Cerita Kakekku Tentang Perempuan dalam Pusaran Konflik Penguasa

Penulis : Heru Sang Amurwabumi
Editor : Sabila J. Firda
20 Februari 2021

Ilustrasi dari indonesiazamandoeloe

Bernas.id - Somadireja. Orang-orang Kedung Pingit—sebuah desa di kaki Gunung Pandan—menyebutnya Mbah Soma. Aku memanggilnya kakek, sebab dia memang bapak dari simbokku. Selain dituakan di desa kami, dianggap sesepuh sebab konon jika ditarik sampai garis keturunan kesekian belas masih memiliki darah dari trah Kasunanan Kartasura, kakekku itu juga dikenal sebagai pendongeng ulung. Dia memang gemar bercerita. Dongeng dan kisah-kisah tutur leluhur dari masa ke masa, yang diceritakan kembali oleh kakekku terasa semakin hidup sebab selalu ada nasihat bijak yang dia sisipkan di akhir cerita.

Seperti halnya hari ini, pengujung pekan yang membawaku kembali mendengarkan sebuah cerita yang kakek kisahkan ketika aku sedang menjenguknya.

Malam itu adalah malam ketujuh Raja Amangkurat meniduri mayat Ratu Malang di makam yang sengaja tidak ditutup. Sudah tujuh malam seluruh anggota kerajaan menjadi gusar melihat tingkah laku raja. Kondisi politik kerajaan tidak stabil dan rakyat mengalami krisis. Meskipun demikian, malam ini adalah malam yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penghuni kerajaan. Sebelum meniduri mayat istrinya, Raja pernah berkata bahwa kelak pada puncak malam ketujuh kematian istrinya, dia akan keluar dari makam dan menjalankan tugasnya kembali sebagai Raja Mataram. Hal itu karena ia masih ingat benar kutukan Ratu Malang, sebelum sang ratu memejamkan mata untuk selama-lamanya.

Tepat pada malam ketujuh, seluruh penghuni kerajaan beserta para Abdi Dalem bersimpuh di hadapan makam Ratu Malang. Mereka menunggu keluarnya raja. Sesekali, satu dua abdi dalem yang tidak sabar, melirik ke arah langit. Mereka berharap agar purnama meninggi sehingga malam lekas berganti. Perlahan tapi pasti, purnama memang memanjat ke puncak langit. Ketika purnama tepat berada di atas ubun-ubun kepala mereka, Raja keluar dari makam istrinya. Pakaiannya lusuh, wajahnya sedikit kumal, dan matanya berkantung.

“Nayatruna! Yudakarti!” teriaknya.

Kedua abdi dalem kerajaan yang sudah lama dipercaya oleh raja itu pun langsung menghadap raja dan mengambil posisi bersujud sempurna.

“Aku memerintahkan pada kalian untuk pergi ke tempat yang sumber airnya bersih untuk mencari wanita yang kecantikannya setara dengan istriku!” pinta raja.

“Baik, Ndoro!” jawab Nayatruna dan Yudakarti kompak.

***

Dari semua tugas yang diberikan oleh raja, ini adalah tugas terberat bagi Nayatruna dan Yudakarti. Meskipun demikian, mereka harus menuruti perintah sang raja karena mereka tahu betul konsekuensi yang harus ditanggung apabila misi ini gagal.

“Yud, kamu masih ingin leher dan badanmu ini jadi satu, kan?” ujar Nayatruna.

“Hush! Kamu bilang apa? Ya masih ingin toh!” tegas Yudakarti.

“Makanya jangan malas-malasan, ayo kita jalan lagi! Mencari lagi!” ajak Nayatruna.

Yudakarti yang kelelahan pun tak mampu menolak. Dia tahu sesungguhnya Nayatruna juga kelelahan, tapi misi yang diberikan oleh raja lebih penting untuk keselamatan mereka. Sebelum melanjutkan perjalanan, Yudakarti meminta satu syarat pada Nayatruna. “Izinkan aku mandi dulu di sungai itu, udara di sini sangat panas sekali!”. Nayatruna pun mengangguk. Tidak ada salahnya memang untuk mandi di cuaca yang sepanas ini. Perjalanan sudah ditempuh cukup jauh dan baru kali ini mereka menemukan sungai yang bersih. Nayatruna dan Yudakarti pun sepakat untuk mandi sejenak di sungai itu.

“Bapak, ada dua orang telanjang di sungai!” teriak seorang anak wanita yang pergi ke arah rawa-rawa. Mendengar teriakan itu, Nayatruna dan Yudakarti pun langsung mengambil pakaiannya dan berpakaian kembali. Mereka tidak menyadari keberadaan gadis kecil itu dan masih mencari sumber suara.

“Hei anak muda! Apa yang kalian lakukan?” Tiba-tiba suara itu muncul dari balik rawa-rawa diikuti dengan sesosok laki-laki berbadan gempal dan berambut panjang sampai ke bahu. Di balik kaki laki-laki itu bersembunyi seorang anak gadis. Sesekali dia mengintiip untuk menengok ke arah Nayatruna dan Yudakarti. Melihat kecantikan anak gadis itu, Nayatruna dan Yudakarti langsung bersimpuh dan mengutarakan niatnya.

“Kami adalah abdi dalem Raja Amangkurat yang diutus untuk mencari seorang wanita dari sumber air bersih, untuk dijadikan sebagai istri raja! ucap Nayatruna.

“Bangunlah, Nak. Aku adalah Ki Ngabei Mangunjaya. Mari kita bicarakan niat baikmu itu di rumahku!” ucap lelaki itu.

Ki Ngabei Mangunjaya merupakan salah seorang bangsawan Kadipaten Surabaya. Ketika tidak sedang bertugas, dia sering sekali mengajak anaknya, Sahoyi untuk bermain di Kali Mas, tempat Nayatruna dan Yudakarti mandi. Pertemuan ini merupakan pertemuan yang diidam-idamkan oleh Ki Ngabei. Dia berharap agar anak gadisnya yang cantik jelita dinikahi oleh orang yang berasal dari keluarga kerajaan. Sesampainya di rumah Ki Ngabei, Nayatruna dan Yudakarti disambut baik. Mereka diberikan pakaian yang layak dan makanan yang lezat.

“Anak muda, sesungguhnya anak gadisku masih belum menstruasi dan senang bermain-main, apakah benar Raja Amangkurat mau menerimanya?” tanya Ki Ngabei.

Mendengar perkataan itu, Yudakarti menjawab, ”Tenang saja, Ndoro. Kami akan bawa Sahoyi ke kerajaan Mataram untuk kami perlihatkan pada raja. Kalau melihat kecantikan Sahoyi seperti ini, pasti raja akan terpikat”.

Mereka bertiga lalu tertawa terbahak-bahak. Jamuan pun dilanjutkan dengan minum arak terbaik yang dimiliki oleh Ki Ngabei untuk menjamu tamu. Malam pesta pora. Sorak sorai meriah. Keesokan harinya, Sahoyi dibawa oleh Yudakarti dan Nayatruna ke kerajaan Mataram.

***

“Luar biasa! Sungguh hebat kalian! Tidak salah aku memilih kalian menjadi abdiku yang utama!” ucap Raja Amangkurat sembari tertawa dan melemparkan kantung berisi emas pada Nayatruna dan Yudakarti yang bersimpuh di hadapan Raja.

“Maaf, Ndoro. Anak gadis ini belum menstruasi, Ndoro,” ucap Yudakarti mengawali.

“Iya, Ndoro. Kiranya Ndoro bersedia menunggu hingga dia matang” sahut Nayatruna perlahan.

Mendengar perkataan itu, raja menghentikan gelak tawanya. Dia bangkit berdiri sambil menatap ke arah langit-langit kerajaan. Dia terdiam cukup lama hingga diarahkan kedua bola matanya yang tajam pada Ngabehi Wirarejo, pembesar kerajaan sekaligus sahabatnya.

“Kakanda Wirarejo, kiranya engkau mau untuk mendidik anak gadis ini. Ajarilah dia tentang adat dan tata cara hidup di kerajaan ini, terlebih persiapkanlah dia untuk menjadi istriku. Kelak aku akan mengambilnya!” titah Raja.

Ngabehi Wirarejo pun bersedia mendidik Sahoyi. Gadis cantik yang teramat cantik itu lalu dibawanya pulang. Dia dididik dengan penuh kasih sayang oleh keluarga Ngabehi Wirarejo. Tak jarang anak dan kemenakan Ngabehi Wirarejo berkunjung mengunjungi Sahoyi dan mengajaknya main. Namun, Ngabehi Wirarejo memperingatkan agar Sahoyi tidak pergi terlalu jauh. Dia khawatir kecantikan Sahoyi mampu memikat hati para pendekar dan ksatria di luar kerajaan Mataram. Sahoyi tumbuh sebagai gadis periang dan kecantikanya tetap terjaga karena dididik oleh keluarga yang sangat memperhatikan kesehatan dan kebahagiaanya.

***

Jejak waktu semakin lama semakin maju. Matahari berlompatan di langit silih berganti, bergantian bersama rembulan yang sesekali malu dan menyembunyikan pendarnya di balik awan. Puluhan bunga berguguran dan bermekaran melengkapi satu sama lain. Aromanya wangi, sewangi aroma tubuh Sahoyi yang mulus terawat dan telah menjadi dewasa.

Setiap sore, sembari menatap senja, Sahoyi diajari membatik oleh istri Wirareja di pendopo dekat rumah. Sore itu, Sahoyi datang lebih awal. Dia ingin menunjukkan pada istri Wirareja tentang kemahirannya dalam membatik. Ia berencana memberi kejutan agar ibu yang mengasuhnya selama ini bangga padanya. Tangannya asik membatik di kain yang terlentang dihadapannya hingga dia tidak sadar ada lelaki yang sejak tadi mengamatinya sembari menunggang kuda.

“Raden Mas Rahmat, oh Raden Mas Rahmat selamat datang,” ujar istri Wirareja. Dia meletakkan peralatan batiknya menuju pada seorang pangeran yang mematung dan belum turun dari kudanya. Melihat hal itu, Sahoyi pun jadi kaget. Istri Wirareja tidak berjalan ke arahnya tapi ke arah pangeran tampan itu.

Sahoyi pun mengikuti dari belakang istri Wirareja dan mereka berdua berhenti di hadapan Raden Mas Rahmat.

“Siapakah gerangan Adinda?” tanya Raden Mas Rahmat. Mata lelaki itu masih tertuju pada Sahoyi.

“Nduk, ayo segera perkenalkan dirimu pada Raden Mas!” ucap istri Wirareja pada Sahoyi.

Raden Mas Rahmat turun dari kuda. Mereka berdua pun saling berkenalan.

Perkenalan senja itu membawa pada pembicaraan-pembicaraan selanjutnya. Raden Mas Rahmat yang selama ini pemurung karena kegagalan cintanya pada putri Kasultanan Cirebon, kini menjadi bergairah kembali. Setiap hendak berangkat ke rumah Wirareja, Raden Mas selalu mandi kembang dan mengenakan baju-baju terbaiknya. Sepulang dari rumah Wirareja, Raden Mas pun langsung berlatih pedang dan memperdalam ilmunya. Porsi makananya pun juga menjadi banyak setelah berbulan-bulan dia tidak mau makan.

Pangeran Pekik dan Ratu Pandansari, kakek-nenek Raden Mas Rahmat sangat senang melihat perubahan positif yang dialami cucunya setelah mengalami kegagalan cinta. Selama ini Raden Mas Rahmat diasuh oleh kakek neneknya karena ibunya merupakan salah satu istri Raja Amangkurat yang harus senantiasa siap melayani Raja.

Dalam kerajaan Mataram, Raden Mas Rahmat punya posisi yang cukup penting. Dia digadang-gadang menjadi pewaris takhta Raja Amangkurat karena kecerdasan, kesaktian, dan kewibawaannya di usia muda. Melihat perkembangan Raden Mas Rahmat yang begitu luar biasa. Pangeran Pekik dan Ratu Pandansari mencoba mengulik rahasia cucunya itu. Ternyata mereka menemui jawaban bahwa Raden Mas Rahmat sedang jatuh cinta pada Sahoyi.

Mendengar pengakuan cucu yang paling disayanginya, Pangeran Pekik dan Ratu Pandansari mencoba memutar otak agar Sahoyi jatuh ke pelukan Raden Mas Rahmat. Mereka sesungguhnya tahu atas konsekuensi yang dihadapi apabila Raja mengetahui bahwa salah satu puteranya mencintai calon Ratu Kerajaan.

***

“Wirareja sudahlah! Jangan keras kepala! Seluruh hartaku dan segala kekayaan ini sudah kuserahkan padamu! Ah masak kau tak mengerti juga! Biarkanlah Sahoyi menikahi cucuku!” ujar Pangeran Pekik.

“Ampun, Ndoro Tuan. Bukan berarti saya bermaksud melanggar perintah Ndoro, tetapi baginda Raja ber...” belum sempat Wirareja melanjutkan perkataanya, Pangeran Pekik menyahut.

“Sahoyi! Raden Rahmat! Apakah kalian berdua saling mecintai?”

Mendengar pertanyaan yang disampaikan oleh Pangeran Pekik, Sahoyi dan Raden Mas Rahmat yang berada dalam forum para orangtua itu pun angkat bicara.

“Kami saling mencintai” ucap Raden Mas Rahmat.

“Saya siap memberikan seluruh diri saya sebagai wujud kesetiaan pada Kakanda Mas Rahmat!” ucap Sahoyi menimpali.

“Baik sudah cukup! Kau dengar sendiri kan Wirareja kesaksian dari mereka berdua? Apakah kau mau memisahkan kedua insan yang telah dipersatukan ini?” ujar Pangeran Pekik pada Wirareja dan istrinya.

Mendengar perdebatan itu, luluh hati Wirareja. Sebagai seorang pengasuh, dia sesungguhnya menganggap Sahoyi seperti anak sendiri. Ia juga tahu wajah Sahoyi berbinar-binar dan semakin cantik apabila bertemu dengan Raden Mas Rahmat.

Keluarga Wirareja dan Pangeran Pekik pun menyusun siasat untuk menikahkan Raden mas Rahmat dan Sahoyi secara diam-diam dengan cara melarikan mereka berdua jauh-jauh dari wilayah Mataram.

***

Tibalah hari pengambilan Sahoyi untuk dijadikan istri oleh Raja Amangkurat. Dengan rombonganya datanglah Raja ke rumah Wirareja. Nahas, alangkah terkejutnya Raja ketika melihat Sahoyi tidak ada di rumah Wirareja. Sesungguhnya, Raja Amangkurat sudah tahu tentang penculikan Sahoyi dari kabar yang berembus di kalangan kerajaan. Namun, dia tidak percaya pada kabar yang diembuskan para abdi dalem. Raja Amangkurat lebih mempercayai Wirareja yang merupakan sahabat karibnya sejak lama.

“Kepercayaanku padamu luntur sudah Wirareja, kau telah mengkhianati sekaligus menyakitiku, sahabatmu sendiri!” ujar Amangkurat sembari menunjukkan punggungnya pada Wirareja dan istrinya yang bersujud mohon pengampunan.

“Habisi mereka sehabis-habisnya!” teriak Amangkurat pada para pasukan yang sedari tadi sudah bersiap siaga di depan rumah Wirareja.

Pasukan jitu yang sudah terlatih itu pun masuk ke kediaman Wirareja. Bengis dan sadis mereka membantai habis Wirareja dan sanak saudaranya. Kira-kira empat puluh pengawal yang bersiap di rumah Wirareja pun tidak ada bandinganya apabila dibandingkan dengan jumlah pasukan dari Amangkurat.

Setelah membantai habis keluarga Wirareja, Raja Amangkurat pun menuju kediaman Pangeran Pekik. Sesampainya di rumah Pangeran Pekik. Raja melihat mertuanya duduk semedi seolah menanti kehadirannya.

Raja mengangkat kerisnya ke atas. Sejenak kemudian, para pendekar berbaris rapi di kanan kiri sang raja. Keris itu dilemparkan ke arah Pangeran Peking sembari berteriak, “Hancurkan!”

Seketika itu para pendekar menyerang Pangeran Pekik yang duduk bersila. Pangeran Pekik berhasil menangkis keris lemparan Raja tapi dia tak berhasil melawan pendekar pendekar kerajaan yang memiliki kesaktian luar biasa. Dalam hitungan sekejap, Pangeran Pekik pun berhasil dipatahkan lehernya. 

Ratu Pandansari, istri Pangeran Pekik menangis meronta ronta melihat kematian suaminya. Dia menangis di pintu rumahnya dan tak berani keluar. Raja Amangkurat pun meminta pasukanyaa menyalakan obor dan membakar selisi rumah Pangeran Pekik, termasuk Ratu Pandansari yang terpanggang hidup-hidup.

***

Berita tentang kematian keluarga Wirareja dan Pangeran Pekik pun akhirnya sampai juga di telinga pasangan suami istri Raden Mas Rahmat dan Sahoyi. Raja semakin lama semakin brutal. Dia mencari Raden Mas Rahmat dan Sahoyi ke berbagai desa. Memang Raden Mas Rahmat dan Sahoyi mahir bersembunyi tapi hari demi hari mereka semakin tidak tega mendengar berita pembakaran dan penjarahan desa oleh pasukan kerajaan.

“Butuh berapa nyawa lagi Kakanda demi cinta kita?” ucap Sahoyi pada suatu malam dalam dekapan Raden Mas Rahmat.

“Aku tidak tahu Adinda, Raja Amangkurat ternyata sekeji itu. Dia bahkan tega membantai rakyatnya sendiri hanya demi menuruti ambisinya” ujar Raden Mas Rahmat.

Malam itu begitu sendu bagi sepasang suami istri yang rajin membakar api asmara dalam setiap persembunyiannya. Namun tidak saat itu. Mereka berdua sangat terdiam dalam permenungan yang teramat dalam, bahkan kepak sayap kunang-kunang pun dapat melintas di telinga mereka.

Keesokan harinya, Raden Mas Rahmat dan Sahoyi memilih untuk menunggang seekor kuda menuju ke arah kerajaan. Sekali dua kali kuda yang mereka tunggangi terlihat berontak gelisah, tapi mereka tetap memacu laju kuda itu. Di sepanjang jalan kerajaan, mereka melihat sayembara yang menyatakan bahwa Raja akan memberikan hadiah bagi siapapun yang berhasil membawa Raden Mas Rahmat dan Sahoyi ke kerajaan baik hidup atau mati. Namun mereka tidak peduli.

Kuda semakin cepat melaju hingga sampailah mereka pada pintu gerbang kerajaan. Pintu gerbang pun dibuka dan puluhan anak panah menyerbu menghunus kuda yang mereka tunggangi. Raden Mas Rahmat dan Sahoyi pun jatuh tersungkur. Melihat kejadian itu, Raja Amangkurat tertawa terbahak-bahak.

“Akhirnya kalian datang juga wahai pengantin baru!” ucap Raja sembari bertepuk tangan.

Raden Mas Rahmat dan Sahoyi hendak bangun tapi di belakang mereka sudah ada pasukan kerajaan yang menendang kaki mereka sehingga mereka berdua tetap dalam posisi berlutut. Raja Amangkurat turun dari altar singgasananya dan menghampiri mereka. Dia menendang muka Raden Mas Rahmat dan menampar Sahoyi, lalu tertawa lagi.

“Tak kusangka, Putra Mahkota kerajaan yang paling kubanggakan melakukan ini padaku. Hebat! Luar biasa!” ucap raja. Bogem mentah diarahkan dua kali pada pipi kanan dan pipi kiri Raden Mas Rahmat. Hidung mancung Raden Mas pun mengucurkan darah segar.

“Cukup Raja! Apa yang kau inginkan?” ujar Sahoyi.

Raja terdiam sejenak setelah mendengar perkataan Sahoyi. Ia lalu melangkah ke arah Sahoyi dan meludahi wajahnya. Telapak tangan kanannya menegang lalu meluncur deras di pipi kiri Sahoyi hingga bibirnya lecet dan berdarah.

“Pengecut kau melukai wanita!” ucap Raden Mas Rahmat.

Mendengar omongan kasar itu, salah satu pasukan yang menjaga Raden Mas Rahmat langsung memecut punggung Raden Mas dengan cemeti yang diselimuti serpihan mata pedang. Raden Mas Rahmat pun mengerang kesakitan lalu tersungkur ke tanah.

“Sudah! Hentikan! Langsung saja katakan apa yang kau inginkan!” ucap Sahoyi.

Raja Amangkurat terdiam sejenak. Dia mengambil tiga langkah menjauh dari kedua orang yang disiksanya itu lalu berkata, “Rahmat anakku, kuberikan kau dua pilihan. Pertama, bunuhlah Sahoyi, atau kedua kau tidak kuakui sebagai anakku dan kau tak berhak jadi Raja!”

Mendengar perkataan itu, hati Raden Mas Rahmat gusar. Tentu saja dia tak tega membunuh Sahoyi yang dicintainya. Di sisi lain dia juga tak tega apabila takhta kerajaan jatuh ke tangan putra raja yang tak becus memimpin kerajaan. Pilihan yang sangat sulit bagi hidupnya.

Mendengar pilihan itu. Sahoyi langsung merangkak ke arah Raden Mas Rahmat. Para pasukan hendak mencegahnya tapi Raja berkata, “Sudah biarkan!”

Sahoyi merangkak mendekat pada Raden Mas Rahmat. “Kakanda, izinkan aku tidur di pangkuanmu!” ujar Sahoyi.

Raden Mas Rahmat pun memangku kekasihnya yang sangat dia cintai itu. Dia membelai rambut kekasihnya. Seketika itu pula, tangan kanan Sahoyi merangkul leher Raden Mas Rahmat dan mendekatkan ke bibirnya. Di sisi lain tangan kirinya berusaha meraih telapak tangan Raden Mas Rahmat dan mengambil keris yang disarungkan Raden Mas Rahmat.

“Lakukanlah Sayang, seperti kesepakatan kita kemarin malam,” ujar Sahoyi.

Perlahan tapi pasti, keris yang digenggam oleh Raden Mas Rahmat menghunus perut Sahoyi. Dalam kondisi dipangku sembari saling bercumbu, Raden Mas Rahmat membunuh Sahoyi di hadapan ayahnya, Raja Amangkurat.

Semenjak peristiwa itu, Raja Amangkurat dan Raden Mas Rahmat seperti orang gila. Raden Mas Rahmat tetap tak bisa menjadi raja karena dibuang ke Lipura. Seluruh harta kekayaan dan segala benda pusakanya dihancurkan oleh Amangkurat. Kekejian Amangkurat semakin menjadi-jadi. Siksaan dan aneka hukuman kejam dijatuhkan pada rakyatnya. Bencana alam datang silih berganti, pemberontakan dari berbagai wilayah pun datang tak terelakkan lagi. Pudarnya rasa cinta di Kerajaan Mataram sekaligus melunturkan kekuasaan Amangkurat I di kerajaan Mataram. Ini semua karena kutukan Ratu Malang.

Mbah Soma mengakhiri ceritanya dengan sebuah pesan, “Sejarah seperti sebuah siklus. Ia akan kembali terulang pada sebuah titik masa. Bisa sekarang, besok, atau entah kapan. Maka tak ada yang lebih elok bagi kita selain belajar dari kisah-kisah tutur leluhur. Banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik, Cung.”

Aku tak menjawabnya. Tak bermaksud apa-apa selain mencoba menyesap saripati dari ucapan kakekku itu. Dalam hati aku mengiyakannya, “Negeri ini dari masa ke masa tak pernah lampus oleh pertikaian untuk memuaskan syahwat kursi kekuasaan dan perempuan.” (*Ardi Wina Saputra - Pelangi Sastra Malang)


Bagikan :


Info : Komentar bukan tanggung jawab Redaksi.
SELANJUTNYA
BERITA TERKINI
Hukum dan Kriminal

Tak Ada Kejelasan Pesangon, Karyawan Ancam Pailitkan Hotel Grand Quality

SLEMAN, BERNAS.ID - Tak ada kejelasan pembayaran pesangon, puluhan karyawan mengancam mempailitkan Hotel Grand Quality (GQ). Rencananya, puluhan karyawan tersebut akan mengajukan permohonan pailit ke Pengadilan Niaga Semarang pada awal bula ...

DIY

Bupati Terlantik Sleman Ajak Warga Tidak Takut Divaksin

SLEMAN, BERNAS.ID - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa terlantik Pilkada 2020 membuka vaksinasi tahap kedua di RSUD Sleman. Vaksinasi ditujukan untuk pelayan publik seperti ASN, TNI, Polri, wartawan, t ...

Lifestyle

Cara Membangun Personal Branding

BERNAS.ID - Bagaimana cara Membangun Personal Branding (citra diri)? Setelah anda tahu apa itu personal branding dan manfaat serta keuntungan bagi diri anda, tentu alangkah lebih baik jika anda segera memulai membangun brand diri anda mulai ...

Budaya

Kangen Jogja, Penangkal Rindu Bagi Pecinta Seni Tradisi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Meski masih dalam pandemi COVID-19, para seniman di Kota Yogyakarta tidaklah sekadar pasrah pada situasi. Mereka masih tetap bisa berekspresi memanfaatkan teknologi, salah satunya melalui pentas seni virtual ber ...

Pendidikan

10 SMA/SMK di DIY Siap Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Proses belajar mengajar tatap muka di DIY ditargetkan akan berlangsung mulai Juli atau awal semester kedua tahun ajaran 2020/2021. Ini akan diawali dengan uji coba terhadap 10 sekolah di jenjang SMA dan SMK. Seban ...

DIY

Dewan Dukung Pemkot Vaksinasi Pedagang Pasar Tradisional dan Pelaku Usaha Malioboro

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam beberapa bulan terakhir seringkali muncul pemberitaan mengenai penambahan klaster baru covid-19 yang berasal dari pedagang pasar tradisional, pedagang kaki lima maupun pengusaha kuliner, kondisi tersebut tentu ...

Nasional

Tak Asal Semprit Pengguna Medsos, Ini Cara Kerja Polisi Virtual

JAKARTA, BERNAS.ID - Virtual Police atau polisi virtual akan bertugas untuk menciptakan media sosial yang bersih dan sehat. Konten yang diunggah para pengguna media sosial nantinya akan menjadi sasaran target dari polisi virtual. Sampai saa ...

Internet

Konten Para Pengguna Media Sosial Akan Diawasi Polisi Virtual

SLEMAN, BERNAS.ID - Konten di dunia online, termasuk media sosial akan dipantau program Virtual Police dari Kepolisian. Virtual Police nantinya akan menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ruang digital ag ...

Nasional

Sertifikat Elektronik, Tutup Celah Penipuan oleh Mafia Tanah

JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) saat ini terus melakukan transformasi digital. Transformasi digital berperan besar dalam rangka menutup celah penipuan oleh mafia tanah, yakni ...

DIY

Dewan Minta Semua Pelaku Ekonomi di Malioboro Divaksin, Tak Ada yang Terlewat

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana berharap semua pelaku ekonomi di kawasan Malioboro bisa mengikuti vaksinasi COVID-19. Ia pun meminta Dinas Kesehatan mengecek ulang data peserta vaksinasi untuk masyarakat di Ma ...

DIY

Sultan Lantik 3 Bupati-Wakil Bupati Baru di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemda DIY menggelar pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pemilu 2020 wilayah Sleman, Bantul dan Gunungkidul, Jumat (26/2/2021) di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY. Acara digelar secara terbatas, den ...

Politik

Ini Pesan JCW kepada Tiga Bupati yang Dilantik

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Tiga pasangan kepala daerah terpilih di tiga Kabupaten di DIY yakni Kabupaten Gunungkidul, Bantul dan Sleman dilantik pada hari ini Jumat, 26 Februari 2021 oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogy ...

Lifestyle

Cara Mengasuh Anak Sesuai Prinsip Pendidikan Parenting

BERNAS.ID – Parenting merupakan metode cara mengasuh serta mendidik anak yang memiliki tiga tujuan utama yakni, memastikan anak selalu dalam keadaan aman dan sehat, mempersiapkan anak-anak supaya tumbuh dengan produktif, serta me ...

Pariwisata

Diperlukan Inovasi Hotel di Tengah PTKM yang Terus Diperpanjang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penerapan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) telah memasuki tahap perpanjangan yang keempat. Hal itu membuat industri pariwisata di Yogyakarta terdampak dan mengalami penurunan omset bahkan hingga ...

Pariwisata

Ketua PHRI Gunungkidul : Pentingnya Penerapan Prokes yang Benar

GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID - Ditengah pandemi covid-19 yang dirasakan sangat berdampak pada industri pariwisata khususnya hotel dan restoran, Ketua BPC PHRI Gunungkidul Sunyata mengatakan pihaknya telah melakukan banyak kreasi agar kegiatan per ...

UMKM

UMKM Bambu Sleman Masih Bertahan di Tengah Pandemi

SLEMAN, BERNAS.ID - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah destinasi wisata di Tanah Air tutup sementara sehingga membuat penurunan jumlah wisatawan seperti Bali. Hal tersebut rupanya berdampak kepada para pengrajin di Daerah Istimewa Yogyakarta ...

Ekonomi

PHRI DIY Harapkan Kebijakan yang Mampu Meringankan Beban

YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengharapkan adanya kebijakan dari pemerintah yang dapat mempermudah aktivitas hotel dan restoran. Ini guna mengatasi masalah akibat pandemi yang berkepanjang ...

DIY

Pelantikan Bupati di DIY Bakal Digelar Terbatas

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemda DIY bakal menggelar pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Pemilu 2020 wilayah Sleman, Bantul dan Gunungkidul, Jumat (26/2/2021) di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY secara terbatas. Acara bakal m ...

Hukum dan Kriminal

Peredaran Narkoba di Masa Pandemi Bergeser ke Obat G

SLEMAN, BERNAS.ID - Di masa pandemi Covid-19 terjadi pergeseran penyalahgunaan narkoba dari psikotropika ke obat G (obat berbahaya) seperti Trihexylpenidyl, Alprazolam, Pil Koplo, dan Tramadol HCL. Namun, awal tahun 2021 sudah mulai masuk n ...

Lifestyle

Manfaat Pentingnya Belajar Desain Grafis di Era Revolusi Digital Saat Ini

BERNAS.ID - Perkembangan teknologi yang semakin pesat mengharuskan kita untuk bisa melek teknologi dan berusaha mengimbangi perubahan. Masyarakat yang terbiasa dengan hal- hal tradisional kini juga harus bisa beradaptasi dengan perubahan ya ...

Pendidikan

Manfaat dan Keuntungan Membangun Personal Branding

BERNAS.ID - Personal Branding? Apa yang terlintas dipikiran anda ketika mendengar istilah tersebut. Banyak orang belum akrab dengan istilah personal branding. Beberapa orang masih menganggap personal branding itu hanya berkaitan dengan oran ...

Pariwisata

Daerah Wisata di Indonesia Aman Dikunjungi

JAKARTA, BERNAS.ID - Daerah wisata Indonesia telah aman dikunjungi turis asing ataupun lokal. Hal ini dipastikan dengan sudah ditegakannya protokol kesehatan di destinasi wisata.  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan j ...

DIY

PKL di Jalan Sudirman Jogja Segera Direlokasi, Meski Belum Capai Kesepakatan

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta kini sedang mempersiapkan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari simpang empat Mall Galeria hingga simpang empat Gramedia. Relokasi PKL dilakukan dalam ...

DIY

Kelurahan di Sleman Diimbau Bisa Sediakan Shelter Covid-19 untuk Warganya

SLEMAN, BERNAS.ID - Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Sleman menyediakan 7 kamar isolasi mandiri bagi warganya yang positif Covid-19 tanpa gejala. Kamar isolasi ini terdiri dari tempat tidur, peralatan mandi, meja, kursi, da ...

Kesehatan

BTT Ratusan Miliar Harus Mampu Turunkan Angka COVID-19 di DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana meminta agar refocussing anggaran yang saat ini sedang dilakukan oleh seluruh SKPD di wilayah DIY bisa menekan kasus COVID-19. Turunnya kasus COVID-19 harus dijadikan indikator p ...

Pariwisata

Melalui Rakerda BPD PHRI DIY Bahas Kemajuan Pariwisata

SLEMAN, BERNAS.ID - Dalam menghadapi pandemi covid-19 yang hampir satu tahun dirasakan oleh para pengusaha perhotelan dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) B ...

DIY

Puluhan Wartawan Sleman Ikuti Vaksinasi Massal Tahap II

SLEMAN, BERNAS.ID - Puluhan wartawan dari berbagai media di Kabupaten Sleman mengikuti vaksinasi tahap II di RSUD Sleman, Selasa (23/2/2021). Vaksinasi sebagai bentuk dukungan Pemerintah untuk pencegahan Covid-19 kepada awak media yang bias ...

Hukum dan Kriminal

Pelaku Pencurian Kotak Infaq di Pleret Kepergok Polisi

BANTUL, BERNAS.ID - Petugas Polsek Pleret mengamankan AHP (48), pria asal Mandau, Kepulauan Riau karena kedapatan melakukan aksi pencurian kotak infaq di Masjid At Ta'abbud yang berada di Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul. Kejadian ...

DIY

Skrinning Narkoba, Anggota Polda DIY Tes Urine

SLEMAN, BERNAS.ID - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menindaklanjuti Surat Telegram Kapolri nomor ST/331/II/HUK.7.1/2021 tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba oleh anggota Polri. Seluruh anggota Bidpropam Polda DIY menj ...

Kesehatan

Komitmen Pemkot dalam Program Pembangunan KB

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kembali menggelar Pelayanan KB Bergerak. Kegiatan ini sekaligus untuk mendekatkan ...

Pendidikan

Manfaat Microsoft Word Bagi Dunia Pembelajaran

Bernas.id – Saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat pesat, peranannya dalam membantu masyarakat. Tak terkecuali untuk dunia pendidikan atau pembelajaran, dengan adanya teknologi yang semakin canggih para pendid ...

Kesehatan

Puluhan Ribu Lansia Jogja Masuk Perioritas Vaksin Covid-19 Tahap II

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Jogja kini masih melakukan pendataan lansia atau warga yang berusia di atas 60 tahun guna mendapatkan prioritas vaksin COVID-19 tahap kedua. Ini direncanakan dilakukan 1 Maret mendatang. Ketua Hari ...

Nasional

Pelatihan Public Speaking, Tindak Lanjut Pemantapan Komunikasi Publik

JAKARTA, BERNAS.ID - Sebagai bentuk tindak lanjut 100 hari program Prioritas Kapolri yakni pemantapan Komunikasi Publik, Kadiv Humas Irjen Pol Argo Yuwono secara resmi membuka pelatihan public speaking pada hari Senin (22/2/2021). Dikata ...

Pendidikan

Banyak Orangtua Berharap Pembelajaran Tatap Muka

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pandemi telah memaksa orangtua untuk lebih dekat dengan Teknologi Informasi (TI) karena harus mendampingi, mengajari dan membantu anak dalam proses belajar secara on line. Beban orang tua terutama ibu menjadi bertamb ...

DIY

KPK Monitor Program-Program Kabupaten Sleman

SLEMAN, BERNAS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk monitoring program-program melalui Monitoring Control for Prevention (MCP). Direktorat III Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK RI melakuka ...

Pendidikan

Mahakarya Asia Ministerial Lecture 01 Soroti UMKM di Tengah Pandemi

SLEMAN, BERNAS.ID - Universitas Mahakarya Asia menyelenggarakan Ministerial Lecture Episode 01, sebuah konsep kuliah umum, satu menteri, setiap bulannya. Spirit yang diangkat, pembelajaran tidak saja dari para dosen, tetapi dari berbagai su ...

Hukum dan Kriminal

Ratusan Pelanggar Prokes Kota Jogja Dipanggil ke Kantor Satpol PP

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja sudah menindak 139 pelanggar protokol kesehatan. Ini jumlah pelanggaran yang tercatat selama Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap satu sampai PPK ...

Kesehatan

Gak Mau Divaksin? Siap-Siap Kena Sanksi

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta kini tengah menyiapkan aturan sanksi bagi warga yang tidak mau divaksin COVID-19. Aturan itu salah satunya adalah masyarakat harus menunjukan swab antigen setiap tiga hari sekali saat berak ...

DIY

Forpi Kota Yogyakarta Pantau Malioboro, Ini Hasilnya

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan terkait fasilitas umum (Fasum) berupa Guiding Block atau Tactile Paving, yang digunakan khusus bagi penyandang disabilitas di kawasan wisata Mali ...

DIY

Vredeburg dan Beringharjo Menjadi Lokasi Vaksinasi Massal

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku siap menyelenggarakan vaksinasi massal Covid-19 tahap kedua. Vaksinasi massal rencananya akan dimulai pada hari Senin (1/3/2021). Tiga lokasi untuk vaksinasi massal telah d ...

DIY

Daripada Memberi Sanksi, Cukupi Dulu Ketersediaan Vaksin

SLEMAN, BERNAS.ID - Epidemolog berpendapat daripada Pemerintah memberi sanksi kepada masyarakat yang menolak vaksin, lebih baik fokus dahulu untuk memenuhi kebutuhan vaksin. Sanksi tersebut muncul pasca keluarnya Peraturan Presiden (Perpres ...

DIY

Jumlah Penerima Danais Masuk Desa Tahun Depan Bisa Bertambah

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Mulai tahun 2021, sebanyak 33 kelurahan di DIY mendapat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari alokasi Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Kelurahan penerima diminta memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik, agar terbuka pe ...

DIY

Cadangan Beras Kota Jogja Masih Jauh Dari Target

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya menambah cadangan beras untuk ketahanan pangan setiap tahunnya agar mencapai 120 ton. Dan cadangan beras yang tersedia tahun 2021 ini baru sekitar 16,75 ton. “Tahun ...

Pariwisata

Kondisi Pariwisata Halal di Tengah Pandemi Covid-19

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dalam masa pandemi covid-19 ini, pariwisata halal mengalami peningkatan omset, berbeda dengan lainnya yang mengalami penurunan, terutama pada sektor kuliner halal. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Perkumpulan Pariwisat ...

Budaya

PBTY XVI Resmi Dibuka secara Virtual

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Ada yang lain dari perhelatan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke XVI tahun 2021 kali ini, biasanya sepanjang Kampung Ketandan Malioboro penuh sesak dengan antrian manusia yang ingin menyaksikan perpaduan kese ...

DIY

Sepi Pelanggan, Mawar sekarang Jual Makanan Online

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Perekonomian merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak di tengah pandemi covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhirnya. Hal itu juga yang sangat dirasakan Mawar (nama samaran), seorang pekerja seks kom ...

Kesehatan

Long Covid, Fenomena yang Dialami Penyintas Covid-19

SLEMAN, BERNAS.ID - Long Covid menjadi salah satu fenomena yang kerap dijumpai para pasien yang sembuh (penyintas) dari Covid-19. Gejala Long Covid akan dialami pasien setelah beberapa bulan pasca infeksi atau saat masa pemulihan. Dokter ...

Pariwisata

Bermacam Pelatihan Dibutuhkan Para Pelaku Pariwisata di Jogja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Anggota Komisi B DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu menuturkan pariwisata sebetulnya sangat menjanjikan, khususnya di wilayah pantai dan pinggiran daerah Yogyakarta. Karena menurutnya banyak wisatawan dari luar kota menuju ...

Hukum dan Kriminal

Penganiayaan Terjadi Lagi di Jalanan Jogja

YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Aksi penganiayaan terhadap pengendara motor telah terjadi di Jalan Kapten P. Tendean, di sebelah utara Toko Sakola Wirobrajan, Yogyakarta. Tragedi yang dialami tiga orang korban berboncengan dengan satu motor i ...

DIY

Sejumlah Warung di Maguwoharjo Masih Tak Patuhi Prokes

SLEMAN, BERNAS.ID - Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman masih menemukan sejumlah pelaku usaha makanan yang melanggar protokol kesehatan (prokes) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jumat (19/2/2021). Pelanggaran tersebut ...