close

Belasan Pengendara Luar DIY Ketahuan Tak Bawa Hasil Tes Rapid Antigen

Belasan Pengendara Luar DIY Ketahuan Tak Bawa Hasil Tes Rapid Antigen

KULONPROGO, BERNAS.ID - Puluhan kendaraan berplat nomor luar DIY terjaring razia oleh petugas di pos penyekatan di perbatasan Kulonprogo-Purworejo, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Jumat (12/2/2021) pagi. Belasan pengendara tidak membawa hasil tes rapid antigen dan sejenisnya sebagai syarat masuk wilayah DIY selama perayaan Imlek 2021.

Di pos kompleks Masjid Nurul Huda, sisi utara Jalan Nasional Jogja-Wates, Dusun Kadilangu Kidul, Kalurahan Temon Kulon, Temon, kendaraan yang ditepikan personil gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Dishub Kulonprogo, Kepolisian, TNI dan Satpol PP rata-rata berasal dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta. 

Petugas mengecek kelengkapan berkendara, termasuk ada tidaknya dokumen rapid antigen. Hasilnya belasan orang meliputi pengendara beserta penumpang tidak melengkapi diri dengan dokumen tersebut. 

Terhadap pelanggar, petugas mengarahkan mereka melakukan test rapid antigen di posko pemeriksaan yang disediakan di belakang pos penyekatan. 

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi (Dalops) Dishub DIY, Bagas Senoadji, mengatakan operasi penyekatan di DIY dilakukan di tiga lokasi, yakni di Temon Kulonprogo; Tempel Sleman dan Prambanan Sleman. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus COVID-19 selama libur Imlek. 

Di dalam penyekatan, pengendara baik yang hendak ke luar maupun masuk wilayah DIY wajib menunjukkan hasil rapid antigen. 

"Jadi masyarakat wajib membawa hasil rapid antigen, jika tidak bawa itu kami bekerjasama dengan Kepolisian melakukan tes rapid antigen gratis di posko perbatasan," kata Bagas. 

Ia menjelaskan penyekatan berlangsung sejak Kamis (11/2/2021) malam dan dijadwalkan selesai pada Minggu (14/2/2021). Menurutnya hingga hari kedua kegiatan, mayoritas pengendara sudah sadar dengan aturan membawa dokumen rapid antigen. Namun dia mengakui jika masih ditemukan warga yang melanggar syarat tersebut, karena belum mengetahui aturan yang diterapkan.

"Kebanyakan sih sudah sadar ya, tapi juga ada yang tidak bawa rapid antigen," jelasnya. 

Ia meneruskan, bagi pengendara yang hasil rapid antigen-nya non reaktif diperkenankan melanjutkan perjalanan. Sedangkan untuk hasil reaktif, akan diminta putar balik atau diarahkan menuju fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapat penanganan medis. (den


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru