Terbakarnya Perkebunan Tebu di Desa Kami

Penulis : Heru Sang Amurwabumi
Editor : Sabila J. Firda
11 Oktober 2020

Ilustrasi dari mongabay


Bernas.id - Jika aku berdiri di selatan Desa Kedung Pingit, lalu menatap ke arah barat laut—tepat di kaki Gunung Pandan, tak ada yang bisa kujumpai selain lebatnya perkebunan tebu. Rimbunnya tanaman yang konon sudah silih berganti tumbuh sejak zaman kolonial Belanda itu sebenarnya lebih tepat disebut sebagai hutan tebu di lembah gunung. Perkebunan itu dibelah jalan tak beraspal selebar tiga meter yang menghubungkan desa dengan jalur arteri menuju kota. Jika musim hujan, jalan yang mirip parit itu tidak bisa dilalui kendaraan apa pun. Berjalan kaki pun harus susah payah sebab beceknya lumpur akan menenggelamkan kaki manusia setinggi betis. Di ujung desa, sebelum menapaki perkebunan tebu, terdapat sebuah rumah yang letaknya agak terpencil. Itulah rumah kakekku—Mbah Karta, satu dari sedikit sesepuh Kedung Pingit yang masih tersisa.

Kepadaku, Mbah Karta pernah bercerita bahwa tebu-tebu itu dahulu wajib ditanam oleh orang-orang Desa Kedung Pingit di ladang milik sendiri. Konon itu berlangsung sejak zaman Gubernur Van Den Bosh dengan sistem tanam paksa. Ketika musim panen, Pabrik Gula Djati milik pemerintah Hindia Belanda yang ada di kota Loceret akan membeli hasil tebu rakyat dengan harga murah, bersamaan dengan musim buka giling pabrik gula tiba.

Setelah pejabat Pabrik Gula Djati, Tuan Van Hasselt meninggal, pabrik itu gulung tikar dan tutup. Pengelolaan atas hasil panen tebu diambil alih Pabrik Gula Tjeweng Lestari di kota Patianrowo. Terjadilah perubahan aturan pada sistem tanam tebu.

Menurut pengakuan Mbah Karta pula, Tuan Henriette Adolphinestrat yang menjadi pejabat di Pabrik Gula Tjeweng Lestari menginginkan hak atas pengelolaan perkebunan tebu rakyat Kedung Pingit berada di tangan pabrik gula. Lahan-lahan sawah dan ladang milik penduduk akan disewa oleh perusahaan milik pemerintah Hindia Belanda itu. Sementara para pemilik sawah maupun orang-orang desa yang tidak memiliki lahan, akan dipekerjakan sebagai buruh tani di perkebunan tebu.

Sempat terjadi tarik ulur antara penduduk, Mbah Sastro—Lurah Kedung Pingit—yang menjadi penghubung, dan utusan Pabrik Gula Tjeweng Lestari. Orang-orang desa mengkhawatirkan bahwa sistem sewa lahan akan mengancam sumber kehidupan mereka. Tetapi Mbah Sastro mengatakan bahwa ia yang akan menjadi pengayom dan penjamin keberlangsungan hidup rakyatnya. Lurah Kedung Pingit itu juga mengaku sudah teken kesepakatan dengan Tuan Van Lakerveld, utusan Tuan Henriette Adolphinestrat perihal apa saja yang akan diberikan pabrik gula kepada para buruh tani.

Menurut Tuan Van Lakerveld, orang-orang Desa Kedung Pingit yang menjadi buruh tani di perkebunan tebu milik Pabrik Gula Tjeweng Lestari akan mendapatkan upah setara dengan yang mereka terima kalau bekerja di sawah milik tetangga. Klinik pengobatan akan dibangun di kota kecamatan, mereka bisa berobat tanpa dipungut biaya. Bukan itu saja, setiap akhir minggu, buruh tani diberi libur sehari. Pun demikian dengan perempuan-perempuan yang sedang mendapati masa datang bulan, diperbolehkan tidak bekerja. Kepada mereka, upah akan tetap diberikan utuh.

Mendengar penjelasan Mbah Lurah Sastro dan Tuan Van Lakerveld, luluh pendirian orang-orang Desa Kedung Pingit. Menjadi buruh tani di perkebunan tebu pun lekat dengan kehidupan mereka secara turun temurun. Hingga pada akhir tahun 1950 setelah pemerintah Hindia Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, ketika aset pabrik gula itu tak luput dari sitaan pemerintah Indonesia, mereka tetap bekerja sebagai buruh tani di sana.

Aku tak pernah bosan mendengar cerita Mbah Karta tentang hikayat perkebunan tebu di Kedung Pingit, Pabrik Gula Djati, Pabrik Gula Tjeweng Lestari bersama riwayat sepak terjang pamong desa kami dari masa ke masa itu. Juga cerita tentang anak-anaknya: Pakde Soma dan bapakku yang menolak tawaran Mbah Lurah Sastro bekerja sebagai mandor di pabrik gula milik Belanda.

Seperti malam ini, ketika aku menjenguk Mbah Karta setelah sepuluh tahun mengadu nasib di Borneo, hal yang paling kurindukan dari sosoknya adalah cerita-cerita dari bibir keriputnya. Bak gayung bersambut, malam ini Mbah Karta menceritakn sengketa yang sedang terjadi antara buruh tani, Lurah Kedung Pingit, dan Pabrik Gula Tjeweng Lestari.

“Upah yang selama ini diterima orang-orang Kedung Pingit di perkebunan tebu katanya akan diganti dengan itung-itungan luas lahan garapan,” ucap Mbah Karta membuka percakapan kami.

“Benarkah, Kung?”[1]

“Iya. Aku mendengar sendiri dari Lurah,” jawabnya. “Bukan itu saja, mereka yang semula diperbolehkan istirahat tidak turun ke kebun tebu pada hari minggu, akan dihapus kelonggaran itu.”

“Apa alasan pabrik gula membuat perubahan seperti itu?”

“Entahlah.”

“Mungkin Pak Lurah yang menjadi penghubung buruh tani dan pabrik gula punya alasan tertentu menyetujui aturan baru itu.”

“Lurah pernah bercerita pula bahwa ia tak ingin orang-orang Kedung Pingit kehilangan mata pencaharian. Sebab jika kesepakatan baru itu tidak tercapai, pabrik gula akan mengurangi separuh dari jumlah buruh tani yang bekerja di perkebunan tebu,” jelas Mbah Karta. Aku manggut-manggut, kagum dengan ketajaman ingatan kakekku itu meski usianya sudah di ambang senja.

Aku mencoba menghubungkan cerita Mbah Karta dengan kasak-kusuk persaingan dagang antara pabrik-pabrik gula di tanah air dengan gula kiriman dari negeri seberang. Menurut pengakuan orang-orang cerdik pandai di bidang ekonomi dan ilmu dagang, harga gula dari negeri orang jauh lebih murah dibandingkan gula buatan pabrik-pabrik gula di negeri kita. Persaingan itulah yang menyebabkan banyak pabrik gula di tanah air gulung tikar. Jika ada yang masih bertahan sampai sekarang, pabrik akan melakukan pengencangan ikat pinggang rapat-rapat. Pangkas ongkos sana-sini. Agar cerobong asap pabrik gula tetap mengepul.

Iya, mendadak aku menarik dugaan bahwa Pabrik Gula Tjeweng Lestari sedang melakukan langkah itu. Mereka mengajukan usulan kesepakatan baru kepada Lurah selaku pemimpin Desa Kedung Pingit dan pihak penghubung dengan buruh tani. Tujuannya jelas, agar tetap bisa bertahan di tengah badai persaingan dagang gula dengan negeri lain. Tetapi usulan itu menjadi rumit sekarang, ketika orang-orang Kedung Pingit yang menjadi buruh tani di perkebunan tebu menolak keras. Berkali-kali mereka mendatangi balai desa, meminta agar Lurah membatalkan kesepakatan aturan baru.

Tiba-tiba ingatanku akan perkebunan di masa kecilku berseliweran di kepala. Aku seperti terdampar kembali di sana, di mana teman-teman pencari rumput bersamaku merasa abadi bermain-main di tengah lebatnya pohon tebu.

Dahulu, perkebunan itu menjadi surga bagi burung manyar dan musang. Pada rimbun daun dan kembang tebu yang bermekaran, burung-burung manyar membuat sarang, bertelur, lalu mengeraminya hingga menetas. Tak jarang aku menangkap burung-burung itu beserta sarangnya.

Aku menjual burung manyar itu kepada Lik Dirgo, kerabatku, seorang buruh tani juga. Setiap libur bekerja di perkebunan, ia menjadi penjual burung di pasar kecamatan. Jika itu terjadi, biasanya aku bisa berbangga diri pergi ke warung Mbah Semi, makan nasi jagung berlauk ikan kutuk[2] panggang—sebuah makanan istimewa bagi anak Kedung Pingit di masa kecilku.

Di perkebunan tebu itu pula, biasanya aku bersama teman-teman pencari rumput gemar mencuri tebu. Sebenarnya pantas disebut mencuri atau bukan, sebab kami hanya menebang tanaman milik pabrik gula itu tidak secara liar, hanya beberapa batang saja, kemudian mengupas dan menyesap dagingnya sebagai pelepas dahaga.

Aku selalu mengingatnya, sebab pernah ketika sedang menyesap kupasan batang tebu, Lik Warso yang menjadi mandor kebun memergoki kami. Aku bersama teman-teman pencari rumput sempat menggigil ketakutan. Sosoknya yang bertubuh tinggi besar dan berjambang lebat memang terlihat sangat menakutkan bagi anak-anak seusia kami. Tetapi ternyata yang terjadi justru di luar prasangka kami, alih-alih ia akan memaki-maki, yang ada justru mandor kebun  itu justru menepuk-nepuk pundakku sambil berucap, “Tak apa kau sesap tebu di sini sekenyang kalian, asal jangan menebangnya untuk dibawa pulang ke rumah, Nang.”[3]

Lamunanku buyar ketika sayup-sayup terdengar langkah kaki beberapa orang di depan rumah Mbah Karta. Sesuatu yang tidak lazim, ketika ada orang keluar malam-malam melewati rumah yang letaknya berada di ujung desa kami. Tak ingin dihantui rasa keingintahuan, aku membuka separuh pintu kayu jati yang sejak bakda isya’ tadi suduh tertutup. Begitulah memang kebiasaan di Kedung Pingit. Malam hari jalan desa akan gulita sebab listrik belum sampai ke desa kami, bahkan selepas matahari tenggelam saja suasananya sudah lengang, sepi. Jarang sekali ada orang keluar rumah jika tidak benar-benar penting. Tetapi tidak untuk malam ini. Langkah-langkah kaki itu benar-benar di luar kebiasaan.

“Siapa?” tanya Mbah Karta.

“Jika aku tidak salah lihat, sepertinya Lik Dirgo dan teman-temannya,” jawabku.

“Bocah bandel,” sungut Mbah Karta.

“Mereka menuju ke perkebunan tebu.”

“Sudah kubilang berkali-kali kepada Dirgo, jangan melakukan tindakan di luar batas. Tapi tetap saja nekad.”

“Tindakan apa, Kung?”

Mbah Karta tidak menjawab. Ia hanya menghela napas panjang, kemudian sibuk menyulut lintingan klobot—kebiasaan buruk itu sebenarnya sudah sering ditentang anak dan cucunya, bahwa di usia yang tak lagi muda, klobot berisi tembakau justru yang akan menghisap paru-parunya, tetapi Mbah Karta tak pernah menurut. Sesaat, asap mengepul dari mulut Mbah Karta. Kuperhatikan wajah yang semakin dipenuhi keriput itu. Ada sesuatu yang disembunyikan oleh tatapan matanya.

***

Malam ketika aku kembali menginjakkan kaki di Kedung Pingit setelah sepuluh tahun merantau ke tanah Borneo, lebatnya perkebunan tebu di pinggir desa kami terbakar. Kasak-kusuk yang beredar memang sengaja dibakar para buruh tani yang tidak terima dengan kesepakatn baru antara Lurah dan pihak pabrik gula. Satu malam saja, api melahap dengan beringas, menghabiskan tanaman di atas ratusan hektare lahan rakyat yang disewa paksa oleh Pabrik Gula Tjeweng Lestari.

Dari halaman rumah Mbah Karta, aku bisa melihat amukan api malam itu. Aku melihat pula langit di atas Kedung Pingit menjadi merah menyala. Cuitan burung manyar, cericit musang, dan binatang-binatang penghuni perkebunan tebu terdengar menyayat hati. Siluet yang ditimbulkan kawanan burung manyar saat bersemburat terbang menyelamatkan diri membentuk lukisan memilukan.

Menjelang subuh, hujan turun dengan lebat. Kehadirannya di penghujung musim kemarau dini hari ini turut memadamkan sisa-sisa api yang semalam suntuk telah membuat perkebunan tebu luluh lantak.

Lima belas hari sesudahnya, ketika hendak balik ke tanah perantauan, aku mendapati pemandangan baru yang deselimuti arang dan debu-debu sisa kebakaran. Aku gemetar menatapnya. Ada yang terasa meletup-letup di rongga dada. Iya, satu langkah sebelum naik ke angkutan pedesaan yang akan membawaku dari kaki Gunung Pandan menuju kota, aku melihat tunas-tunas tebu baru sedang tumbuh di sana. Mereka serupa harapan yang memunculkan simbol-simbol baru di tengah carut marut sengketa antara buruh tani, Lurah Kedung Pingit, dan pabrik gula. (*Heru Sang Amurwabumi)

 

Catatan kaki:

  1. = Kependekan simbah kakung (bahasa Jawa), kakek.
  2. = Nama ilmiahnya channa striata, snakehead, ikan gabus, jenis ikan predator air tawar.
  3. = Kependekan anak lanang (bahasa Jawa), anak lelaki.


Ingin menjadi Sarjana Pengusaha atau Pengusaha yang Sarjana? Kuliah saja di Jurusan Kewirausahaan Universitas Mahakarya Asia www.mahakarya.bernas.id

Simak terus Bernas TV


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Pilkada

Tak Hanya Pelanggaran Aturan, Bawaslu Sleman Juga Memetakan TPS Rawan Covid-19

SLEMAN, BERNAS.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman memasukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di zona merah Covid-19 sebagai wilayah rawan. Pemetaan perlu dilakukan sebagai antisipasi persebaran virus Covi ...

DIY

Ada Layang-layang Tersangkut di Pesawat Citilink dari Jakarta

SLEMAN, BERNAS.ID - Sebuah insiden terjadi pada pesawat Citilink dari Jakarta ketika melakukan pendaratan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta pada hari Jumat 23 Oktober 2020. Pesawat dengan nomor penerbangan QG 1107 yang berangk ...

Lifestyle

Pameran Fesyen di Pasar Beringharjo Digelar untuk Dongkrak Perekonomian

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Berbagai upaya dilakukan untuk kembalikan situasi perekonomian di Kota Jogja. Salah satunya melalui pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar yang dilakukan UPT Pusat Bisnis, Disperindag Kota Yogyakarta. E ...

Nasional

Jawa Tengah Raih TPID Award

JAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) wilayah Jawa - Bali. Prestasi ini merupakan kali keempat yang diraih Jawa Tengah sejak 2015 sebagai provinsi terbaik pengen ...

Nasional

Libur Long Weekend, KAI Tambah Perjalanan Kereta Api 13%

JAKARTA, BERNAS.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah perjalanan kereta api yang melayani pelanggan sebanyak 13% menyambut libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama akhir Oktober. Penambahan perjalanan KA ini untuk mengantisipas ...

Ekonomi

Pandemi, Penumpang YIA dan Adisutjipto Terima Subsidi Pembelian Tiket Sampai Desember

SLEMAN, BERNAS.ID - Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Adisutjipto menerima stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Dua bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura masuk ke dala ...

DIY

Wakil Walikota Meminta Kampung Tangguh Bencana Jogja Mengecek Peralatan yang Dimiliki

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta seluruh Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta untuk melakukan pengecekan semua peralatan penanganan bencana. Harus dipastikan semua peralatan bisa berfungsi ...

Lifestyle

Ini Profil Singkat Masjid Presiden Joko Widodo yang Akan Dibangun di Abu Dhabi

ABU DHABI, BERNAS.ID - Sebagaimana dimaklumi, sesuai perintah Putra Mahkota Abu Dhabi Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Pemerintah Uni Emirat Arab telah meresmikan Jalan Presiden Joko Widodo di kawasan diplomatik/Embassy Area ...

DIY

Siasati Pandemi, PMII Kelola Empat Kolam Lele, Bantuan dari Polda DIY

SLEMAN, BERNAS.ID - Menyikapi pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, Polri melalui Polda DIY memberikan bantuan empat kolam Lele untuk organisasi mahasiswa (ormawa) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) D ...

Nasional

Kemenparekraf Menggandeng AELI dalam Peningkatan Kapasitas Pemandu Outbond

JAKARTA, BERNAS.ID - Kemenparekraf melalui Asosiasi Experiential Learning Indonesia mengadakan pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemandu Outbound yang tergabung dalam AELI selama 5 hari secara daring. Pelatihan Peningkatan Kapasitas P ...

Ekonomi

Pandemi Covid-19 Rupanya Dorong Kenaikan Jumlah Investor

YOGYAKARTA, BERNAS.ID —Tingkat kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia dinilai masih terus meningkat, di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut dilihat dari jumlah investor pasar modal yang terus meningkat, sebagai salah ...

Olahraga

Realistis, Tidak Akan Ada Kompetisi Liga 1 2020

SLEMAN, BERNAS.ID - Melihat fakta-fakta yang ada, sampai Desember 2020 hampir pasti tidak akan ada kompetisi Liga 1 2020. Paling realistis itu pada Januari 2021, itu pun pertengahan bulan dan merupakan turnamen pemanasan untuk kompetisi 202 ...

DIY

Elemen Ormas Jogja Tolak Unjuk Rasa Anarkis

SLEMAN, BERNAS.ID - Puluhan organisasi massa (Ormas) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan deklarasi menolak anarkisme di Monumen Jogja Kembali (Monjali), Kamis pagi (22/10/2020). Mereka sepakat untuk bersama-sama menolak dan akan mela ...

Kesehatan

Indonesia melalui BKKBN Terpilih Sebagai Executive Committee Organisasi Partners in Population and Development

JAKARTA, BERNAS.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadiri pertemuan the 25th Partners in Population and Development Annual Board Meeting yang merupakan Pertemuan Tahunan Dewan Partners in Population and Deve ...

Sintesa

Satu Potret Super Mikro Peristiwa di Daerah Perbatasan antara Kota dan Desa

Oleh:  Profesor Sudjarwadi    Pada suatu hari Minggu pertengahan bulan September 2020,  Situtena menghadiri pertemuan anak-anak muda di sebuah rumah di daerah perbatasan antara kota dan desa. Pertemuan dihadiri o ...

Budaya

WJNC #5: Babat Alas Mertani

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perayaan puncak hari ulang tahun ke 264 Kota Yogyakarta dimeriahkan dengan acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #5 dengan tema Babat Alas Mertani, Rabu (21/10/2020) di halaman Air Mancur Balaikota Yogyakarta. ...

DIY

Berkarya di Tengah Pandemi: Ormawa FBS UNY Siap Laksanakan Pentas Kolaborasi Internasional

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Organisasi Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, UNY siap melaksanakan pentas kolaborasi. Pada beberapa tahun sebelumnya, pentas ini ditiadakan namun diganti dengan Festival Bahasa dan Seni yang dilaksanakan selama ...

Kesehatan

Stunting di Tengah Covid-19, Wapres: Pemerintah Daerah Harus Inovatif

JAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepala daerah Kabupaten/Kota tidak melonggarkan upaya percepatan pencegahan stunting ditengah pandemi virus corona ( Covid-19). Berbagai program dan kegiatan yang diperlukan untu ...

DIY

Pemda DIY Tak Fasilitasi Pengganti Lahan yang Terdampak Tol Jogja-Solo

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Karena hanya diberi uang ganti rugi tanpa disediakan lahan, sejumlah warga terdampak tol Jogja-Solo mengeluhkan kebingungan mencari lahan pengganti. Merespons hal ini, Pemda DIY menegaskan tidak bisa memfasilitasi pe ...

Pilkada

Akademisi Nilai Program Mbangun Dusun Nganti Wangun Dinilai Realistis

SLEMAN, BERNAS.ID - Akademisi, Edy Chrisjanto menilai program Mbangun Dusun Nganti Wangun dari Pasangan calon bupati/wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA) cukup realistis. Rencananya, program ini akan didukung dengan angg ...

Ekonomi

Sultan Bakal Ubah Hotel Mutiara Jadi Sentra UMKM

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan kunjungan lapangan ke Hotel Mutiara yang terletak di Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (21/10/2020). Kunjungan dilakukan terkait rencana Pemda DIY untuk pembelian da ...

Ekonomi

Ekosistem Digital Menyangga Ekonomi Yogyakarta di Masa Pandemi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Ekonomi Digital seperti GoFood tak dipungkiri menjadi penyangga ekonomi di Kota Yogyakarta bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi terutama pekerja swasta dan profesional. Riset terbaru Lembaga Demografi Fa ...

Politik

UU Cipta Kerja Berpotensi Melemahkan Perlindungan bagi Konsumen Produk Halal

JAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Baleg Fraksi PKS, Bukhori Yusuf meminta pemerintah tidak abai terhadap aspek perlindungan konsumen produk halal. Peringatan ini ia sampaikan mengingat UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan berpotensi merugikan ...

Kesehatan

Perkantoran Diminta Rutin Evaluasi Protokol Kesehatan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Satgas COVID-19 Kota Yogyakarta mengingatkan perkantoran untuk rutin melakukan evaluasi atas penerapan protokol kesehatan. Ini guna mengantisipasi potensi munculnya penularan di lingkungan kerja Pemerintah Kota Yogya ...

DIY

Mahasiswa Kembali Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Bunderan UGM

SLEMAN, BERNAS.ID - Ratusan elemen mahasiswa dari sejumlah universitas di Yogyakarta yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) mulai berkumpul di Bunderan UGM, mulai jam 1 siang, Selasa (20/10/2020). Massa aksi ini berencana melaku ...

Budaya

Wayang Jogja Night Carnival 2020 Siap Disajikan Secara Virtual

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Meski masih berada dalam masa pandemi Covid-19, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tahun 2020 ini tetap diadakan. Namun yang membedakan dari WJNC tahun-tahun sebelumnya, WJNC #5 kali ini digelar secara virtual. ...

Olahraga

Pandemi, Gowes Tour de Sleman Digelar secara Virtual

SLEMAN, BERNAS.ID - Ajang gowes tahunan Tour de Sleman #2 tahun 2020 digelar secara virtual Minggu pagi (18/10/2020). Sebelumnya, Tour de Sleman #2 ini rencananya digelar bulan Mei lalu.  Ketua Panitia Reno Candra Sangaji mengatakan ...

Inspirasi

Pemerintah UEA Resmikan Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

ABU DHABI BERNAS.ID - Pada Senin sore tanggal 19 Oktober 2020 telah diselenggarakan acara peresmian nama jalan "Presiden Joko Widodo" (dalam bahasa Inggris: President Joko Widodo Street) di Abu Dhabi oleh Sheikh Khalid bin Mohamme ...

Editorial

PANDEMI SUDAH TIDAK MENAKUTKAN LAGI?

Apakah pandemi covid-19 sudah hilang di Indonesia ?  Pertanyaan ini terlintas dalam benak saya demi melihat beberapa waktu terakhir banyak kejadian di masyarakat yang menunjukkan seolah sudah tidak ada lagi ancaman penyebaran v ...

Budaya

Disbud Yogyakarta Tantang Mahasiswa Terjemahkan Lukisan Affandi

SLEMAN, BERNAS.ID - Memperingati Hari Museum Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Oktober, Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Duta Museum DIY dan Museum Affandi menggelar lomba esai dengan tema “Pasar N ...

DIY

Rp 400 Juta Digelontorkan Pemkot Jogja untuk Poles Lantai Zona 1 Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemkot Yogyakarta berusaha mempercantik kawasan pedestarian Malioboro dengan melakukan pemolesan khusus untuk lantai teraso/terazzo di sepanjang Zona 1. Sesuai rencana, proyek tersebut akan bisa terselesaikan pada pe ...

Hukum dan Kriminal

Terungkap, Penyebab Kematian Seorang Pria di Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penyebab kematian pria paruh baya yang meninggal dunia di kawasan Malioboro pada Minggu (18/10/2020) lalu akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil otopsi pada Senin (19/10/2020), terkuak korban memiliki riwayat pen ...

DIY

Untuk Jamin Kualitas Konstruksi, Selokan Mataram Mengalir Senin Depan

SLEMAN, BERNAS.ID - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta menargetkan Senin depan (26/10/2020), Selokan Mataram sudah kembali mengalir. Pemkab Sleman dan BBWSSO sepakat untuk menyelesaikan kebocoran Selokan Mataram di r ...

Nasional

Pemberdayaan Masyarakat Bali Melalui Urban Farming

JAKARTA, BERNAS.ID - PP Kagama menggelar webinar Pemberdayaan Masyarakat #2 lewat aplikasi Zoom meeting berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Bali dengan Urban Farming & Kebun Berdaya di Tengah Wabah Covid-19” pada hari Sabtu (1 ...

Wiradesa

Tentang Doa yang Kami Langitkan di Punden Desa

Cerpen oleh : Heru Sang Amurwabumi   Dalam kecamuk badai kerinduan kepada kampung halaman, aku terdampar pada sebuah kenangan tentang kasak-kasak kekuatan sebuah doa. Ya, jika berada di Desa Kedung Pingit dua atau tiga dasawarsa ...

DIY

Atasi Genangan di Musim Penghujan, SPAH Jogja Dibersihkan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan upaya mengatasi potensi munculnya genangan di musim hujan dengan membersihkan sumur peresapan air hujan (SPAH). Ini adalah upaya yang baru pertama kali dilakukan, selain pelumpura ...

DIY

Seorang Lelaki Meninggal Dunia di Pedestrian Malioboro 

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Seorang lelaki ditemukan tak bernyawa tergeletak di kawasan Malioboro. Hingga kini  belum ada keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya korban.  Wakil Ketua Koperasi Tri Dharma PKL Malioboro, Paul Z ...

Analisa Pilkada

Bawaslu Sleman Perpanjang Rekrutmen Pengawas TPS

SLEMAN, BERNAS.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman memperpanjang pendaftaran calon pengawas tempat pemungutan suara atau Pengawas TPS dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman. Sampai hari terakhir pendaftaran pada Ka ...

Olahraga

Tim Bulu Tangkis Indonesia Dapat Suntikan Semangat dari Bupati Sragen

Jawa Tengah, Bernas.id - Tim bulu tangkis terbaik Indonesia saat ini sedang menjalani latihan di Gelanggang Olahraga Bulu Tangkis milik Billy Haryanto di perbatasan Karanganyar-Sragen Jawa tengah. Tim bulu tangkis nasional yang berlatih ...

DIY

Informasi Pemeliharaan Jaringan PLN Wilayah DIY 18-22 Oktober

BERNAS.ID - Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan mengamankan pasokan listrik kepada pelanggan, PT PLN UP3 Yogyakarta akan melakukan serangkaian aktivitas pemeliharaan jaringan. Sebagaimana disampaikan oleh Humas PLN melalui surat kepada ...

Internet

Media Sosial dan Fenomena Kehidupan Berbahasa

BERNAS.ID - Perkembangan zaman pada industri 4.0 seperti yang kita ketahui telah merubah tatanan kehidupan manusia menjadi lebih baik. Perubahan tersebut jelas terlihat pada bidang transportasi, komunikasi dan informasi, kesehatan, dan bida ...

Internet

Tips dan Trik Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Audio Visual

BERNAS.ID - Pembelajaran daring menjadi model pembelajaran baru dengam adanya pandemi yang mewabah di Indonesia bahkan dunia. Pembelajaran daring mewajibkan siswa dan guru untuk menjalankan sebuah sistem operasi baru guna menunjang prose ...

Ekonomi

Puluhan Pedagang Pasar Prawirotaman Diminta Beralih Jenis Dagangan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Proses penempatan kembali pedagang Pasar Prawirotaman Yogyakarta ke bangunan pasar yang baru siap dilakukan. Ini akan disertai dengan sosialisasi mekanisme penempatan dan perubahan jenis dagangan yang harus dilakukan ...

Analisa Pilkada

Kampanye Digital Tidak Optimal untuk Raih Suara

SLEMAN, BERNAS.ID - Kampanye digital bagi para calon kepala daerah yang bertarung dalam pilkada memang bisa mencegah terjadinya klaster penularan Covid-19. Namun, tidak efektif untuk mendulang suara pemilih. Pakar Komunikasi, Nyarwi Ahma ...

DIY

Begini Kesiapan Brimob DIY Hadapi Covid-19 dan Maraknya Demo

BANTUL, BERNAS.ID - Komisi A DPRD DIY melakukan monitoring ke Mako Satuan Brimob Detasemen A Pelopor Gondowulung, DIY, Sabtu (17/10/2020). Kunjungan dilakukan untuk melihat kesiapan Brimob dalam menghadapi berbagai tantangan terkini, sepert ...

Hukum dan Kriminal

Dirumahkan, Pekerja Trans Jogja Sepakat ke Pengadilan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Puluhan pekerja PT Jogja Tugu Trans (JTT) memilih menyelesaikan persoalan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) karena merasa dirumahkan secara sepihak oleh perusahaan pada akhir Juli lalu. Pilihan ke jalur hukum k ...

Pilkada

Bapaslon Ini Memilih Deklarasi di Tengah Laut Selatan

GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID- Ada yang berbeda dari bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Gunungkidul, Mayor Sunaryanto-Hery Susanto untuk deklarasi maju Pilkada 2020. Selain berlari sejauh 7 kilometer dari rumahnya untuk melaku ...

Internet

Kominfo Mengaku Tumbangkan Ribuan Konten Hoaks

SLEMAN, BERNAS.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengaku pihaknya sudah menjumpai ribuan konten hoaks yang beredar belakangan ini di internet. Hoaks yang dominan terkait Covid-19, pilkada, dan Omnibus Law Cipta Kerja. ...

DIY

Pilkades Sleman Dipastikan Tanggal 20 Desember 2020

SLEMAN, BERNAS.ID - Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan tanggal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Sleman, yaitu 20 Desember 2020. Kepastian ini berdasarkan hasil rapat koordinasi virtual (zoom meeting) antara Pemerin ...

DIY

Menteri Kominfo Ikut Rancang 'Roadmap' Pengembangan MMTC Yogyakarta

SLEMAN, BERNAS.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengunjungi Sekolah Tinggi Multi Media Kominfo di Yogyakarta, atau yang dikenal dengan MMTC, Jumat (16/10/2020). Kunjungan yang dilakukan bersama Gubernur DIY Sri Sultan ...