Bernas.id - Belum genap satu bulan di tahun 2021, banyak bencana alam terjadi di Indonesia dalam kurun waktu yang berdekatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebanyakan bencana alam adalah tanah lonsor, banjir, dan angin ribut. Di bulan ini juga sudah terjadi bencana alam besar seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, serta banjir bandang. Bencana alam yang terjadi menunjukkan bahwa secara geografis dan geologis Indonesia memang rawan bencana, ditambah lagi cuaca ekstrim dan curah hujan tinggi pada bulan Januari.

Banyaknya bencana alam yang terjadi mengakibatkan ratusan orang meninggal, luka-luka, dan terpaksa harus tinggal di tenda pengungsian. Indonesia yang masih dilanda pandemi Covid -19 mengharuskan semua orang agar menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat yang berada di tempat pengungsian tentunya akan kesulitan dalam penerapan protokol kesehatan. Keterbatasan tempat ditambah lagi fasilitas di tempat pengungsian yang sangat  minim menjadi masalah utama pengungsi.

Korban bencana gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, menempati tempat pengungsian yang masih berupa tenda-tenda. Mereka menempati tenda pengungsian yang berisi 10 hingga 15 orang dalam satu tenda. Pengungsi juga berimpitan ketika menunggu giliran menerima paket bantuan dengan antrean mengular panjang. Tentunya, mereka akan kesulitan dalam menerapkan protokol kesehatan di mana setiap orang harus menjaga jarak satu sama lain. Pengungsi di sana juga banyak mengeluhkan minimnya bantuan masker, hand sanitizer, maupun sabun cuci tangan. Jika hal ini tidak ditindak-lanjuti, maka pengungsi akan mulai terserang berbagai penyakit dan menjadi rawan terpapar Covid-19.

Saat ini, Satgas Penanganan Covid-19 serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memastikan agar pengungsi tidak terpapar Covid-19. Para relawan di sana tetap menerapkan protokol kesehatan 3M serta menggunakan APD. Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga akan memisahkan pengungsi berdasarkan kelompok usia rentan dan usia muda. Hal ini sangat diperlukan untuk mencegah penularan Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 memberikan bantuan alat tes cepat antigen agar bisa memeriksa dan menelusuri secara dini adanya penularan virus corona. Apabila terdapat pengungsi yang reaktif swab antigen, maka mereka akan mendapat tidak lanjut dari Dinas Kesehatan setempat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bencana alam susulan mungkin masih akan terjadi. Pemerintah menghimbau masyarakat agar tetap tenang, jaga kesehatan, dan selalu waspada. Masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan dan tebing curam harus tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi bisa menyebabkan tanah longsor dan reruntuhan batuan. Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai juga diminta waspada, segera jauhi pantai apabila merasakan gempa susulan. (Eva)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up