Gubernur DIY Dorong Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwana X mendorong penambahan tempat tidur (TT) di Rumah Sakit untuk pasien Covid-19. Penambahan TT rumah sakit ini diprioritaskan untuk pasien dengan kriteria sedang-berat dan berat.

"Saya juga mendorong pemerintah di kabupaten atau kota untuk menggerakkan adanya shelter yang dapat memfasilitasi pasien ringan maupun OTG. Harapannya, dapat mengurangi penuhnyaTT di rumah sakit," tegasnya saat memimpin Rapat Koordinasi Perkembangan Penanganan Covid-19 bersama bupati/walikota dan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di Gedung Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Minggu (17/1/2021).

Selain mendorong penambahan TT di rumah sakit, Gubernur DIY juga mendorong agar kabupaten/kota mampu memaksimalkan tempat untuk isolasi mandiri dengan mengupayakan melalui anggaran darurat yang dimiliki. 

Direktur RSUP dr. Sardjito Rukmono Siswishanto menjelaskan, dari 6-8 pasien terindikasi covid-19 di IGD, tidak semua perlu dirawat di RS karena kondisinya ringan atau tidak bergejala. "Jadi bukan tidak bisa terima pasien, tapi TT diprioritaskan untuk pasien kondisi berat dan critical," jelasnya.

Ia juga menyampaikan pihaknya telah menggunakan SISRUTE yakni Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi yang terkoordinasikan dengan seluruh rumah sakit dalam konteks pelayanan covid maupun non covid, sehingga lebih mudah dan cepat dalam menangani pasien. Terutama untuk pasien ibu bersalin maupun emergensi yang memerlukan operasi.

Ia menambahkan RSUP dr. Sardjito memiliki 75 ruang dengan 27 TT covid pasien kritis/ICU yang akan dieskalasi menjadi 200-300 secara bertahap dengan konversi ruangan. Semula kondisi TT sebanyak 15% akan ditambah menjadi 20% dan secara bertahap ditingkatkan menjadi 30%-40%. Selain penambahan TT, problem yang dihadapi RS adalah ketersediaan SDM. 

Senada dengan hal itu, RSUP Hardjolukito juga sudah memaksimalkan ruangan untuk pelayanan covid dengan membangun ruangan khusus isolasi sebanyak 40 TT, namun jumlah perawat untuk layanan tersebut belum memadai.

FKKMK UGM Ova Emilia menambahkan keberadaan shelter berfungsi sebagai penyangga sehingga perlu ada komunikasi intens dengan rumah sakit agar dapat membantu jika ada pasien dengan kondisi menurun untuk dapat dirujuk ke rumah sakit. "Kami harap ke depan, ada rumah sakit khusus untuk covid dengan penyediaan logistik dan SDM yang memadai," tuturnya. (*/jat


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up