Bernas.id - Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah kasus Covid-19 tinggi di dunia. Berdasar data statistik dari Worldometers, Indonesia menempati urutan ke-19. Amerika Serikat, India, dan Brasil adalah urutan tiga teratas negara dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi. Hingga Selasa (26/1) Kemenkes RI mencatat sebanyak 1.012.350 kasus positif Covid-19, pasien sembuh 820.326, dan meninggal mencapai 28.468 jiwa.

Dari jumlah pasien sembuh, salah satunya adalah seorang ibu pasca operasi caesar di daerah Ngaglik Yogyakarta, Suranti Wicaksana. Ranti yang menunggu masa persalinan, direncanakan operasi caesar tanggal 12 Januari 2021 merasakan gejala anosmia (kehilangan penciuman) pada tanggal 6 Januari. Ranti mengira rhinitisnya kambuh sehingga konsultasi ke dokter secara daring kemudian diberi resep obat flu dan anti alergi.

Namun pada tanggal 11 Januari terjadi flek, Ranti buru-buru ke rumah sakit. Sejak awal sudah disampaikan bahwa rahimnya tipis sehingga tidak disarankan VBAC (Vaginal Birth After Caesarean). Sesampai di rumah sakit, Ranti menjalani Rapid antibodi dan dinyatakan igM reaktif, dilanjutkan tes swab antigen dan PCR dengan hasil positif. Prosedur ini juga diberlakukan untuk suaminya tapi hasilnya negatif.

Pihak rumah sakit akhirnya memutuskan segera dilakukan operasi caesar. Selama operasi, Ranti memakai masker medis. Karena kondisi semakin memburuk, dokter mengambil tindakan bius total dari yang awal hanya bius sebagian saja.

Perjuangan benar-benar dimulai ketika keluar ruang operasi dan dibawa masuk ruang isolasi. Ranti dengan jahitan operasi caesar harus mengerjakan semuanya sendiri karena menjalani isolasi tanpa pendampingan. Pemantauan dilakukan dengan CCTV dan komunikasi ke tenaga medis melalui media WhatsApp. Perawat visit dua kali sehari, pagi dan sore.

Semangat Ranti untuk sembuh dari Covid-19 sangat kuat. Hal ini karena bayi yang baru dilahirkan dinyatakan negatif setelah melalui serangkaian tes. Apalagi anak sulungnya baru berusia 5 tahun. Keinginan tetap bersama mereka dan keluarga merupakan penyemangat yang luar biasa.

Melalui pesan WhatsApp, Ranti menyampaikan, "Anak saya diizinkan pulang terlebih dahulu dan keputusan keluarga akhirnya dirawat di Magetan bersama mertua. Sementara anak sulung dirawat di rumah tante karena dia punya komorbid pneumonia alergi, rhinitis, asma bawaan dan defisit imun. Benar-benar harus dijaga."

Perjuangan Ranti tidak berhenti. Setelah diizinkan pulang dan isolasi mandiri di rumah Ranti harus mengontrol hati dan pikiran karena jauh dari anak-anak. Puncaknya ketika ASI-nya melimpah kemudian menelepon sang tante untuk minta tolong dibelikan alat pompa ASI, ternyata si sulung menyahut percakapan.

"Ibuk kok lama banget sih perginya, Ibuk kemana?" tanyanya. Di situlah Ranti sangat drop. Gejala bermunculan kembali saat menangis. Ranti berusaha menenangkan diri kembali. 

Akhirnya perjuangan berat pun bisa dilalui Ranti dan keluarga. Lima belas hari pasca diizinkan isolasi mandiri, Ranti kembali melakukan serangkaian tes dan dinyatakan negatif.

"Saya bersyukur apapun yang harus saya lalui kemarin2 itu.. meskipun berat.. semoga seterusnya kita dan keluarga kita diberikan kesehatan. Aamiin," tulis Ranti dalam akun Facebook Rantii Wicaksana.

Sama halnya dengan yang disampaikan Ranti, Fahd Pahdepie, seorang penulis dan pengusaha yang juga penyintas Covid-19 bahwa selain keyakinan, kontrol emosi, support orang-orang di sekitar dan masyarakat sangat berperan dalam proses kesembuhan seorang pasien Covid-19. Fahd menuliskan kisahnya selama sakit dalam sebuah buku berjudul 'Saya Akan Sembuh'. Buku tersebut dapat diunduh secara gratis sebagai wujud support bagi orang-orang yang masih berjuang melawan Covid-19. Tetap semangat, tetap patuhi protokol kesehatan. (tan) 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up