close

5 Mitos Gunung Merapi yang Masih Menjadi Cerita Hingga Hari Ini

5 Mitos Gunung Merapi yang Masih Menjadi Cerita Hingga Hari Ini

Bernas.id - Gunung Merapi kini kembali menjadi pusat perhatian publik lantaran informasi mengenai naiknya level dari status waspada menjadi siaga. Gunung yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini dikenal sebagai gunung yang paling aktif di Pulau Jawa. Tak heran banyak masyarakat yang cemas karena mendengar aktivitas Gunung Merapi yang meningkat beberapa hari ini.

Tak hanya dikenal dengan keindahan wisata dan tragedi letusannya, gunung yang memiliki tinggi 2.930 mdpl ini juga menyimpan banyak cerita mistis yang banyak beredar di kalangan penduduk setempat. Menariknya, sebagian besar mitos ini banyak dipercaya. Penduduk setempat meyakini bahwa selain manusia, ada makhluk lain yang juga tinggal di kawasan Gunung Merapi. Mereka menyebutnya sebagai bangsa alus atau makhluk halus.

Diambil dari berbagai sumber, berikut ini 5 mitos di Gunung Merapi yang banyak dipercaya oleh penduduk setempat bahkan masyarakat luas.

1. Kaitan Erupsi Merapi dengan Amarah Penjaganya

Menurut cerita-cerita dari kitab kuno, Gunung Merapi awalnya bernama Jamurdwipa dan terletak di Laut Selatan Jawa. Gunung ini menjulang tinggi dengan indah dan dijaga oleh sepasang kakak beradik pengrajin keris. Namun pada suatu waktu, para dewa menginginkan Jamurdwipa dipindah ke tengah pulau Jawa sebagai penyeimbang karena melihat Pulau Jawa yang nyaris tenggelam akibat arahnya yang condong ke Barat.

Keinginan para dewa tersebut sempat ditolak oleh kedua penjaga Jamurdwipa karena mereka belum menyelesaikan pekerjaannya, tetapi para dewa tetap akan memindahkan gunung tersebut. Pada akhirnya, keputusan para dewa menyulut amarah kakak beradik tersebut. Mereka mengancam, jika Jamurdwipa dipindahkan dengan kondisi perapian yang masih menyala, maka kelak akan terjadi petaka abadi di Gunung Merapi. Benar saja, magma di dalam Merapi hingga kini terus memanas, hanya menunggu waktu untuk meletus dan mengalir keluar. Oleh karena itu, banyak penduduk yang meyakini bahwa erupsi Gunung Merapi memiliki kaitannya dengan amarah kedua penjaga tersebut yang abadi hingga sekarang.

 

2. Pasar Bubrah, Pasar Ghaib di Merapi

Pasar Bubrah merupakan tempat yang paling terkenal angker di kalangan masyarakat luas. Lokasi ini adalah sebuah punggung bukit yang berada tapat di bawah kawah Gunung Merapi. Keadaan di tempat ini cenderung datar dan didominasi dengan pasir dan bebatuan sisa letusan terdahulu.

Pasar Bubrah memiliki jarak sekitar satu kilometer dari kawah Gunung Merapi. Tak heran banyak pendaki yang menjadikan tempat ini sebagai tempat bermalam atau beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan pendakian ke puncak Merapi esok paginya.

Saat malam tiba, biasanya para pendaki mendengar suara riuh dan berisik di lokasi tersebut. Penduduk setempat dan pendaki yang pernah ke sana percaya bahwa lokasi tersebut merupakan sebuah pasar besar keraton Merapi. Tak hanya itu, di Pasar Bubrah terdapat batu besar yang berserakan yang juga diyakini sebagai warung dan meja kursi oleh roh atau makhluk halus.

 

3. Adanya Keraton Merapi

Melansir informasi dari Museum Gunung Api Merapi, gunung ini memiliki tempat yang angker dan sakral. Tempat yang paling angker di Gunung Merapi adalah kawah Merapi yang disebut sebagai istana dan pusat keraton makhluk halus Gunung Merapi. Keraton Merapi ini sudah ada semenjak jaman Keraton Mataram. Bedanya, Keraton Merapi ini dihuni dan dikendalikan oleh bangsa jin. Keraton Merapi memiliki banyak tokoh terkenal yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga penduduk sekitar Merapi. Berikut adalah beberapa tokoh yang dipercaya sebagai penghuni dari Keraton Merapi:

a. Eyang Merapi

Eyang Merapi merupakan seorang raja alias pemimpin dari para makhluk gaib yang mendiami Keraton Merapi.

b. Eyang Sapu Jagad

Eyang Sapu Jagad merupakan penunggu kawah Merapi dan menjadi pengambil keputusan apakah Merapi akan meletus atau tidak. Eyang Sapu Jagad memiliki dua orang panglima yang bernama Kyai Grinjing Wesi dan Kyai Grinjing Kawat.

c. Eyang Megantara

Eyang Megantara merupakan salah satu tokoh pemuka yang tinggal di puncak Merapi. Tugasnya adalah untuk mengendalikan cuaca dan mengawasi daerah sekitar Merapi.

Rumah Tipe 45 Harga 400 Jutaan Diskon 75 Juta di Pusat Pertumbuhan Jogja

SEDAYU, KABUPATEN BANTUL, DI YOGYAKARTA

Rp.418,000,000

d. Nyi Gadung Melati

Nyi Gadung Melati merupakan pimpinan para pasukan wanita Keraton Merapi dan bertugas untuk menjaga kesuburan tanaman dan juga menjaga binatang ternak di sekitar Gunung Merapi.

e. Eyang Antaboga

Tokoh selanjutnya adalah Eyang Antaboga yang ditugaskan untuk menjaga keseimbangan gunung agar tidak sampai tenggelam ke dalam bumi.

f. Kyai Petruk

Kyai Petruk bertanggung jawab terhadap keselamatan penduduk Merapi. Ia ditugaskan untuk memberi tahu warga ketika akan terjadi letusan sehingga mereka dapat menyelamatkan diri.

g. Kyai Sapu Angin

Kyai sapu Angin merupakan salah satu pimpinan roh halus yang bertugas untuk mengatur arah angin.

h. Kyai Wola Wali

Kyai Wola Wali merupakan salah satu tokoh yang tinggal di istana Kraton Merapi. Tugasnya adalah untuk menjaga dan membersihkan teras Kraton Merapi.

i. Kartadimejo
Selain sebagai komandan pasukan, Kartadimejo juga bertugas untuk menjaga ternak dan satwa yang ada di gunung. Ia juga sering memberikan informasi mengenai waktu terjadinya letusan kepada para penduduk di sekitar Gunung Merapi.

 

4. Misteri Bunker di Gunung Merapi

Dari cerita yang pernah didengar, pernah ada seorang wisatawan yang mengikuti lava tour dan perlahan mendekati bunker tersebut. Setelah melalui pintu masuk, kemudian akan ada tangga menurun ke arah pintu. Wisatawan tersebut kemudian turun dan menengok situasi di dalam bunker yang gelap dan mendorong pintu besi bunker yang berat. Ternyata di dalamnya ada satu ruangan lapang seukuran ruang kelas. Bentuk ruangannya setengah lingkaran dengan bekas lahar panas yang telah membatu di tengah bunker. Di dalam bunker tidak ada sumber penerangan, yang ada hanyalah cahaya dari pintu masuk bunker. Kemudian setelah wisatawan tersebut beranjak keluar dari bunker. Tiba-tiba ada suara menangis dari dalam bunker.

 

5. Larangan Menangkap Binatang Keramat

Di kawasan Gunung Merapi, ada beberapa hutan yang dianggap angker dan sakral, yaitu Hutan Patuk Alap-Alap yang digunakan sebagai tempat penggembalaan ternak milik Keraton Merapi. Ada lagi Hutan Gamelan dan Bingungan, serta Hutan Pijen dan Blumbang. Konon katanya, beberapa jenis binatang keramat tinggal di sekitar hutan Gunung Merapi. Selain itu, beberapa jenis binatang keramat juga tinggal di sekeliling hutan Gunung Merapi yang dimiliki oleh Eyang Merapi. Binatang hutan, terutama macan putih yang tinggal di hutan Blumbang, pantang ditangkap atau dibunuh. Begitu juga dengan kuda yang tinggal di Hutan Patuk Alap-alap, di sekitar Gunung Wutoh, dan di antara Gunung Selokopo Ngisor dan Gunung Gajah Mungkur diyakini dipakai oleh rakyat keraton makhluk halus Merapi sebagai binatang tunggangan dan penarik kereta.

 

(Kontributor : Muhammad Adi Prasetyo)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

JUAL MURAH BANGUNAN UNTUK GUDANG ATAU KANTOR

JUAL MURAH BANGUNAN UNTUK GUDANG ATAU KANTOR


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

JUAL MURAH BANGUNAN UNTUK GUDANG ATAU KANTOR

JUAL MURAH BANGUNAN UNTUK GUDANG ATAU KANTOR


Kavling 100 M2 hanya Rp 60 Juta sudah SHM dan GRATIS Pondasi

Kavling 100 M2 hanya Rp 60 Juta sudah SHM dan GRATIS Pondasi


Rumah Jogja Murah Angsuran 1 Jutaan

Rumah Jogja Murah Angsuran 1 Jutaan


Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru