Hasil Polling pilkada.bernas.id : Suharsono - Totok Sudarto : 3516 * Abdul Halim Muslih - Joko Purnomo : 3315 * Kustini Sri Purnomo - Danang Maharsa : 1640 * Sri Muslimatun - Amin Purnomo : 1406 * Danang Wicaksana - Agus Cholik : 544 * Sutrisno Wibowo - Mahmud Ardi Widanto : 70397 * Bambang wisnu - Benyamin Sudarmadi : 141241 * Imawan Wahyudi - Martanti Soenar Dewi : 20761 * Sunaryanto - Heri Susanto : 69641 * Sri Mulyani - Yoga Hardaya : 356 * Arif Budiyono - Harjanto : 374 * Aji Setyawan - Windarti Agustina : 109 * One Krisnata - Muhammad Fajri : 438 * Muchammad Nur Aziz - KH M Mansyur : 349 * M Said Hidayat - Wahyu Irawan : 52 * Kotak - Kosong : 195 *

Tidak Ada Unlawful Killing Terkait Kasus Laskar FPI

Penulis : Paulus Yesaya Jati
Editor : Dewi Ratih Editor
10 Januari 2021

Kadivhumas Polri, Irjen Argo Yuwono memberikan keterangan kepada wartawan (foto: Ist)


JAKARTA, BERNAS.ID - Pakar Hukum Universitas Indonesia (UI), Indriyanto Seno Adji menyebut bahwa tidak ada Unlawful Killing (pembunuhan di luar proses hukum-red) terkait dengan kasus penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek. Ia merujuk pada temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang melaporkan hasil investigasi bahwa serangan terlebih dahulu dilakukan oleh anggota FPI saat peristiwa terjadi. 

"Ada satu catatan penting rekomendasi Komnas HAM terkait kematian Laskar FPI yaitu serangan terlebih dahulu dilakukan oleh anggota FPI terhadap penegak hukum dalam hal ini, Polri jadi artinya ini adalah tidak ada makna yang dinamakan Unlawful Killing," kata Indriyanto, Sabtu (9/1/2020).

Menurut Indriyanto, keputusan aparat kepolisian ketika itu justru menjalankan tugasnya. Itu bentuk pembelaan yang terpaksa, lantaran adanya upaya ancaman keselamatan jiwa aparat penegak hukum.

"Yang dilakukan aparat penegak hukum justru sebaliknya, pembelaan terpaksa aparat itu dibenarkan dan memiliki dasar legitimasi dan dapat yang dipertanggungjawabkan secara hukum karena ada serangan terlebih dahulu yang ancam jiwa," ujarnya. 

Selain itu, lanjut Indriyanto, dalam temuan investigasi Komnas HAM juga ada fakta yang tersajikan bahwa adanya baku tembak antara Laskar FPI dan Polisi. Sebab itu, aparat harus menelisik kepemilikan senjata api dari anggota FPI tersebut. 

"Dapat dilihat ada related evidence terkait tembak menembak dengan dugaan kepemilikan senpi oleh anggota FPI secara illegal. Jadi, semua ini memberikan klarifikasi bahwa Unlawful Killing terhadap kematian anggota FPI tidak ada kaitannya dan tindakan aparat, dapat dibenarkan dan dipertangungjawabkan secara hukum," tutupnya. (*/Jat


Ingin menjadi Sarjana Pengusaha atau Pengusaha yang Sarjana? Kuliah saja di Jurusan Kewirausahaan Universitas Mahakarya Asia. https://unmaha.bernas.id

Simak terus Bernas TV


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
DIY

Jalani Isolasi Mandiri, Bupati Sleman Lakukan Aktivitas Ini

SLEMAN, BERNAS.ID - Sejak mengkonfirmasi dirinya positif Covid-19, Kamis (22/1/2021) lalu, Bupati Sleman, Sri Purnomo melaksanakan isolasi mandiri di rumas dinas bupati, kompleks Kabupaten Sleman. Selama isolasi mandiri, orang nomor satu di ...

Kesehatan

Besok 31 Kabupaten dan Kota di Jateng Serentak Vaksinasi Covid-19

SEMARANG, BERNAS.ID - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menerima tambahan vaksin Covid-19 sebanyak 248.600 dosis. Ratusan vial vaksin produksi Sinovac itu untuk 122.617 tenaga kesehatan (nakes). Senin (25/1/2021), akan dilakukan pencanangan vak ...

Lingkungan

Antisipasi Banjir, Wakil Wali Kota Jaksel Monitoring Lokasi Rawan di Tebet

JAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, memonitoring beberapa titik rawan banjir di wilayah Kecamatan Tebet, Minggu (24/1/2021). Isnawa didampingi Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Mustajab serta Camat T ...

DIY

Sleman Belum Putuskan untuk Perpanjang PTKM

SLEMAN, BERNAS.ID - Sampai hari terakhir, Minggu (25/1/2021), Kabupaten Sleman belum memutuskan untuk memperpanjang masa Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Sampai berita ini diturunkan, belum ada informasi baru seperti s ...

Pendidikan

Alokasi Jaminan Pendidikan Daerah Kota Jogja 2021 Menurun

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mengalokasikan anggaran Rp27 miliar untuk kebutuhan jaminan