam 1 siang, Selasa (20/10/2020). Massa aksi ini berencana melaku ...

Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2020 Siap Disajikan Secara Virtual

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Meski masih berada dalam masa pandemi Covid-19, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tahun 2020 ini tetap diadakan. Namun yang membedakan dari WJNC tahun-tahun sebelumnya, WJNC #5 kali ini digelar secara virtual. ...

Olahraga

Pandemi, Gowes Tour de Sleman Digelar secara Virtual

SLEMAN, BERNAS.ID - Ajang gowes tahunan Tour de Sleman #2 tahun 2020 digelar secara virtual Minggu pagi (18/10/2020). Sebelumnya, Tour de Sleman #2 ini rencananya digelar bulan Mei lalu.  Ketua Panitia Reno Candra Sangaji mengatakan ...

Inspirasi

Pemerintah UEA Resmikan Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

ABU DHABI BERNAS.ID - Pada Senin sore tanggal 19 Oktober 2020 telah diselenggarakan acara peresmian nama jalan "Presiden Joko Widodo" (dalam bahasa Inggris: President Joko Widodo Street) di Abu Dhabi oleh Sheikh Khalid bin Mohamme ...

Editorial

PANDEMI SUDAH TIDAK MENAKUTKAN LAGI?

Apakah pandemi covid-19 sudah hilang di Indonesia ?  Pertanyaan ini terlintas dalam benak saya demi melihat beberapa waktu terakhir banyak kejadian di masyarakat yang menunjukkan seolah sudah tidak ada lagi ancaman penyebaran v ...

Budaya

Disbud Yogyakarta Tantang Mahasiswa Terjemahkan Lukisan Affandi

SLEMAN, BERNAS.ID - Memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Oktober, Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Duta Museum DIY dan Museum Affandi menggelar lomba esai dengan tema “Pasar N ...

DIY

Rp 400 Juta Digelontorkan Pemkot Jogja untuk Poles Lantai Zona 1 Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemkot Yogyakarta berusaha mempercantik kawasan pedestarian Malioboro dengan melakukan pemolesan khusus untuk lantai teraso/terazzo di sepanjang Zona 1. Sesuai rencana, proyek tersebut akan bisa terselesaikan pada pe ...

Hukum dan Kriminal

Terungkap, Penyebab Kematian Seorang Pria di Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penyebab kematian pria paruh baya yang meninggal dunia di kawasan Malioboro pada Minggu (18/10/2020) lalu akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil otopsi pada Senin (19/10/2020), terkuak korban memiliki riwayat pen ...

DIY

Untuk Jamin Kualitas Konstruksi, Selokan Mataram Mengalir Senin Depan

SLEMAN, BERNAS.ID - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta menargetkan Senin depan (26/10/2020), Selokan Mataram sudah kembali mengalir. Pemkab Sleman dan BBWSSO sepakat untuk menyelesaikan kebocoran Selokan Mataram di r ...

Nasional

Pemberdayaan Masyarakat Bali Melalui Urban Farming

JAKARTA, BERNAS.ID - PP Kagama menggelar webinar Pemberdayaan Masyarakat #2 lewat aplikasi Zoom meeting berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Bali dengan Urban Farming & Kebun Berdaya di Tengah Wabah Covid-19” pada hari Sabtu (1 ...

Wiradesa

Tentang Doa yang Kami Langitkan di Punden Desa

Cerpen oleh : Heru Sang Amurwabumi   Dalam kecamuk badai kerinduan kepada kampung halaman, aku terdampar pada sebuah kenangan tentang kasak-kasak kekuatan sebuah doa. Ya, jika berada di Desa Kedung Pingit dua atau tiga dasawarsa ...

DIY

Atasi Genangan di Musim Penghujan, SPAH Jogja Dibersihkan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan upaya mengatasi potensi munculnya genangan di musim hujan dengan membersihkan sumur peresapan air hujan (SPAH). Ini adalah upaya yang baru pertama kali dilakukan, selain pelumpura ...

DIY

Seorang Lelaki Meninggal Dunia di Pedestrian Malioboro 

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Seorang lelaki ditemukan tak bernyawa tergeletak di kawasan Malioboro. Hingga kini  belum ada keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya korban.  Wakil Ketua Koperasi Tri Dharma PKL Malioboro, Paul Z ...

Analisa Pilkada

Bawaslu Sleman Perpanjang Rekrutmen Pengawas TPS

SLEMAN, BERNAS.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman memperpanjang pendaftaran calon pengawas tempat pemungutan suara atau Pengawas TPS dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman. Sampai hari terakhir pendaftaran pada Ka ...

Olahraga

Tim Bulu Tangkis Indonesia Dapat Suntikan Semangat dari Bupati Sragen

Jawa Tengah, Bernas.id - Tim bulu tangkis terbaik Indonesia saat ini sedang menjalani latihan di Gelanggang Olahraga Bulu Tangkis milik Billy Haryanto di perbatasan Karanganyar-Sragen Jawa tengah. Tim bulu tangkis nasional yang berlatih ...

DIY

Informasi Pemeliharaan Jaringan PLN Wilayah DIY 18-22 Oktober

BERNAS.ID - Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan mengamankan pasokan listrik kepada pelanggan, PT PLN UP3 Yogyakarta akan melakukan serangkaian aktivitas pemeliharaan jaringan. Sebagaimana disampaikan oleh Humas PLN melalui surat kepada ...

Internet

Media Sosial dan Fenomena Kehidupan Berbahasa

BERNAS.ID - Perkembangan zaman pada industri 4.0 seperti yang kita ketahui telah merubah tatanan kehidupan manusia menjadi lebih baik. Perubahan tersebut jelas terlihat pada bidang transportasi, komunikasi dan informasi, kesehatan, dan bida ...

Internet

Tips dan Trik Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Audio Visual

BERNAS.ID - Pembelajaran daring menjadi model pembelajaran baru dengam adanya pandemi yang mewabah di Indonesia bahkan dunia. Pembelajaran daring mewajibkan siswa dan guru untuk menjalankan sebuah sistem operasi baru guna menunjang prose ...

Ekonomi

Puluhan Pedagang Pasar Prawirotaman Diminta Beralih Jenis Dagangan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Proses penempatan kembali pedagang Pasar Prawirotaman Yogyakarta ke bangunan pasar yang baru siap dilakukan. Ini akan disertai dengan sosialisasi mekanisme penempatan dan perubahan jenis dagangan yang harus dilakukan ...