Yayasan Barkasmal Nusantara Dampingi Dhuafa Dan Yatim Piatu

SLEMAN, BERNAS.ID - Barkasmal merupakan akronim dari Barang Kertas Bekas tapi Bisa Jadi Amal. Yayasan Barkasmal Nusantara yang bergerak di bidang pendidikan dengan program utama menyalurkan beasiswa, pendampingan akademik dan pembinaan akhlak bagi anak-anak yatim, piatu dan dhuafa. Barkasmal didirikan pada tahun 2012 oleh Dori Saputra dan menjadi yayasan pada Tahun 2018 dengan akta notaris Mochamad Ikhwanul Muslimin, SH.

Saat ini barkasmal tengah membina 28 anak dari tingkat SD hingga Kuliah S1. Anak-anak binaan Barkasmal berasal dari Sleman, Bantul, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Mereka tinggal bersama orang tua/wali dan sebagian diantara mereka tinggal di Pondok Pesantren Miftahunnajah, karena belum ada program mukim bagi siswa binaan tersebut.

Dikatakan Bendahara Yayasan Barkasmal Nusantara, Jumali, sumber pendanaan Barkasmal adalah dari barang bekas dan donasi (infaq, sodaqoh, dan dari orang tua asuh). Barang-barang sumbangan dari para donatur kemudian melalui serangkaian proses sortir untuk memilah-milah barang kertas (grade A,B, C, Duplex, Koran, dan lain-lain), barang layak pakai atau baru, peralatan rumah tangga, perlengkapan anak kos dan kontrakan yang sudah tidak digunakan, barang elektronik, dan barang bekas lainnya.

"Barang-barang tersebut kemudian dijadikan uang dengan sistem penjualan melalui toko berupa Barkasmal Store, Mitra barkasmal, dan penjualan online. Sedangkan kertas dan barang barang lain dijual kepada pengepul yang telah bekerjasama dengan barkasmal, di mana pengepul tersebut, bisa menjaga keamanan berkas karena kertas langsung dihancurkan. Hasil penjualan dan donasi tersebut digunakan untuk menjalankan program Barkasmal, beasiswa pendidikan dan operasional Barkasmal," ujar Jumali, Senin (18/1/2021) kepada Bernas.id.

Terlihat sepele, sambung Jumali, tapi barang bekas jika dikelola dengan baik, ternyata bisa mendukung anak-anak yang kurang mampu (yatim, piatu, dan dhuafa) untuk menempuh pendidikan. Semua program barkasmal biayanya bersumber dari barang bekas (kertas bekas, koran bekas, pakain, tas, dan sepatu layak pakai, perabotan rumah tangga second, perlengkapan kos kontrakan second) dan tentunya pihak Barkasmal juga menerima donasi dalam bentuk uang.

"Dari barang-barang bekas tersebut, setelah melalui serangkaian proses kemudian dijual untuk mendapatkan uang, Uang tersebut baru kemudian digunakan untuk membiayai program Barkasmal. Untuk beasiswa pendidikan saja, kami menyalurkan uang kepada 28 anak sebesar Rp 70.200.000 selama satu tahunnya (2 kali semester)," jelasnya.

"Selain beasiswa pendidikan, kami juga mempunyai program unggulan lain seperti pembelian perlengkapan sekolah, pendampingan belajar, pelayanan kesehatan, kemah pengembangan diri dan kepemimpinan, inkubasi bisnis, dan perpustakaan, yang kesemuanya difokuskan kepada 28 anak yang telah menerima beasiswa tersebut. Total biaya yang dibutuhkan setiap tahunnya mencapai Rp 70.000.000," tambah Jumali.

Sehingga, lanjut Jumali, total biaya yang dikeluarkan dari Barkasmal untuk semua program Barkasmal setiap tahunnya mencapai Rp 140.000.000, dan sebesar 60%-70% nya terpenuhi dari donasi dalam bentuk barang bekas yang dikelola Barkasmal, selebihnya baru dari donasi uang.

Dari laporan keungan Tahun 2020, dari pengelolaan barang bekas, mampu terhimpun uang sebesar Rp 200.000.000, yang kemudian digunakan untuk biaya operasional, tenaga kerja, sewa gudang, dan menjalankan program beasiswa. Kekuatan barang bekas ini sangat berpotensi jika dikelola dengan baik. Barkasmal memiliki relawan dan tenaga kerja yang siap menjemput donasi barang bekas dari donator, dengan alat transportasi berupa pick up dan sepeda motor.

"Nah, yang sekarang sedang mendesak adalah kebutuhan biaya pembangunan Sekretariat Barkasmal, yang nantinya akan jadi kantor terpadu Barkasmal. Selama ini, sejak tahun 2012, Barkasmal pindah-pindah kontrakan, belum ada tempat yang tetap. Gedung yang baru antara lain akan difungsikan sebagai Sekretariat/ kantor sebagai tempat menerima/akad donasi dari donatur dan pusat informasi Yayasan; Ruang kelas akan difungsikan untuk kelas bisnis anak-anak binaan barkasmal untuk usia SMP-SMA, bimbel gratis untuk anak-anak yg tdk mampu, belajar marketing gratis untuk anak binaan dan masyarakat sekitar; Ruang display /Toko Barkasmal yang akan difungsikan untuk tempat menjual barang-barang donasi sehingga barang lebih tertata nyaman untuk pengunjung saat berbelanja di barkasmal store; Ruang gudang, yang akan difungsikan untuk menampung dan menyortir barang donasi," bebernya.

Disampaikan Jumali, saat ini Yayasan Barkasmal yang beralamat di Jl Komp Turonggosari II No 23B Condongcatur, Depok, Sleman ini sedang membangun Sekretariat ataupun kantor terpadu Barkasmal diatas luas tanah 144 meter persegi, dengan luas bangunan 192 meter persegi. Estimasi total kebutuhan biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp 367.893.000; sudah habis dana Rp 247.095.000; kekurangan dana sebesar Rp 111.798.000 dengan progres pembangunan 70 persen. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghuhungi call centre (WA) Barkasmal 087839350674

"Bagi yang ingin mendonasikan bantuannya bisa melalui rekening Bank BNI Syariah atas nama Yayasan Barkasmal Nusantara dengan nomor rekening 0833810702," pungkasnya. (*/cdr)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul

Rumah Cantik 300 Jutaan - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Cantik di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Pertumbuhan Ekonomi Baru dan Jalur Bandara NYIA

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up