close

Cara Mengasuh Anak Sesuai Prinsip Pendidikan Parenting

Cara Mengasuh Anak Sesuai Prinsip Pendidikan Parenting

BERNAS.ID – Parenting merupakan metode cara mengasuh serta mendidik anak yang memiliki tiga tujuan utama yakni, memastikan anak selalu dalam keadaan aman dan sehat, mempersiapkan anak-anak supaya tumbuh dengan produktif, serta menurunkan nilai budaya kepada anak.

Perihal membesarkan serta mendidik seorang anak bukan merupakan perkara yang mudah. Sering kali orang tua salah dalam menerapkan pola asuh terhadap anak sehingga hal tersebut mempengaruhi perilaku sang anak di hari berikutnya. Oleh sebab itu, sangat penting untuk para orang tua mempelajari tentang prinsip dari parenting yang baik dan benar supaya dapat membentuk karakter yang positif terhadap anak-anak serta tidak ada lagi kekeliruan dalam pola asuhnya.

Menerapkan pola asuh yang baik dan benar dapat mendukung kecerdasan anak dan juga dapat melindungi sang anak dari rasa cemas, depresi, pergaulan bebas serta dapat mengurangi risiko anak untuk mengalami gangguan dalam berperilaku.

Prinsip menerapkan pola asuh yang pertama dan utama ialah untuk membesarkan dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang, serta membimbing sang anak untuk berperilaku baik dan benar, selain itu para orang tua juga bisa menjadi teman yang baik dan menyenangkan untuk anak-anak.

Berikut Beberapa Prinsip Parenting yang Bisa Anda Terapkan 

1. Orang tua menjadi panutan bagi anak-anak

Anak-anak pada usia dini sering kali meniru apapun yang dilakukan oleh orang tuanya. Dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi, kerap kali anak-anak melakukan apa yang mereka lihat. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, kita harus memberikan contoh yang baik terhadap anak. Orang tua merupakan panutan bagi anak-anak, jika sang panutan berperilaku yang baik, maka peniru akan menjadi baik pula. Ketika bersama anak-anak, sikap dan perilaku kita harus dijaga dan disesuaikan, jangan sampai ketika kita sedang bersama anak-anak kita malah menunjukkan perilaku yang buruk dan kurang terpuji. Hal itu bisa mempengaruhi perilaku sang anak di kemudian hari.

2. Tidak sering memanjakan anak-anak

Memanjakan anak, ini adalah hal yang sering dilakukan oleh orang tua. Dengan alasan kasihan dan tidak tega, mereka (para orang tua) kerap mengikuti semua kemauan dari anak-anaknya. Sebenarnya perilaku memanjakan anak bukanlah hal yang buruk, namun jika dilakukan dengan terus-menerus maka hal tersebut bisa membuat sang anak menjadi pembangkang ketika kemauannya tidak dituruti. Para orang tua harus mengurangi perilaku tersebut jika ini anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan penurut.

3. Meluangkan waktu untuk anak-anak

Prinsip yang ketiga ini sering kali disepelekan oleh para orang tua yang terlalu sibuk dan lebih mementingkan urusan pekerjaan ketimbang mengurus anak. Oleh sebab itu, kurangi kesibukan anda dalam urusan pekerjaan dan coba luangkan waktu sebentar untuk melihat tumbuh kembang anak-anak anda. Karena biasanya orang tua yang selalu sibuk dengan urusan pekerjaan akan kehilangan masa tumbuh kembang dari anak-anak mereka dan akan menyesal di kemudian hari. Dengan meluangkan waktu anda untuk anak-anak, anda bisa berinteraksi lebih lama kepada mereka dan juga hubungan antara anda dan anak-anak akan semakin erat.

4. Menumbuhkan sifat mandiri terhadap anak

Jika pada prinsip yang kedua anda dilarang untuk memanjakan anak anda, maka pada prinsip yang keempat ini anda harus menumbuhkan sifat mandiri terhadap anak-anak. Sifat mandiri harus di tumbuhkan kepada anak-anak sejak usia dini, supaya ketika mereka beranjak dewasa, mereka tidak sering bergantung terhadap orang lain.

5. Membuat peraturan kecil untuk anak-anak

Mendisiplinkan anak-anak adalah hal yang wajib dilakukan oleh para orang tua. Membuat peraturan merupakan salah satu dari cara mendisiplinkan anak, dengan membuat sebuah peraturan, anak-anak akan mengargai waktu yang ada dan tidak akan keseringan bermain. Para orang tua bisa membuat peraturan-peraturan kecil di dalam rumah mereka. Peraturan tersebut bisa juga dikenai hukuman bila sang anak melanggarnya, dan ketika anak-anak mematuhi peraturan yang ada maka orang tua bisa memberikan mereka imbalan sebagai hadiah untuk mereka. Contoh peraturan tersebut misal, dilarang jajan sembarang, harus mandi sendiri, bangun tidur tidak boleh menangis, makan harus dihabiskan, harus tidur siang, dan lain sebagainya.

Dengan menerapkan prinsip pola asuh terhadap anak seperti apa yang sudah dijelaskan di atas dengan baik, maka bisa menjadi jaminan bahwa anak-anak akan tumbuh dengan perilaku yang baik, disiplin mandiri dan juga menjadi anak yang penurut. Selain menerapkan prinsip-prinsip tersebut para orang tua juga sebaiknya mengikuti parenting education.

Parenting education merupakan pendidikan dan keterampilan para orang tua dalam mengasuh, mendidik, merawat serta menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik kepada anak-anak. Menurut Henry Clay Lindgren, keluarga bukan merupakan sekolah, memberikan pengalaman pendidikan yang pertama di mulai pada usia pertumbuhan dengan usaha untuk membimbing, mendidik serta melatih anak-anak. Maka peranan keluarga sangatlah penting terhadap masa pertumbuhan anak, sebab orang tua merupakan madrasah dan guru pertama bagi anak. Jika mendidik anak diawali dengan langkah yang salah, maka hal itu akan menyebabkan kebiasan buruk pada anak dan akan sulit untuk mengubahnya.

Orang tua wajib memberikan suri tauladan yang baik kepada anak-anak, karena pada usia dini anak-anak merupakan penurut yang ulung. Mereka akan belajar melalui tahap imitasi yakni bermain. Apa yang mereka lihat dan mereka dengar maka itulah yang akan mereka praktikkan (tirukan). Oleh sebabnya sebagai orang tua, kita harus berhati-hati dalam berperilaku maupun berbicara.

Tujuan Parenting Education

1. Untuk meningkatkan kesadaran para orang tua

Anda sebagai orang tua harus memiliki kesadaran jika dalam mengasuh dan mendidik anak tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Mengasuh dan mendidik anak bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan yang diperlukan anak-anak, namun orang tua juga harus sadar bahwa setiap anak-anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Orang tua yang mengasuh anaknya secara asal-asalan akan menimbulkan efek perilaku buruk pada anak di kemudian hari. Orang tua juga harus sadar jika belum terlalu banyak memiliki ilmu pengetahuan tentang mengasuh dan mendidik anak, sebaiknya tidak ragu untuk bertanya kepada yang lebih ahli. Sebab mengasuh anak bukan hanya didasarkan pada pengalaman tetapi juga pengetahuan yang mumpuni.

2. Untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan orang tua mengenai pengasuhan anak

Tujuan yang kedua yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua tentang cara mengasuh anak yang baik. Mengasuh anak bukan perkara yang mudah, apalagi jika kita sebagai orang tua tidak memiliki ilmu yang cukup. Orang tua harus paham terlebih dahulu tentang pola asuh anak itu seperti apa, proses ini merupakan proses penting untuk bisa mengasuh dan mendidik anak sesuai dengan kepribadian, usia dan juga perkembangan sang anak. Maka dari itu, dengan adanya parenting education ini, orang tua akan lebih mengerti dan paham soal bagaimana pola asuh anak yang baik dan benar.

3. Untuk menyandingkan antar kepentingan serta keinginan dari pihak keluarga dan juga sekolah

Kepentingan dan keinginan pihak keluarga dan juga sekolah sangat penting untuk dipertemukan, karena nantinya anak-anak akan mendapatkan ilmu dan pengajaran di sekolah. Selain orang tua, pihak sekolah juga harus turut aktif dalam mendidik perilaku yang baik bagi anak-anak. Jika di sekolah anak-anak mendapatkan mengajaran yang baik, maka di rumah orang tua harus menerapkannya, seperti misal di sekolah anak-anak harus disiplin dan mandiri, maka ketika di rumah orang tua juga harus menerapkan sikap tersebut. Oleh karenanya pihak sekolah dan orang tua harus bekerja sama untuk menunjang program parenting education ini, supaya terjalin keselarasan antar kedua belah pihak.

Sasaran dari kegiatan parenting education tentunya adalah orang tua dan guru. Peran dari pendidikan parenting ini bukan hanya diperuntukkan bagi orang tua yang sudah memiliki anak, namun juga untuk mahasiswa serta calon orang tua yang nantinya akan memiliki anak juga penting untuk mendapatkan pengetahuan soal pola asuh anak yang baik sebagai bekal di kemudian hari.(ktv)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru