close

Kisah Relawan Dekontaminasi, Sehari Bisa 16 Mobil Ambulans

Kisah Relawan Dekontaminasi, Sehari Bisa 16 Mobil Ambulans

SLEMAN, BERNAS.ID - Terpanggil rasa kemanusiaan dalam sanubarinya, Diyono (42), warga Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Sleman melakoni kesehariannya sebagai petugas dekontaminasi ambulans yang membawa pasien atau jenasah Covid-19. Ia menjadi relawan sejak dari pertengahan April 2020 lalu.

Per hari, rata-rata Diyono dan tim melakukan dekontaminasi lima ambulans, bahkan kemarin, Kamis (19/11/2020) bisa mendekontaminasi 16 buah ambulans. Ia pun tak memungkiri ada rasa khawatir terpapar Covid-19. "Rasa khawatir ada makanya kita menggunakan APD lengkap untuk meminimalisir rasa cemas tadi sehingga sesuai prosedur," jelasnya ke Bernas.id, di area dekontaminasi Dinas Perhubungan Sleman, Jumat (20/11/2020).

"Kita sebelumnya juga sudah mendapat bimbingan teknis teori dan praktek, Dinas Kesehatan dan BPBD Sleman," imbuhnya. 

Ia mengatakan untuk dekontaminasi satu buah ambulans membutuhkan waktu 30 menit. "Untuk cairannya sendiri, satu ambulans membutuhkan 1 liter desinfektan," ujarnya.

Sehari-hari, jika sedang bertugas, Diyono masuk dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Ia mengaku sudah mendapatkan ijin dari keluarga, istri dan anaknya untuk menjalani sebagai relawan kemanusiaan. "Untuk sukanya, menjadi banyak kenal teman-teman dan banyak pengetahuan yang didapat. Untuk duka, tak dipungkiri rasa capek," katanya.

"Namun, berawal dari rasa kemanusiaan untuk membantu penanganan Covid-19, terus semangat," lanjutnya.

Awal-awal pandemi dulu, Diyono juga bercerita banyak rekannya yang mundur karena faktor keluarga yang tidak mengijinkan, tapi ia mengaku harus pintar-pintar menjelaskan kepada keluarga, istrinya saja awalnya takut karena mendapat informasi yang kurang mendalam tentang Covid-19. "Harus pintar-pintar juga mengedukasi warga karena dulu sewaktu ada sistem lockdown, warga sudah tahu di sini, tidak boleh pulang, suruh menginap di tempat dekontaminasi," ungkapnya. 

Untuk lama bertugas sebagai relawan dekontaminasi, Diyono mengatakan sampai Desember 2020, tapi tidak tahu akan diperpanjang atau tidak dengan melihat situasi dan kondisi.

Di kampungnya pun Diyono juga ikut menjadi satgas Covid-19 Kampung seperti dalam masa awal-awal pandemi melakukan penyemprotan desinfektan kampungnya dari level RT dan RW. Selain itu, melakukan sosialisasi di kampung untuk pencegahan, misal melakukan edukasi ke pendatang.

Untuk menjadi relawan kemanusiaan, Diyono sudah memberikan tenaga dan pikirannya untuk masyarakat sejak tahun 2006 dengan bergabung sebagai relawan di Rescue 328 Sinduadi Mlati. Saat itu, tahun 2006, sudah menjadi relawan saat erupsi Merapi.

"Harapannya, segera berakhir pandemi Covid-19 ini," tutup Diyono. (jat)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru