Menkes Pantau Vaksinasi Massal Yang Pertama Di DIY

SLEMAN, BERNAS.ID - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan vaksinasi massal kepada 3.300-an tenaga kesehatan (nakes) yang berasal dari berbagai rumah sakit di wilayahnya. Hal tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung target vaksinasi 1,5  juta nakes di Kemenkes yang dipatok selesai akhir Februari 2021.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berharap suntikan vaksinasi pertama bagi nakes di Indonesia bisa selesai di minggu pertama Februari sehingga minggu ketiga Februari bisa selesai. “Untuk itu nakes yang sudah mendapatkan suntikan vaksin, bisa mengajak nakes lainnya untuk bisa suntik,” katanya saat suntik vaksin massal di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Sleman, DIY, Kamis (28/1/2021).

Menkes pun meminta nakes yang bisa menyuntik bisa belajar menjadi vaksinator sehingga bisa membantu menyelesaikan target Kemenkes. Selain itu, nakes yang sudah disuntik bisa menginformasikan kepada yang lainnya bahwa setelah disuntik, tetap sehat.

"Nakes yang disuntik hari ini juga tidak ada yang menggelepar, muntah-muntah sehingga yang belum disuntik tidak perlu takut. Saya pun sudah disuntik dua kali. Mudah-mudahan teman-teman nakes segera mendapat suntikan keduanya,” imbuhnya.

Menkes Budi pun merasa bangga karena vaksinasi massal nakes DIY di GSP UGM menjadi suntik vaksin yang terbanyak dalam satu hari. Bahkan, meraih rekor MURI. “Terima kasih Yogya, ini adalah suntikan yang paling besar dalam satu hari. Saya berharap vaksinasi massal ini bisa ditiru daerah lainnya,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr Rukmono Siswihanto mengatakan, vaksinasi massal ini merupakan implementasi percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Selain itu, Yogyakarta ditunjuk menjadi pilot project pelaksanaan vaksinasi massal sehingga Kementerian Kesehatan menyediakan 4.000 dosis vaksin untuk mendukung kegiatan vaksinasi.

"Selain berkomitmen mendukung program vaksinasi, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta juga akan menerapkan pemantauan efek vaksin atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bagi nakes yang sudah mendapatkan vaksin dengan mengisi link yang telah disediakan oleh panitia," katanya.

Periode kali ini, nakes yang divaksinasi berasal dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RS Akademik UGM, RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS JIH, RS Hardjolukito, RS Bethesda Lempuyang Wangi, RS PKU Muhammadiyah Gamping, Dinas Kesehatan DIY, Klinik Kiku, Klinik D’lapan, Klinik dr Theresia Handayani, Klinik Pratama Yonif 403/WP, FKKMK UGM, FKG UGM, dan Tim Zero TB.

Diketahui, Menkes Budi mematok target vaksinasi Covid-19 untuk penduduk Indonesia, 1 juta per hari. Target tersebut untuk mengejar kekebalan komunal 70 persen dari populasi penduduk Indonesia sebanyak 181 juta penduduk.

Pelaksanaan program vaksinasi di Grha Sabha Pramana UGM dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Para penerima vaksin diminta untuk melakukan registrasi terlebih dahulu dengan menunjukkan KTP yang dilanjutkan dengan proses screening kesehatan oleh tim medis, pemberian vaksinasi dan pemantauan kondisi setelah 30 menit mendapatkan suntikan vaksin. (jat


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan Diskon 60 Juta di Sedayu Bantul

Rumah Cantik 300 Jutaan - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Cantik di Jogja Diskon 70 Juta - Strategis di Pertumbuhan Ekonomi Baru dan Jalur Bandara NYIA

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up