Jakarta, BERNAS.ID - Kegiatan bertajuk Pelatihan Fasilitasi Daring yang diselenggarakan Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) DPD DIY telah memasuki hari ke dua. Kegiatan yang digagas oleh Bidang Peningkatan Kapasitas Anggota DPD AELI DIY ini sedianya berlangsung selama dua hari, dimulai Selasa, 26 Januari 2021. 

Seperti diketahui, pada hari sebelumnya pelatihan mengupas tentang penyiapan media daring mulai dari penyiapan meeting room, mengenali fitur-fitur aplikasi yang digunakan hingga menyiapkan siaran streaming, materi hari ke dua ini fokus pada seluk beluk dunia fasilitasi experiential learning (EL) yang selama pandemi ini mengalami pergeseran tren, dari fasilitasi tatap muka ke bentuk fasilitasi daring.

Sesi dibuka dengan pemaparan oleh Oktavia Zamharin. Via, demikian ia biasa disapa, mengajak para peserta mengenal dan memahami konsep fasilitasi daring beserta dengan segala kompetensi yang diperlukan. Selama sesi awal peserta juga diajak untuk mengidentifikasi peran dan tanggung jawab fasilitator EL (fasel) dalam konteks daring.

Lepas jeda siang, peserta diberi kesempatan untuk berlatih membawakan aktivitas fasilitasi daring dengan metode role play. Peserta yang terbagi ke dalam enam kelompok menyajikan berbagai aktivitas yang disusun dengan penyesuaian menggunakan media daring. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pengalaman untuk membawakan aktivitas dengan perantaraan media yang tidak biasa digunakan.

Pelatihan ini mendapat apresiasi positif dari para peserta. Sri Wantoro, fasel asal Lampung mengungkapkan bahwa ia cukup mendapat pengetahuan baru. “Ke depannya, saya berharap dapat lebih berkembang dalam hal fasilitasi daring,” ujarnya.

Tanggapan serupa juga diutarakan oleh Eka dan Fenny, fasel asal DKI Jakarta. Eka berharap agar pelatihan ini mampu membuat sebuah ekosistem untuk berkolaborasi antara provider penyelenggara program EL, dengan fasel dalam berkegiatan secara virtual. “Saya berharap kegiatan semacam ini bisa diselenggarakan kembali, agar fasel semakin berkembang dengan bentuk fasilitasi EL yang berbeda” ungkap Fenny.

Evi Margiyanti selaku ketua panitia menutup pelatihan dengan harapan agar kegiatan ini mampu menjadi pemicu fasel menambah keterampilan baru dan mampu beradaptasi dalam situasi pandemi ini. “Semoga jejaring lintas daerah yang terjalin selama pelatihan ini bisa berlanjut dalam bentuk kerja sama lain, dan tak berhenti sampai di sini,” tambahnya.

Lebih dari itu pelatihan ini diharapkan mampu menjadi jembatan awal penyiapan diri para fasilitator untuk menambah skill baru terkait fasilitasi. Beragam paket program bisa di-create dari sini. Dengan kesiapan ini maka harapannya dunia pariwisata dan Peningkatan SDM tidak terhenti. Lembaga penyedia jasa pelatihan SDM dan Asosiasi pariwisata menjadi punya banyak alternatif produk yang bisa ditawarkan kepada stake holder / perusahaan yang membutuhkan di masa pandemi ini. Salah satu produk yang bisa ditawarkan misalnya: Virtual Team Building, Virtual Journey, Virtual Tour dan sebagainya. (kontributor: Vindy)

 

 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up