Diperlukan Inovasi Hotel di Tengah PTKM yang Terus Diperpanjang

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Penerapan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) telah memasuki tahap perpanjangan yang keempat. Hal itu membuat industri pariwisata di Yogyakarta terdampak dan mengalami penurunan omset bahkan hingga 70 persen.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) meminta setiap anggotanya untuk melakukan inovasi guna mendongkrak perekonomian mereka ditengah pandemi covid-19 ini. 

Bahkan Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengakui kehidupan industri pariwisata sangat dipengaruhi oleh mobilitas atau pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya, namun dengan terus diperpanjangnya PTKM dirasa akan sangat memberatkan anggotanya. "Karena kehidupan dunia pariwisata sangat dipengaruhi oleh mobilitas manusia, tanpa adanya mobilitas akan sangat sulit kita untuk bertahan," katanya, Jumat (26/2/2021).

Mengatasi hal tersebut, banyak hotel di Yogyakarta yang melakukan inovasi, mulai dari membuat paket menginap yang menarik hingga memberikan daya tarik tersendiri bagi hotelnya. Seperti yang dilakukan Hyatt Regency Yogyakarta, membuat angkringan, selain untuk melestarikan budaya, Angkringan Hyatt ini menyajikan makanan yang sehat sekaligus menikmati pemandangan yang bagus disana.

"Angkringan Hyatt bertujuan untuk melestarikan budaya angkringan di Yogyakarta, nah Hyatt menghadirkan angkringan dengan makanan yang sehat dan dapat memandang pemandangan yang bagus, dan harganya juga bagus," ujar General Manager Hyatt Regency Yogyakarta, Nurcahyadhi.

Diakuinya penurunan omset yang dirasakan industri perhotelan saat ini melebihi saat awal pandemi covid-19 masuk ke Indonesia. "Apa yang terjadi bulan Januari dan Februari ini mirip dengan apa yang terjadi pada bulan Maret dan April tahun lalu, diawal pandemi. Sekarang orang malah jadi tambah takut dan tambah berat kondisinya. Padahal bulan Agustus, September, Oktober, November disaat new normal itu sudah bagus banget, sekarang ini lagi rendah-rendahnya," jelasnya.

Senada hal tersebut, General Manager Dafam Fortuna Yogyakarta, Aris Dwi Atmoko juga diharuskan membuat paket wisata guna mendongkrak kunjungan wisatawan di hotelnya. "Kami membuat paket wisata jelajah Jogja dengan sepeda roadbike dimana tamu akan menginap sekalian bisa gowes sepeda, kami siapkan pemandu sepeda. Rute-rute yang dilalui merupakan rute wisata alam yang bagus, termasuk coffee break selama perjalanan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Karena dirasakan Aris, kondisi pariwisata di kawasan Malioboro yang menurun sejak pemberlakuan PTKM dimulai juga mempengaruhi hotelnya yang juga berada di kawasan wisata tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Singgih Raharjo menanggapi PTKM yang terus diperpanjang ini berpesan agar semua pihak bisa menyikapinya dengan bijak. "Kita harus mensikapi secara bijak, pada saat kita berbicara tentang peningkatan covid-19, tapi di satu sisi ekonomi harus berjalan. Makanya dosis gas dan rem itu harus berimbang, jadi jangan sampai pariwisatanya gas pol terus tanpa rem, sementara peningkatan terkonfirmasi covid-19 cukup tinggi, ini kan bertolak belakang," katanya. (cdr)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up