Peredaran Narkoba di Masa Pandemi Bergeser ke Obat G

SLEMAN, BERNAS.ID - Di masa pandemi Covid-19 terjadi pergeseran penyalahgunaan narkoba dari psikotropika ke obat G (obat berbahaya) seperti Trihexylpenidyl, Alprazolam, Pil Koplo, dan Tramadol HCL. Namun, awal tahun 2021 sudah mulai masuk narkotika ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) seperti ganja dan sabu-sabu.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan S.IK mengatakan, perpindahan ke jenis obat G karena harganya murah daripada psikotropika. "Efek sama dan harga lebih murah. Ini meningkat pada saat pertengahan Covid-19. Di awal bulan Januari, sudah mulai lagi masuk beberapa jumlah narkotika," jelasnya saat konferensi pers di Polda DIY, Kamis (25/2/2021).

Ia menjelaskan misalnya 1 botol berisi 1.000 pil Trihexylpenidyl dihargai 300-600 ribu rupiah oleh bandarnya. Kemudian, para pengedar per 10 butir seharga 20 ribu rupiah.

Kombes Pol Ary mengatakan dalam operasi yang dilaksanakan dari bulan Januari sampai saat ini, berhasil mengungkap 25 kasus dengan 26 tersangka. "Untuk barang bukti, 50,62 gram sabu-sabu, 17,11 gram ganja, 122,76 gram tembakau gorila, 5.218 pil Trihexylpenidyl, 203 butir Alprazolam, dan 2.500 butir Pil Tramadol HCL," bebernya.

Ary menyampaikan salah satu kasus yang menarik, tersangka inisial EP (38), seorang Ibu Rumah Tangga yang berprofesi sebagai baby sister mengedarkan sabu-sabu. Ia menyebut alasan ekonomi yang membuat EP, warga Karanganyar Kebumen ini mengedarkan sabu-sabu. Ia ditangkap dengan barang bukti 34,4 gram sabu-sabu.

"Bermula dari tertangkapnya SN pengedar sabu di Jogja, lalu barang bukti ada di tangan EP di Kebumen. EP mendapat sabu-sabu dari tersangka A warga Purwokerto yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Semua perintahnya berasal dari A," imbuhnya.

Ary mengatakan komisi sejumlah 50 ribu akan diberikan kepada EP setiap kali mengantar paket sabu-sabu seberat 34 gram ke sebuah tempat. "Sabu-sabu dijual melalui media sosial. Untuk para tersangka akan dijerat dengan UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan kurungan penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun," tutupnya. (jat


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up