close

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Membuka Seminar Nasional Temu Inklusi 2020 Secara Daring

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Membuka Seminar Nasional Temu Inklusi 2020 Secara Daring

Bernas-id – Sejak diselenggarakan Seminar Temu Inklusi tahun 2014 berbagai agenda telah digodok sebagai wacana kebijakan pemerintah mulai dari pusat hingga tingkat desa. Salah satunya adalah pengadaan Desa Inklusif yang merupakan sebuah program untuk memastikan peran aktif dan keterlibatan semua pihak termasuk penyandang disabilitas dalam proses pembangunan di tingkat desa/kelurahan. Hari ini (9/9) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI resmi membuka Seminar Nasional Temu Inklusi ke-4 secara daring.

Dalam sambutannya, Menko PMK ini menyambut baik kegiatan seminar yang akan dilaksanakan secara daring hingga empat bulan ke depan dengan agenda seminar sebanyak dua kali setiap bulannya. Memasyarakatkan bahwa mereka yang disabilitas juga merupakan bagian dari masyarakat, sehingga tidak ada perbedaan baik dalam melaksanakan kewajiban serta memperoleh hak-hak. Selama ini yang terjadi di masyarakat, penyandang disabilitas merupakan objek bantuan-bantuan sosial, pihak yang perlu dikasihani, dan masyarakat yang terpinggirkan. Dengan adanya Desa Inklusif diharapkan penyandang disabilitas diberikan kesempatan untuk berperan seperti layaknya mereka yang normal, dapat menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai warga negara sehingga mereka akan merasa memang layak mendapatkan hak-haknya.

Rumah Elite Tipe 50 di Jogja Diskon 60 Juta Lokasi Strategis di Jalur Bandara YIA

SEDAYU, KABUPATEN BANTUL, DI YOGYAKARTA

Rp.435,000,000

“Saya punya pengalaman pribadi sewaktu diamanahi menjadi Mendikbud, waktu itu berupaya mengecilkan sekolah-sekolah khusus untuk disabilitas dengan tujuan menggabungkan ke sekolah-sekolah umum atau pengadaan sekolah inklusi. Tentunya dengan penyediaan fasilitas khusus serta tenaga pendidik yang berkompeten. Meski belum berjalan maksimal, tetapi saya sempat menemui di sekolah-sekolah inklusi bahwa justru teman sebaya yang membantu para disabilitas untuk mengerjakan sesuatu bukan gurunya. Ini artinya, bahwa dengan adanya kelas di sekolah inklusi, mereka (anak-anak yang normal) menyadari keberagaman dan saling tolong menolong. Ini luar biasa. Gotong royong dan empati, ini sangat mahal. Jadi jangan dikira sekolah inklusi itu memberatkan sekolah, justru akan membentuk karakter luar biasa,” tutur Muhadjir. Sebelum menutup sambutannya, Menko PMK berharap hal ini pun nantinya akan terjadi di desa-desa inklusif.

Akhirnya tepat pukul 09.26 WIB Seminar Nasional Temu Inklusi 2020 resmi dibuka dan diawali dengan Seminar pertama bertajuk, Desa Inklusif: Membedah Indikator dan Regulasi, Merumuskan Strategi untuk Mereplikasi. (tan) 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

JUAL MURAH BANGUNAN UNTUK GUDANG ATAU KANTOR

JUAL MURAH BANGUNAN UNTUK GUDANG ATAU KANTOR


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

JUAL MURAH BANGUNAN UNTUK GUDANG ATAU KANTOR

JUAL MURAH BANGUNAN UNTUK GUDANG ATAU KANTOR


Kavling 100 M2 hanya Rp 60 Juta sudah SHM dan GRATIS Pondasi

Kavling 100 M2 hanya Rp 60 Juta sudah SHM dan GRATIS Pondasi


Rumah Jogja Murah Angsuran 1 Jutaan

Rumah Jogja Murah Angsuran 1 Jutaan


Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru