close

Triwulan II 2021, Perekonomian DIY Diprediksi Positif

Triwulan II 2021, Perekonomian DIY Diprediksi Positif

YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Bank Indonesia (BI) DIY memprediksi pertumbuhan ekonomi DIY bakal mulai positif pada triwulan II 2021. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi DIY di 2020 mengalami kontraksi 2,69% sebagai akibat dampak pandemi COVID-19.

Deputi Kepala BI DIY, Miyono mengatakan  jika melihat data triwulanan sebenarnya sudah ada perbaikan di 2020, meski akhirnya masih minus. Guna memulihkan perekonomian, menurut dia penanganan pandemi dan langkah penggerakan ekonomi perlu dilakukan.

“Pemulihan pandemi memang menjadi kunci. Vaksinasi merupakan game changer untuk pendobrak bisa kembali pulih. Secara nasional diprediksi sudah positif pada triwulan I, tetapi untuk DIY diprediksi triwulan II mulai positif. Sehingga nanti secara tahunan 2021 sudah tumbuh positif dikisaran dua sekian persen,” kata Miyono, Minggu (28/2/2021).

Dirinya menjelaskan ada sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk kembali membangkitkan ekonomi. Yang pertama meningkatkan konsumsi masyarakat kelas menengah dan kelas atas. “Banyak uang mereka untuk investasi, deposito, tabungan. Sehingga dana di perbankan itu melimpah di DIY pertumbuhannya 8% lebih, tetapi kreditnya masih sedikit. Kami dorong konsumsi dari kelas menengah atas ini,” jelasnya.

Ia meneruskan, beberapa kebijakan coba dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk mendorong konsumsi tersebut. Seperti DP 0% untuk motor, pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), DP rumah 0%.

Di samping mendorong konsumsi, BI DIY juga mendorong investasi yang berkelanjutan. Melihat potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus di DIY, Miyono memberikan saran agar dapat mengembangkan industri kreatif dan startup. 

“Kalau menarget investasi yang padat tenaga kerja sepertinya sulit, karena lahan di DIY sudah mahal berbeda dengan di Jawa Tengah. Kemudian kalau yang investasi seperti YIA, atau tol nanti itu kan hanya beberapa tahun saja, perlu investasi yang sustainability,” ucapnya.

Menurut Miyono, ekspor di DIY juga perlu didorong. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, pihak bandara, bea cukai dan Dinas Perdagangan, untuk mendongkrak ekspor. DIY menurutnya banyak memiliki potensi produk untuk diekspor.

"Contohnya gula aren yang sangat laku di Taiwan, Jepang, Tiongkok. Kopi juga berpotensi untuk ekspor, selain juga tekstil, dan produk kreatif," kata dia. (den)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru