close

BKKBN Penanggungjawab Utama Penanggulangan Stunting

BKKBN Penanggungjawab Utama Penanggulangan Stunting

JAKARTA, bernas.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditetapkan menjadi penanggungjawab utama dalam program penanggulangan stunting (kekerdilan pada anak). Penetapan itu disampaikan Presiden secara langsung dan  lisan kepada Kepala BKKBN, Dr. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) saat dipanggil ke Istana Negara, beberapa waktu lalu.

Menindak lanjuti keputusan tersebut, jajaran BKKBN telah  melakukan serangkaian pertemuan, di antaranya dengan jajaran Kantor Wakil Presiden dan Kementerian Keuangan.

Di sela acara Webinar Series "Jangan Tua Sebelum Kaya", Selasa (29/9), Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip.Com, membenarkan penetapan tersebut saat dikonfirmasi wartawan.

"Dalam penanganan stunting, BKKBN menjadi  koordinator yang diarahkan di tingkat lapangan," ujar Dani, panggilan akrab Listyawardani.

Penunjukan BKKBN ini di antaranya didasari pertimbangan kemampuan "dobrak" di mana lembaga ini memiliki "pasukan" lapangan yang terbilang cukup banyak. Mencapai 14 ribu Petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB/PKB) dari unsur ASN (Aparatur Sipil Negara) dan anak 10 ribu petugas non-ASN.

Menurut Dani, nantinya BKKBN akan lebih fokus menggarap kegiatan penanggulangan stunting yang belum sepenuhnya tersentuh.

"Gap yang belum terselesaikan, akan menjadi perhatian kita. Terutama mendampingi remaja, dan juga keluarga," ujar Dani.

Ketika melakukan pendampingan, petugas BKKBN akan memastikan bahwa kehamilan itu adalah benar-benar kehamilan yang direncanakan. Sehingga akan lahir anak yang sehat.

"Dengan pendampingan ini, diharapkan tidak ada lagi ibu yang memiliki risiko melahirkan anak yang tidak sehat yang berisiko stunting," jelas Dani.

Pemerintah sendiri menargetkan kasus stunting yang saat ini mencapai angka sekitar 27 persen, dapat ditekan menjadi 24 persen pada 2020 dan turun lagi menjadi 14 persen pada 2024.

Lebihlanjut Dani mengatakan, 30-35 persen kasus stunting pada anak dilahirkan oleh wanita yang menikah di usia muda. "Menikahlah di usia 21 tahun agar melahirkan anak yang sehat," ajak Dani kepada anak muda.

Penyebab stunting lainnya adalah jarak kelahiran. Dalam berbagai penelitian, demikian Dani, ada korelasi kuat antara jarak kelahiran dan stunting. "Untuk itu, BKKBN mengajak keluarga untuk menjaga jarak kelahiran minimal tiga tahun antar satu anak dengan anak berikutnya," ujar Dani.

Dani mengingatkan agar para ibu memperhatikan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Suatu periode kehidupan bayi sejak dalam kandungan hingga dua tahun menyusui. Dani juga mengkhawatirkan akan terjadinya peningkatan kasus stunting di masa Covid-19. Pasalnya, daya beli masyarakat menurun.

"Kondisi saat ini cukup mengejutkan. Banyak keluarga mulai kesulitan ekonomi. Mereka menjual simpanannya seperti emas. Atau mulai makan dari tabungan. Belum lagi munculnya kasus depresi dan stres," tandasnya.

Demikian halnya meningkatnya kasus perceraian dan kerenggangan hubungan antar suami-istri karena masalah  ekonomi. Termasuk kawin muda. Atau pun tradisi menikah muda. Semua itu, menurut Dani, dapat mempengaruhi upaya penurunan kasus stunting di Indonesia. Untuk itu, BKKBN akan melakukan intervensi terhadap penghambat-penghambat tersebut melalui program terobosan. (van)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru