close

Omnibus Law RUU Ciptaker Disahkan, Bukhori: PKS Tolak RUU yang Merugikan Rakyat

Omnibus Law RUU Ciptaker Disahkan, Bukhori: PKS Tolak RUU yang Merugikan Rakyat

JAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Baleg Fraksi PKS Bukhori Yusuf menyesalkan proses pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang seolah terburu-buru. Ia menilai, waktu pembahasan yang singkat tersebut berpotensi menimbulkan malpraktik di kemudian hari ketika UU tersebut diimplementasikan.  

"RUU berisi 1.203 pasal, berdampak pada sekitar 79 UU eksisting, dan diselesaikan dalam waktu kurang dari setahun menunjukan bahwa pembahasan RUU ini seolah dipaksakan. Tuntutan waktu yang sangat singkat ini jelas tidak memberikan ruang memadai bagi fraksi-fraksi lain untuk mengkaji secara cermat terhadap setiap detil pasal yang ada dalam RUU ini. Padahal, RUU ini akan memberikan dampak yang signifikan di setiap lini kehidupan masyarakat," ungkap Bukhori di Jakarta, Senin (5/10/2020).

Politisi PKS ini menambahkan, proses pembahasan yang berlangsung secara maraton dalam beberapa minggu terakhir ini membuat beberapa agenda rapat tim perumus dan tim sinkronisasi tertunda karena tenaga ahli Baleg DPR yang kewalahan. Pasalnya, kemampuan mereka tidak bisa dipaksakan untuk merampungkan kompilasi rumusan pasal yang mencakup hampir 80 UU.

"Mereka bekerja tanpa jeda. Pembahasan berlangsung hampir seharian penuh. Bahkan di hari Jumat sampai Minggu mereka tetap bekerja untuk segera merampungkan RUU tersebut," sambungnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi VIII ini menyatakan kekhawatirannya dengan berkaca pada ritme "kejar tayang" tersebut. Ia menilai, sangat mungkin para TA ini tidak memiliki waktu memadai untuk compile secara baik dan optimal sehingga membuka ruang bagi potensi terjadinya "misleading" dan "dismiss" dari sejumlah kesepakatan formulasi pasal per pasal yang diperoleh dari kesepakatan panja.

"Terdapat sejumlah pasal krusial yang memerlukan pendalaman yang cermat mengingat adanya irisan antara satu pasal dengan pasal yang lain. Misalnya, terkait perizinan berusaha, pengelolaan SDA, hingga ketenagakerjaan. Kesalahan langkah dalam merumuskan karena sikap ketergesaan akan mengakibatkan kerugian besar bagi rakyat di kemudian hari. Karena itu, PKS tidak ingin rakyat dirugikan sehingga kami menekankan kehati-hatian selama pembahasan," jelasnya.

Alhasil, Fraksi PKS menyatakan penolakannya secara tegas terhadap pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di sidang paripurna. Terdapat sejumlah alasan atas sikapnya tersebut.

"Pertama, pembahasan RUU Cipta Kerja sangat minim dari partisipasi publik sehingga masukan, koreksi, dan penyempurnaan RUU tidak bisa diperoleh secara optimal dan tidak sepenuhnya merepresentasikan kehendak rakyat. Kedua, tenggat waktu pembahasan yang singkat membuat proses pembahasan tidak optimal karena mengabaikan unsur kecermatan dan kehati-hatian. Ketiga, RUU Cipta Kerja gagal membaca situasi kebutuhan bangsa saat ini. terakhir, RUU Cipta Kerja membuka ruang bagi ancaman terhadap kedaulatan bangsa, potensi perusakan alam, dan sentralisasi kekuasaan di pemerintah pusat," pungkasnya.

Sebagai informasi, DPR telah mengesahkan RUU Cipta Kerja yang masih menuai kontroversi di masyarakat. Hanya dua fraksi di DPR yang menolak, Fraksi PKS salah satunya. (*/cdr)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru