Bernas.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebutkan bulan Februari 2021 masih menjadi puncak musim penghujan. Berdasarkan prediksinya pada Agustus 2021, beberapa wilayah yang akan diguyur hujan deras di antaranya adalah Sumatera selatan, DKI Jakarta, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian selatan. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem harus ditingkatkan.

Intensitas hujan yang cukup tinggi biasanya dapat memicu terjadinya banjir dan tanah longsor. Kedua bencana tersebut juga dapat disebabkan karena adanya erosi di daerah dataran tinggi. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, wilayah yang rawan diterjang erosi hendaknya ditutupi dengan tanaman-tanaman pencegah erosi. Adapun tanaman-tanaman tersebut, yaitu:

1. Akar Wangi

Tanaman yang memiliki nama Latin Chrysopogon Zizanioides ini memiliki banyak kelebihan. Akar wangi tumbuh di ketinggian 500-1.000 meter di atas permukaan laut. Selain tahan banting terhadap perubahan iklim, tumbuhan ini juga dapat beradaptasi di lahan kering, marjinal, dan tercemar. Akar wangi mampu mereduksi laju erosi hingga 90% bila tutupan daun mencapai 70%. Akar wangi sudah ditanam di beberapa daerah di Indonesia, seperti Bali dan Sempadan Sungai Ciliwung.

2. Petai China

Di tanah Jawa, petai China dikenal dengan sebutan lamtoro atau kemlandingan. Tanaman yang bernama latin Leucaena leucocephala ini sering digunakan dalam penghijauan lahan atau pencegahan erosi. Berasal dari Amerika tropis, tumbuhan ini sudah ratusan tahun diperkenalkan ke Indonesia untuk kepentingan pertanian dan kehutanan. Selain itu, petai Chinapetai China dapat. Di hutan jati yang dikelola oleh Perhutani di Jawa, petai China kerap ditanam sebagai tanaman sela untuk mengendalikan erosi, serta meningkatkan kesuburan tanah. Perakaran petai China memiliki nodul-nodul akar tempat mengikat nitrogen dan banyak menghasilkan daun sebagai sumber organik

3. Nangka

Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 meter tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Tanaman dengan nama ilmiah Artocarpus heterophyllus ini memiliki batang yang berbentuk bulat silindris dengan diameter sekitar 1 meter. Seluruh bagian tubuhnya mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai. Nangka tumbuh dengan baik di iklim tropis sampai dengan lintang 25? utara maupun selatan, walaupun diketahui pula masih dapat berbuah hingga lintang 30?. Tanaman ini menyukai wilayah dengan curah hujan lebih dari 1500 mm pertahun di mana musim keringnya tidak terlalu keras. Selain memiliki batang pohon yang kuat, buah nangka bisa diolah menjadi hidangan lezat, salah satunya adalah kolak.

4. Jengkol

Pohon jengkol adalah tumbuhan asli daerah tropis kawasan Asia Tenggara. Tumbuhan dengan nama Latin Archidendron Pauciflorum ini hidup di lingkungan yang lembap, karena memerlukan pasokan air yang cukup. Akan tetapi, tanaman jengkol tetap memerlukan intensitas cahaya matahari untuk menunjang pertumbuhannya. Pohon jengkol adalah jenis tanaman yang dapat beradaptasi hampir diseluruh wilayah tropis. Selain itu, tanaman ini dapat tumbuh secara liar, misalnya di pekarangan rumah atau areal persawahan. Oleh sebab itu, masyarakat yang membudidayakan jengkol umumnya tidak melakukan perawatan khusus.

5. Alpukat

Tanaman dengan nama Latin Persea Americana ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Pohon alpukat banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman pekarangan di daerah-daerah tropika lainnya di dunia. Batang pohonnya memiliki tinggi mencapai 20 meter dengan daun sepanjang 12 hingga 25 cm. Bunganya tersembunyi dengan warna hijau kekuningan dan ukuran 5 hingga 10 milimeter. Ukurannya bervariasi dari 7 hingga 20 sentimeter, dengan massa 100 hingga 1000 gram; biji yang besar, 5 hingga 6,4 sentimeter. Selain dikenal dengan akarnya yang kokoh, alpukat juga menyimpan banyak khasiat untuk kesehatan dan kecantikan. (Rrw)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up