Polemik Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19

Penulis : Jurnalis Bernas
Editor : Redaktur Bernas
20 September 2020



Oleh Wiastiningsih, WNI yang sedang kuliah di Tokyo.

Sejak wabah Covid-19 terjadi akhir tahun 2019 di Wuhan dan meluas hampir ke seluruh penjuru dunia, semua lini kehidupan terdampak dan perlu beradaptasi agar kehidupan tetap berlangsung. Salah satu lini kehidupan yang sangat penting yang terdampak besar adalah dunia pendidikan formal. Hal ini tentu saja karena sekolah formal merupakan tempat berkumpulnya orang banyak dalam satu ruangan pada waktu yang cukup lama, dan ini merupakan keadaan yang berpeluang besar menularkan virus Covid-19. Pengertian sekolah formal dalam tulisan ini saya batasi berupa sekolah yang dilaksanakan baik oleh pihak swasta maupun pemerintah berupa proses belajar mengajar secara langsung di kelas.

Salah satu kebijakan pemerintah terkait sektor pendidikan pada masa pandemi Covid-19 adalah terbitnya Surat Edaran Mendikbud yang diunggah di laman kemdikbud.go.id pada tanggal 17 Maret 2020. Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, di daerah yang sudah terdampak Covid-19 diberlakukan pembelajaran secara daring dari rumah bagi siswa dan mahasiswa. http://kemdikbud.go.id/main/files/download/c5d9f0ec9ff40c6.

Karena penularan Covid-19 di Indonesia terjadi dengan cepat dan jumlahnya meningkat hampir di semua daerah, maka surat edaran ini tentu saja mempengaruhi proses belajar mengajar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan persiapan yang dapat dikatakan kurang memadai dan tanpa penjajagan kondisi di lapangan yang cukup, kebijakan sekolah daring diberlakukan secara nasional sejak bulan Maret 2020. Baik pihak sekolah, pihak wali murid, maupun pihak murid secara tiba-tiba harus melaksanakan sekolah daring tanpa kesiapan yang memadai.

Kebijakan sekolah daring memang merupakan salah satu solusi yang dapat dipilih pada masa pandemi Covid-19 ini, namun apakah semua pihak memiliki kemampuan dan kesiapan untuk melakukannya dan apa saja kesulitan yang dihadapi orang-orang yang terlibat di dalam pelaksanaanya?

Tulisan ini akan memaparkan data hasil survei yang saya laksanakan selama bulan Mei 2020 ketika di Indonesia telah melaksanakan sekolah daring hampir secara nasional dan di Jepang sedang diberlakukan “Status Darurat Nasional” sejak 7 April hingga 25 Mei 2020 sehingga sekolah diliburkan dari tingkat TK sampai SMA. Saya membagikan angket secara daring kepada wali murid yang memiliki anak bersekolah di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Indonesia dan wali murid orang Indonesia yang tinggal di Jepang. Pemilihan tingkat Pendidikan SD dan SMP sebagai sampel dalam penelitian ini karena jenjang SD dan SMP merupakan jenjang wajib belajar di Indonesia dan juga di Jepang.

Pemilihan Jepang dan Indonesia sebagai tempat pengambilan data adalah karena saat ini saya tinggal sementara di Jepang dan ingin mengetahui kondisi di lapangan pelaksanaan sekolah daring di Indonesia. Dari data hasil angket ini, saya ingin memaparkan keadaan di lapangan dan melihat lebih dalam sisi positif dan negatif masing-masing kebijakan dan berharap dapat memberikan sedikit kontribusi pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Angket penelitian saya bagikan secara acak melalui rekan-rekan yang saya kenal dan meminta bantuan agar dibagikan di grup-grup wali murid yang diikutinya. Semua responden yang datanya saya paparkan dalam tulisan ini adalah data yang berasal dari wali murid yang memiliki anak bersekolah di jenjang SD dan SMP. Fokus penelitian ini bukan pada banyaknya jumlah responden, namun pada luasnya jangkauan wilayah persebaran angket. Hal ini bertujuan untuk mengamati pelaksanaan proses belajar mengajar di berbagai wilayah yang berbeda pada masa pandemi yang sama dan diharapkan responden dari satu wilayah yang sama merepresentasikan pelaksanaan kebijakan pemerintah di wilayah tersebut.

Total data yang diperoleh berasal dari 211 orang responden, dengan 30 orang responden tinggal di Jepang dan 181 orang responden tinggal di Indonesia. Persebaran wilayah di mana responden tinggal dapat dilihat pada table dan grafik berikut ini.

 

RESPONDEN TINGGAL DI INDONESIA

RESPONDEN TINGGAL DI JEPANG

Domisili responden

Jumlah reponden

Domisili Responden

Jumlah Responden

DIY

35

Tokyo

10

DKI Jakarta

4

Matsuyama

4

Jawa Tengah

21

Chiba

3

Jawa Timur

8

Kanagawa

1

Jawa Barat

72

Ibaraki

10

Kalimantan Barat

11

Tochigi

1

Nanggroe Aceh Darussalam

1

Ishikawa

1

Papua

4

Subtotal

30

Sulawesi Selatan

3

 

Banten

15

Lampung

1

Kepulauan Riau

5

Kalimantan Timur

1

Subtotal

181

           

Pada pertanyaan pertama mengenai pelaksanaan belajar mengajar daring diperoleh data seperti berikut. Dari 181 responden yang tinggal di Indonesia, 177 (98%) responden menjawab sekolah anaknya melaksanakan pembelajaran daring sedangkan 4 orang (2%) responden menjawab sekolah anaknya tidak melaksanakan pembelajaran daring. Sedangkan dari 30 responden yang tinggal di Jepang, 12 orang (43%) responden menjawab sekolah anaknya melaksanakan sekolah daring dan 17 orang (57%) responden menjawab sekolah anaknya tidak melaksanakan sekolah daring. Dari data ini tampak bahwa sekolah di Indonesia yang melaksanakan pembelajaran daring jauh lebih banyak daripada yang tidak melaksanakan pembelajaran daring sementara di Jepang terjadi hal yang sebaliknya.

Hal berikutnya yang saya tanyakan dalam angket adalah rasio jumlah anak yang dimiliki terhadap ketersediaan gawai yang diperlukan untuk mengikuti pembelajaran daring. Dari 117 responden di Indonesia yang sekolah anaknya melaksanakan pembelajaran online, 20 responden (11%) memiliki anak lebih banyak dari gawai untuk belajar daring, 58 responden (33%) memiliki jumlah anak sama dengan jumlah gawai untuk belajar daring dan 99 responden (56%) memiliki anak lebih sedikit dari jumlah gawai untuk belajar daring. Kemudian dari 12 responden orang Indonesia yang tinggal di Jepang dan sekolah anaknya melaksanakan pembelajaran online, 2 responden (17%) memiliki anak lebih banyak dari jumlah gawai untuk belajar daring, 3 responden (25%) memiliki jumlah anak sama dengan jumlah gawai untuk belajar daring dan 7 responden (58%) memiliki anak lebih sedikit dari jumlah gawai untuk belajar daring.

Dari data ini dapat diprediksi bahwa ada kemungkinan gawai yang dimiliki 33% responden yang tinggal di Indonesia dan memiliki anak sama dengan jumlah gawai untuk sekolah daring adalah termasuk gawai yang digunakan oleh orangtuanya, sehingga dapat diperkirakan 11%~44% orang tua murid menghadapi masalah kurangnya ketersediaan gawai untuk pembelajaran daring anaknya. Dengan asumsi yang sama, dapat diprediksi juga bahwa 25% dari orang tua murid orang Indonesia yang tinggal di Jepang dan menjawab jumlah anaknya sama dengan jumlah gawai yang dimilikinya termasuk gawai yang digunakan oleh orangtuanya, sehingga sekitar 17%~42% wali murid juga menghadapi masalah kurangnya ketersediaan gawai untuk pembelajaran daring anaknya.

Meskipun baik di Jepang dan di Indonesia lebih dari 50% wali murid tidak mengalami kekurangan jumlah gawai untuk fasilitas anaknya belajar daring, namun jumlah 11%~44% di Indonesia dan 17%~42% responden yang jumlah gawainya tidak memadai merupakan angka yang cukup besar dan tidak bisa begitu saja diabaikan ketika pemerintah menentukan kebijakan terkait metode pembelajaran selama masa pandemic Covid-19 ini.

Kendala yang dihadapi orang tua murid bukan hanya masalah ketersediaan gawai saja karena untuk pembelajaran daring juga diperlukan tersedianya jaringan internet. Dalam angket yang saya bagikan saya juga menanyakan mengenai berapa persen penghasilan yang digunakan untuk menyediakan akses internet untuk pembelajaran daring. Hasilnya tampak dalam table berikut ini.

Persentase penghasilan yang digunakan untuk menyediakan akses internet untuk pembelajaran daring

Persentasi penghasilan yang digunakan untuk menyediakan akses internet

Jumlah responden (persentase)

Tinggal di Indonesia

Tinggal di Jepang

<5%

75(42,4%)

8 (66,7%)

5~10%

60 (33,9%)

3 (25%)

10~20%

26 (14,7%)

 

30~50%

13 (7,3%)

 

Tidak ada biaya karena langganan wifi

1 (0,6%)

1 (8,3%)

Tidak disebutkan persentasenya

2 (1,1%)

 

 

Dari data tersebut, tampak bahwa dari 177 responden yang tinggal di Indonesia, 135 orang (76,6%) di antaranya menggunakan 0~10% penghasilannya dan 39 orang (22%) menggunakan lebih dari 10% penghasilannya untuk biaya akses internet agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran daring. Dan dari 12 responden yang tinggal di Jepang, 11 orang (91,7%) menggunakan 0~10% penghasilannya untuk biaya akses internet agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran daring.

Jika dilihat persentasenya, lebih dari 75% responden di Indonesia maupun di Jepang menggunakan 0%~10% penghasilannya untuk menyediakan akses internet meskipun nilai tertinggi 10% akan dianggap besar atau kecil memang sangat relatif. Namun, pemangku kebijakan sama sekali tidak bisa mengabaikan bahwa ada sebagian masyarakat (22%) yang mengunakan 10% lebih dari penghasilannya untuk biaya akses internet pembelajaran daring anaknya bahkan 7,3% di antaranya terpaksa menggunakan 30% lebih penghasilannya untuk menyediakan akses internet untuk pembelajaran daring.

Dari data tersebut, jika kita ilustrasikan penghasilan seseorang dalam satu bulan adalah 1 juta, maka 7,3% responden ini terpaksa menggunakan minimal 300.000 rupiah untuk biaya akses internet pembelajaran daring anaknya dan sisanya yang 700.000 rupiah baru bisa digunakan untuk keperluan hidup sekeluarga, ini adalah rasio yang sangat tidak berimbang secara matematis. Saya sengaja tidak membuat ilustrasi dengan nilai UMR di daerah tertentu karena tidak sedikit dari masyarakat kita yang pendapatannya di bawah UMR. Jangankan berpenghasilan 1 juta sebulan, bahkan orang-orang yang bekerja pada bidang-bidang pekerjaan yang terdampak Covid-19 seperti pariwisata, hotel, transportasi dan lainnya sangat mungkin pendapatannya berkurang atau bahkan hilang sama sekali selama pandemic Covid-19 ini.

Pemangku kebijakan tidak boleh menentukan kebijakan pembelajaran daring ini dengan memukul rata kemampuan ekonomi semua lapisan masyakarat dan tentu saja juga perlu memikirkan alternatif-alternatif metode pembelajaran lain agar tidak memperburuk kemampuan finansial masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Selain masalah biaya akses internet di atas, saya juga menanyakan kepada responden apakah mereka mengalami kesulitan-kesulitan lain. Saya memberikan lima pertanyaan berikut ini yang hasilnya saya tampilkan dalam table dan grafik berikut ini.

 

Pilihan

Ya

Tidak

1. Anda juga harus melaksanakan pekerjaan secara daring sehingga akses internet di rumah tidak stabil

99

71

2. Anda harus terlibat dalam pelajaran daring anak Anda sementara Anda sendiri wajib melakukan pekerjaan dan rutinitas lain

166

25

3. Jumlah gawai (gadget) yang tidak mencukupi untuk keperluan pelajaran daring anak Anda

106

35

4. Biaya akses internet untuk pelajaran daring terpaksa menggunakan pos-pos pengeluaran rumah tangga rutin yang lain

81

82

5. Anda harus mencari informasi dan pengetahuan untuk membantu menjelaskan pelajaran yang tidak dipahami anak Anda.

158

28

 

 

Dari table dan grafik di atas, kesulitan yang paling banyak dialami adalah orang tua juga harus melakukan pekerjaan daring dan sekaligus mendampingi pembelajaran daring anaknya dengan kemampuan dan pengetahuan yang dia sendiri tidak menguasainya. Hal ini tentu saja membawa efek domino bagi murid dan orang tua dan juga sekolah. Anak yang tidak memahami pelajaran mau tidak mau tentu memerlukan bantuan orang tuanya yang secara fisik ada di dekatnya, sementara orang tua juga dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya, baik pekerjaan domestik rumah tangga ataupun pekerjaan daringnya. Anak tentu saja akan merasa terbebani jika tugasnya tidak selesai atau tidak memahami pelajarajan yang diikuti. Dan orang tua yang mengalami tambahan volume tugas, yaitu pekerjaannya sendiri dan tugas mendampingi pelajaran daring anaknya tentu akan mengalami kelelahan fisik dan psikis. Secara logis, pada situasi normal di sekolah setiap mata pelajaran diampu oleh masing-masing guru yang berbeda dan berkompeten, sedangkan di rumah orang tua dituntut mampu membimbing semua mata pelajaran yang ia sendiri tidak memiliki kompetensinya, maka tentu akan menjadi beban yang berat. Dan pada akhirnya tugas murid yang tidak tuntas atau murid yang tidak optimal memahami pelajaran akan menjadi beban berat bagi sekolah selaku penyelenggara pembelajaran daring yang tentu saja dituntut untuk menuntaskan silabus dari masing-masing pelajaran.

Dari beragam kesulitan yang dihadapi orang tua, bebas psikologis adalah hal yang perlu mendapat perhatian pemangku kebijakan. Jika dibandingkan dengan beban finansial dan fisik, dalam table dan grafik berikut ini, masalah dari sisi psikis tampak lebih dominan dirasakan oleh orang tua murid yang mendampingi pembelajaran daring.

 

Pilihan

Ya

Tidak

  1. Segi keuangan

60

129

  1. Segi psikis orangtua dan anggota keluarga serumah lainnya

111

81

  1. Segi fisik

64

114

 

Setelah reponden menyampaikan pendapatnya mengenai kesulitan yang dihadapi, pada pertanyaan selanjutnya saya menanyakan penilaian responden terhadap efektifitas pembelajaran daring. Dengan skala 0 sampai 10, sejumlah 42% reponden memberikan penilaian 0~5 dan 58% responden memberikan penilaian 6~9. Menurut saya, penilaian minimal 6 ini cukup bagus untuk sebuah metode pembelajaran baru yang dilaksanakan secara tiba-tiba dan tanpa persiapan yang cukup. Tentu saja pendapat saya ini sangat relatif dan tentu ada yang tidak sepakat.

         Meskipun, 58% persen responden menilai efektifitas pembelajaran daring lebih dari 6 dengan skala 0 sampai 10, namun pada pertanyaan berikutnya mengenai pilihan metode pembelajaran, ternyata hampir 47% responden menghendaki adanya penggantian metode pembelajaran dari daring ke metode yang lain. Dan ketika saya minta untuk memberikan masukan metode lain apa yang bisa digunakan, ada beragam ide di antaranya adalah tatap muka dengan protokol kesehatan baru, video pelajaran yang dikirim oleh guru, tugas yang dikirim melalui pos, siaran televisi dan gabungan antara pembelajaran daring dan tatap muka dengan protokol kesehatan baru.

 

Dalam angket, saya juga menanyakan kepada responden di Jepang yang sekolah anaknya tidak melaksanakan pembelajaran daring, apa metode yang digunakan selama sekolah diliburkan akibat pandemic Covid-19? Responden menyebutkan bahwa beberapa metode pembelajaran berikut ini digunakan selama sekolah diliburkan akibat pandemic Covid-19:  siaran televisi nasional NHK online school, pekerjaan rumah yg dikirimkan melalui pos yang kemudian dilanjutkan dengan informasi melalui laman sekolah, pekerjaan rumah yang dibagikan berkala dengan diantarkan ke rumah masing masing, tidak ada aktifitas pengganti pembelajaran, dan di sekolah negeri pekerjaan rumah yang dibagikan berkala dengan diambil siswa ke sekolah dengan pembagian jadwal kedatangan maksimal setengah kapasitas kelas dan PR dibagikan dalam 10 menit. Hal ini memungkinkan dilakukan karena diberlakukan system zonasi dan jarak sekolah dengan rumah terjangkau dengan jalan kaki untuk jenjang SD dan SMP.

           Di Jepang sejak kebijakan status darurat nasional dicabut pada 25 Mei 2020, sekolah perlahan kembali dibuka. Mulai 15 Juni 2020 sekolah berjalan seperti biasa dengan protokol kesehatan di antaranya wajib mengukur suhu badan, bermasker dan disediakan hand sanitizer di pintu masuk gedung meskipun terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 pada akhir Juli 2020 terutama di wilayah Tokyo, sekolah tetap berjalan normal sampai saat ini. Selain itu, pada akhir Mei 2020, sekolah membuat angket mengenai ketersediaan gawai dan koneksi internet di rumah rumah masing-masing siswa. Kemudian pada akhir Juli dan awal Agustus pemerintah daerah menyosialisasikan laman yang disusun oleh bidang pendidikan  pemerintah daerah yang berisi materi pelajaran yang bisa diakses siswa secara daring dengan akun yang ditentukan oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga berencana meminjamkan gawai kepada siswa yang tidak memiliki gawai meskipun jumlahnya tidak bisa dipastikan apakah bisa memenuhi seluruh kebutuhan atau tidak. Penyusunan laman berisi materi pelajaran ini bersifat manasuka bagi yang ingin menggunakannya sejak Agustus 2020 bersamaan dengan sekolah yang berjalan normal dan merupakan rencana cadangan jika di waktu yang akan datang pandemi Covid-19 memburuk dan sekolah terpaksa diliburkan kembali.

            Dengan melihat data di atas, menurut pendapat saya, pemangku kebijakan perlu meninjau ulang pelaksanaan sekolah daring. Tidak semua masyarakat siap secara finansial, sarana dan prasarana untuk melaksanakan sekolah daring. Selain itu, beban psikologis orangtua juga salah satu masalah penting untuk diselesaikan. Angket ini baru melihat sebagian kecil kesulitan yang dihadapi wali murid, tentu saja dari sisi murid dan guru pun memiliki berbagai kesulitan dan kendala yang lain dan memerlukan perhatian dari pemangku kebijakan.

Kita mungkin perlu belajar dari apa yang dilakukan pemangku kebijakan di bidang pendidikan di Jepang yang melakukan survei terlebih dahulu tentang kesiapan masyakarat sebelum  melaksanakan sekolah daring. Selain itu, pendapat dari responden di Indonesia mengenai alternatif metode belajar selain daring, yaitu tatap muka dengan protokol kesehatan baru, video pelajaran yang dikirim oleh guru, tugas yang dikirim melalui pos, siaran televisi dan gabungan antara pembelajaran daring dan tatap muka dengan protocol kesehatan baru hampir mirip dengan apa yang dilaksanakan di Jepang pada masa “Status Darurat Nasional” dan sekolah diliburkan.

Jika selama ini, kita merasa seolah sekolah daring adalah satu-satunya pilihan, dengan belajar dari pengalaman bangsa lain dan dengan menyerap pendapat dari masyarakat Indonesia sendiri, ternyata kita bisa juga mempertimbangkan alternatif metode pembelajaran lain atau kombinasi sekolah daring dengan metode yang lainnya. Tentu saja, pemilihan metode pemeblajaran atau kombinasi metode tersebut harus disesuikan dengan kondisi pandemi di masing-masing tempat. Namun, hal yang sangat penting dipertimbangkan adalah jangan sampai kebijakan yang diberlakukan membebani masyarakat pada umumnya, baik beban finansial, psikologis, maupun sarana dan prasarana.

 


Ingin menjadi Sarjana Pengusaha atau Pengusaha yang Sarjana? Kuliah saja di Jurusan Kewirausahaan Universitas Mahakarya Asia www.mahakarya.bernas.id

Simak terus Bernas TV


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Politik

Kopijo Hadir Mengawal Kebijakan Pemerintah

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Mengawal kebijakan pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sampai akhir masa jabatannya merupakan salah satu tujuan terbentuknya Komunitas Pilih Jokowi (Kopijo), itulah ...

Analisa Pilkada

Pentingnya Protokol Kesehatan di Pilkada Sleman untuk Kendalikan Covid-19

SLEMAN, BERNAS.ID - Dalam sejarahnya, pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tahun 2020 digelar di tengah Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang sampai saat ini tak bisa diprediksi kapan berakhir. Untuk itu, perlu diperhatikan terkait p ...

Budaya

Pembukaan Dua Bioskop Jogja Tunggu Hasil Verifikasi 

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pembukaan bioskop yang tentunya sudah ditunggu para pecinta film di Jogja kini mulai menemukan titik terang. Saat ini dua bioskop di Kota Jogja sedang menjalani verifikasi agar bisa beroperasi sesuai protokol kesehat ...

DIY

Pertama Kali, Konser Virtual Sumpah Pemuda di Bandara Internasional Yogyakarta

SLEMAN, BERNAS.ID - PT Angkasa Pura I (Persero) akan menyelenggarakan Konser Virtual Sumpah Pemuda 2020 di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada hari Rabu 28 Oktober 2020 pukul 19.00 WIB melalui Kanal YouTube. Konser virtual ini beris ...

DIY

Posko Siaga Warga Didirikan di Malioboro untuk Kedamaian Jogja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Guna mengantisipasi kemungkinan terulangnya kembali aksi kekerasan massa, Jejaring Masyarakat Jogja meresmikan Posko Siaga Warga di depan Hotel Mutiara, kawasan Malioboro Yogyakarta, Selasa (27/10/2020). Posko d ...

Desa

BUM Desa Mahanani Klaten Mengolah Potensi Desa Agar Bermanfaat bagi Warga dan Lingkungan

PROMOSI BUMDESA, BERNAS.ID - Mahanani yang berasal dari bahasa jawa yang artinya “Migunani” atau dalam bahasa Indonesia artinya bermanfaat, dipilih menjadi nama sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) wilayah Klaten ini. BUM ...

Nasional

Pemkab Purbalingga Aktifkan Pos Pemeriksaan Kesehatan Jelang Libur Panjang

PURBALINGGA, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mengaktifkan kembali pos pemeriksaan kesehatan di delapan jalur masuk wilayah Kabupaten Purbalingga guna mencegah penyebaran COVID-19 saat libur panjang akhir Oktob ...

Gen Z

AESPA, Girl Group Baru Besutan SM Entertainment

SM Entertainment memperkenalkan girl group baru bernama AESPA pada Senin (26/10). Girl grup baru agensi besutan Lee Soo Man ini diperkenalkan melalui teaser singkat pada pukul 01.00 waktu Korea. Awalnya penggemar hanya dapat berspekulasi ...

Pilkada

Debat Publik Pilkada Gunungkidul Putaran Pertama Akan Berlangsung Hari Ini

GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID - Debat publik peserta Pilkada Kabupaten Gunungkidul 2020 akan berlangsung pada hari Selasa, (27/10/2020) pukul 19.30 WIB. Debat publik perdana diikuti oleh 4 orang calon Bupati. Diungkapkan oleh Komisioner Divisi ...

Nasional

14.692 Pekerja Batal Mendapatkan BLT Bantuan Subsidi Upah 600 Ribu Perbulan

JAKARTA, BERNAS.ID - Sebanyak 14.692 pekerja batal mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi upah / gaji dari pemerintah sebagai bagian jaring pengaman sosial dampak pandemi covid-19. Hal ini disampaikan oleh Deputi Dire ...

Editorial

SUMPAH PEMUDA, BERSATU BANGKIT HADAPI PANDEMI

Tahun ini bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92. Waktu itu pemuda dan pemudi dari Sabang sampai Merauke, dari berbagai latar belakang suku dan ras telah menorehkan dalam sejarah bangsa Indonesia tentang semangat persatua ...

Daerah

Keluar Masuk Provinsi Riau Wajib Lakukan PCR dengan Biaya Mandiri

Pekanbaru, Bernas.id - Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan keluar atau masuk ke wilayah Provinsi Riau diwajibkan untuk melakukan PCR dengan biaya sendiri. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Pemerin ...

DIY

Kabupaten Sleman Memberikan Bantuan bagi Warganya yang Kena PHK

SLEMAN, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 200.000 kepada 57 warga Sleman yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena Pandemi Covid-19. BST akan diberikan dari bulan Se ...

DIY

Pos Dinamis Disiapkan untuk Antisipasi Kemacetan Jogja di Long Weekend

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Tanggal 28 dan 30 Oktober 2020 telah ditetapkan sebagai hari cuti bersama, dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad yang jatuh pada tanggal 29 Oktober. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta s ...

DIY

BPBD Kota Jogja Minta Tempat Evakuasi Ditambah

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menyarankan penambahan tempat evakuasi di seluruh wilayah. Ini agar protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, khususnya perihal jaga jarak, bisa ...

Lifestyle

Dekranas Menggelar Karya Batik Kulon Progo di Era Pandemi Covid-19

KULONPROGO, BERNAS.ID - Sektor industri fashion tak luput dari dampak pandemi Covid-19, begitu pula para perajin kain batik di Kabupaten Kulonprogo. Guna menghidupkan kembali industri batik di Kulonprogo, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (De ...

Kesehatan

Jelang Libur Long Weekend, Sleman Perketat Prokes di Pusat Keramaian

SLEMAN, BERNAS.ID - Bupati Sleman, Sri Purnomo menghimbau masyarakat terkait pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) terkait libur panjang  (long weekend) cuti bersama libur Maulid Nabi Muhammad SAW, dari tanggal 28-30 Oktob ...

DIY

Stok BBM di Jogja Jelang Long Weekend Aman

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Menjelang cuti bersama (long weekend) pada tanggal 28 dan 30 Oktober 2020, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Bagian Tengah mengantisipasi kebutuhan BBM dan LPG dengan menyiagakan stok ...

DIY

Kawulo Ngayogyakarta Tolak Demo Anarkis di Pertigaan UIN Jogja

SLEMAN, BERNAS.ID - Ratusan massa Komunitas Kawulo Ngayogyakarta (KKN) melakukan aksi tolak demo anarkis di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Minggu (25/10/2020). Komunitas ini terdiri dari 50 organisasi masyarakat, relawan da ...

Budaya

PKN 2020, Bukti Keberpihakkan Kepada Seniman Dan Pekerja Seni Dimasa Pandemi Covid-19

JAKARTA, BERNAS.ID - PKN adalah upaya negara dan masyarakat di dalam membangun wadah kerja bersama untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berekspresi, dialog antar-budaya, serta inisiatif dan partisipasi inovatif yang dikelola secara berjen ...

Budaya

Buku Profil TBY Dihadirkan Untuk Jadi Jendela Bagi Masyarakat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menghadirkan buku Profil Taman Budaya Yogyakarta ke tengah masyarakat. Lewat itu, Taman Budaya Yogyakarta selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kebudayaan (Tundha Kabudayan) DIY ...

Pendidikan

Pengukuhan Guru Besar UNY Bidang Ilmu Pendidikan Kejuruan

SLEMAN, BERNAS.ID - Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hampir semua komponen pendidikan di SMK perlu terus  disempurnakan, meliputi standar kompetensi lulusan, kurikulum, sarana dan prasa ...

Hukum dan Kriminal

KPK Tahan Walikota Tasikmalaya Periode 2017-2022, Terkait Dugaan Suap Pengurusan DAK TA 2018

JAKARTA, BERNAS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan terhadap Walikota Tasikmalaya periode 2012 – 2017 dan 2017 – 2022, terkait dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kota Tasikmalaya TA 20 ...

Pariwisata

Kebangkitan Pariwisata DIY Butuh 3 M

YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Kesadaran bersama untuk patuh pada protokol kesehatan sangat penting. Memakai masker, Mencuci tangan menggunakan sabun dan Menjaga jarak (3M), menjadi kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menggerakan la ...

Pilkada

Tak Hanya Pelanggaran Aturan, Bawaslu Sleman Juga Memetakan TPS Rawan Covid-19

SLEMAN, BERNAS.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman memasukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di zona merah Covid-19 sebagai wilayah rawan. Pemetaan perlu dilakukan sebagai antisipasi persebaran virus Covi ...

DIY

Ada Layang-layang Tersangkut di Pesawat Citilink dari Jakarta

SLEMAN, BERNAS.ID - Sebuah insiden terjadi pada pesawat Citilink dari Jakarta ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada hari Jumat 23 Oktober 2020. Pesawat dengan nomor penerbangan QG 1107 yang berangk ...

Lifestyle

Pameran Fesyen di Pasar Beringharjo Digelar untuk Dongkrak Perekonomian

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Berbagai upaya dilakukan untuk kembalikan situasi perekonomian di Kota Jogja. Salah satunya melalui pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar yang dilakukan UPT Pusat Bisnis, Disperindag Kota Yogyakarta. E ...

Nasional

Jawa Tengah Raih TPID Award

JAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) wilayah Jawa - Bali. Prestasi ini merupakan kali keempat yang diraih Jawa Tengah sejak 2015 sebagai provinsi terbaik pengen ...

Nasional

Libur Long Weekend, KAI Tambah Perjalanan Kereta Api 13%

JAKARTA, BERNAS.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah perjalanan kereta api yang melayani pelanggan sebanyak 13% menyambut libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama akhir Oktober. Penambahan perjalanan KA ini untuk mengantisipas ...

Ekonomi

Pandemi, Penumpang YIA dan Adisutjipto Terima Subsidi Pembelian Tiket Sampai Desember

SLEMAN, BERNAS.ID - Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Adisutjipto menerima stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Dua bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura masuk ke dala ...

DIY

Wakil Walikota Meminta Kampung Tangguh Bencana Jogja Mengecek Peralatan yang Dimiliki

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta seluruh Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta untuk melakukan pengecekan semua peralatan penanganan bencana. Harus dipastikan semua peralatan bisa berfungsi ...

Lifestyle

Ini Profil Singkat Masjid Presiden Joko Widodo yang Akan Dibangun di Abu Dhabi

ABU DHABI, BERNAS.ID - Sebagaimana dimaklumi, sesuai perintah Putra Mahkota Abu Dhabi Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Pemerintah Uni Emirat Arab telah meresmikan Jalan Presiden Joko Widodo di kawasan diplomatik/Embassy Area ...

DIY

Siasati Pandemi, PMII Kelola Empat Kolam Lele, Bantuan dari Polda DIY

SLEMAN, BERNAS.ID - Menyikapi pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, Polri melalui Polda DIY memberikan bantuan empat kolam Lele untuk organisasi mahasiswa (ormawa) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) D ...

Nasional

Kemenparekraf Menggandeng AELI dalam Peningkatan Kapasitas Pemandu Outbond

JAKARTA, BERNAS.ID - Kemenparekraf melalui Asosiasi Experiential Learning Indonesia mengadakan pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemandu Outbound yang tergabung dalam AELI selama 5 hari secara daring. Pelatihan Peningkatan Kapasitas P ...

Ekonomi

Pandemi Covid-19 Rupanya Dorong Kenaikan Jumlah Investor

YOGYAKARTA, BERNAS.ID —Tingkat kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia dinilai masih terus meningkat, di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut dilihat dari jumlah investor pasar modal yang terus meningkat, sebagai salah ...

Olahraga

Realistis, Tidak Akan Ada Kompetisi Liga 1 2020

SLEMAN, BERNAS.ID - Melihat fakta-fakta yang ada, sampai Desember 2020 hampir pasti tidak akan ada kompetisi Liga 1 2020. Paling realistis itu pada Januari 2021, itu pun pertengahan bulan dan merupakan turnamen pemanasan untuk kompetisi 202 ...

DIY

Elemen Ormas Jogja Tolak Unjuk Rasa Anarkis

SLEMAN, BERNAS.ID - Puluhan organisasi massa (Ormas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan deklarasi menolak anarkisme di Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kamis pagi (22/10/2020). Mereka sepakat untuk bersama-sama menolak dan akan mela ...

Kesehatan

Indonesia melalui BKKBN Terpilih Sebagai Executive Committee Organisasi Partners in Population and Development

JAKARTA, BERNAS.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadiri pertemuan the 25th Partners in Population and Development Annual Board Meeting yang merupakan Pertemuan Tahunan Dewan Partners in Population and Deve ...

Sintesa

Satu Potret Super Mikro Peristiwa di Daerah Perbatasan antara Kota dan Desa

Oleh:  Profesor Sudjarwadi    Pada suatu hari Minggu pertengahan bulan September 2020,  Situtena menghadiri pertemuan anak-anak muda di sebuah rumah di daerah perbatasan antara kota dan desa. Pertemuan dihadiri o ...

Budaya

WJNC #5: Babat Alas Mertani

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perayaan puncak hari ulang tahun ke 264 Kota Yogyakarta dimeriahkan dengan acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #5 dengan tema Babat Alas Mertani, Rabu (21/10/2020) di halaman Air Mancur Balaikota Yogyakarta. ...

DIY

Berkarya di Tengah Pandemi: Ormawa FBS UNY Siap Laksanakan Pentas Kolaborasi Internasional

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Organisasi Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UNY siap melaksanakan pentas kolaborasi. Pada beberapa tahun sebelumnya, pentas ini ditiadakan namun diganti dengan Festival Bahasa dan Seni yang dilaksanakan selama ...

Kesehatan

Stunting di Tengah Covid-19, Wapres: Pemerintah Daerah Harus Inovatif

JAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepala daerah Kabupaten/Kota tidak melonggarkan upaya percepatan pencegahan stunting ditengah pandemi virus corona ( Covid-19). Berbagai program dan kegiatan yang diperlukan untu ...

DIY

Pemda DIY Tak Fasilitasi Pengganti Lahan yang Terdampak Tol Jogja-Solo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Karena hanya diberi uang ganti rugi tanpa disediakan lahan, sejumlah warga terdampak tol Jogja-Solo mengeluhkan kebingungan mencari lahan pengganti. Merespons hal ini, Pemda DIY menegaskan tidak bisa memfasilitasi pe ...

Pilkada

Akademisi Nilai Program Mbangun Dusun Nganti Wangun Dinilai Realistis

SLEMAN, BERNAS.ID - Akademisi, Edy Chrisjanto menilai program Mbangun Dusun Nganti Wangun dari Pasangan calon bupati/wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) cukup realistis. Rencananya, program ini akan didukung dengan angg ...

Ekonomi

Sultan Bakal Ubah Hotel Mutiara Jadi Sentra UMKM

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan kunjungan lapangan ke Hotel Mutiara yang terletak di Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (21/10/2020). Kunjungan dilakukan terkait rencana Pemda DIY untuk pembelian da ...

Ekonomi

Ekosistem Digital Menyangga Ekonomi Yogyakarta di Masa Pandemi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Ekonomi Digital seperti GoFood tak dipungkiri menjadi penyangga ekonomi di Kota Yogyakarta bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi terutama pekerja swasta dan profesional. Riset terbaru Lembaga Demografi Fa ...

Politik

UU Cipta Kerja Berpotensi Melemahkan Perlindungan bagi Konsumen Produk Halal

JAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Baleg Fraksi PKS, Bukhori Yusuf meminta pemerintah tidak abai terhadap aspek perlindungan konsumen produk halal. Peringatan ini ia sampaikan mengingat UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan berpotensi merugikan ...

Kesehatan

Perkantoran Diminta Rutin Evaluasi Protokol Kesehatan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Satgas COVID-19 Kota Yogyakarta mengingatkan perkantoran untuk rutin melakukan evaluasi atas penerapan protokol kesehatan. Ini guna mengantisipasi potensi munculnya penularan di lingkungan kerja Pemerintah Kota Yogya ...

DIY

Mahasiswa Kembali Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Bunderan UGM

SLEMAN, BERNAS.ID - Ratusan elemen mahasiswa dari sejumlah universitas di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) mulai berkumpul di Bunderan UGM, mulai jam 1 siang, Selasa (20/10/2020). Massa aksi ini berencana melaku ...

Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2020 Siap Disajikan Secara Virtual

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Meski masih berada dalam masa pandemi Covid-19, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tahun 2020 ini tetap diadakan. Namun yang membedakan dari WJNC tahun-tahun sebelumnya, WJNC #5 kali ini digelar secara virtual. ...