Semalam Merapi Luncurkan 56 Guguran Lava Pijar, Terjauh 1,5 Kilometer

SLEMAN, BERNAS.ID - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 56 kali guguran lava pijar sejak Sabtu (16/1/2021) malam-Minggu dini hari (17/1/2021). Meski terus erupsi puluhan kali, Gunung Merapi masih berada di Level III atau berstatus Siaga.

BPPTKG  memantau untuk Sabtu malam (16/1/2021) teramati guguran lava pijar sebanyak 20 kali dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter ke barat daya. "Untuk guguran 29 kali dengan amplitudo 3-17 mm, berdurasi 13-94 detik. Untuk vulkanik dangkal, 4 kali dengan amplitudo 35-75 mm, berdurasi 10-25 detik," tulis Petugas BPPTKG.

"Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Gunung tampak jelas, tapi asap kawah tidak teramati," imbuh Petugas BPPTKG. 

Sedangkan, untuk Minggu dini hari (17/1/2021), petugas BPPTKG mencatat guguran lava pijar 36 kali dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke barat daya. "Gunung jelas dengan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Untuk guguran, 43 kali dengan amplitudo 3-23 mm, berdurasi 12-188 detik," terang Petugas BPPTKG.

Sebelumnya, dalam konferensi persnya Sabtu pagi tadi, Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso mengatakan memasuki bulan Januari, erupsi mengarah ke barat daya. "Ini berbeda dari rekomendasi BPPTKG sebelumnya berdasarkan data amatan waktu itu yang memperkirakan erupsi akan mengarah ke barat laut," ujarnya.

Untuk erupsi Gunung Merapi, Agus menyebut saat ini lebih dominan efusif sebesar 40% dibanding eksplosif (meletus-red). "Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer," ujarnya.

Untuk itu, pengungsi yang tempat tinggalnya berada di luar daerah bahaya, BPPTKG merekomendasikan boleh pulang ke rumah. Meski rekomendasikannya pengungsi bisa pulang ke rumah, tapi masyarakat tetap harus menyesuaikan dengan perkembangan aktivitas Gunung Merapi, termasuk ketika aktivitas Gunung Merapi meningkat.

Terkait adanya wacana pemulangan pengungsi di Glagahharjo, Panewu Cangkringan Suparmono mengatakan, dengan status Gunung Merapi masih Siaga (Level III), secara prosedur itu, kelompok rentan di radius bahaya tetap harus diungsikan ke tempat aman.

"Logika saya sekarang masih siaga level 3, kelompok rentan harus mengungsi di jarak aman. Meskipun arah ancamanya berubah, tapi teritori tetap 5 kilometer, sepanjang rekomendasi seperti itu sebaiknya tetap mengungsi," tuturnya.

Petugas BPPTKG juga menyebut bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Untuk rekomendasi dari BPPTKG, penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan dan pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.(jat


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul

Rumah Cantik 300 Jutaan - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Cantik di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Pertumbuhan Ekonomi Baru dan Jalur Bandara NYIA

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up