Jarak Luncur Awan Panas 1,8 Kilometer, Masih Kategori Kecil

SLEMAN, BERNAS.ID - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan saat ini Gunung Merapi memasuki masa erupsi efusif sejak 4 Januari 2021. Masa erupsi efusif akan ditandai dengan lelehan lava pijar.

Seperti Selasa dini hari (19/1/2021), BPPTKG mencatat adanya guguran lava pijar sebanyak 30 kali dengan jarak luncur 300-900 meter ke barat daya. Juga terpantau awan panas guguran 1 kali dengan jarak luncur 1,8 kilometer ke Kali Krasak dan Kali Boyong pada pukul 02.27 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan saat ini Merapi sudah memasuki fase erupsi efusif dengan adanya lelehan lava pijar karena konten gasnya kecil. "Magma dan gas sudah menuju permukaan, sudah mengalami intrusif dengan adanya guguran dan awan panas," jelasnya kepada awak media di Pendopo Parasamya, Sleman.

"Untuk jarak luncur 1800 meter hari ini itu masih dalam kategori yang kecil," imbuhnya. 

Hanik mengatakan Merapi sejak tanggal 12 Januari 2021, aktivitasnya mengalami penurunan dengan drastis. "Deformasi yang tadinya mengalami pemendekan 21 cm per hari, kini menurun drastis, kurang dari 2 cm per hari," ucapnya.

"Kubah Lava, pertumbuhannya hanya 8000 meter kubik per hari.Pertumbuhan yang termasuk rendah. Namun, tetap harus waspada. Fenomena yang penting, di dalamnya apakah ini berkembang atau tidak," terangnya.

Untuk potensi bahaya saat ini, lanjut Hanik, di sektor selatan dan barat daya berupa guguran lava dan awan panas, meliputi Sungai Boyong, Sungai Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Putih sejauh maksimal 5 kilometer. "Kami tetap akan memantau dari berbagai sisi, semua jalur-jalur, tidak hanya di Bebeng. Semua kita pantau," ujarnya.

Plt Assek Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto mengatakan walaupun Merapi sudah di fase erupsi efusif, Pemkab Sleman belum memperbolehkan para pengungsi lereng merapi untuk pulang ke rumahnya mengingat saat ini masih memberlakukan PTMK (Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat) hingga tanggal 25 Januari 2021.

“Hingga tanggal 25 Januari 2021 pengungsi tetap di barak. Sambil menunggu instruksi Bupati,” katanya.

Selain itu, karena tidak ada yang bisa menjamin situasi sudah aman, Joko mengatakan Pemkab Sleman mempertimbangkan faktor jika Merapi statusnya dinyatakan Siaga atau Level III, kelompok rentan diungsikan. (jat


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up