BPBD Kota Yogyakarta : Waspadai Bencana Cuaca Ekstrim

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana pada cuaca ekstrem. Mulai dari banjir, pohon tumbang hingga hujan es seperti yang terjadi di sebagian wilayah Kota Yogyakarta pada Rabu, 3 Februari lalu. 

"Dengan kondisi cuaca yang sulit diprediksi kami harap masyarakat waspada. Seperti kemarin hujan es di sebagian wilayah Yogya yang tidak bisa diprediksi karena sifatnya lokal tergantung keadaan disana," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, Jumat (5/3/2021).

Ditambahkan Nur Hidayat, hujan es di sebagian wilayah Yogyakarta seukuran kerikil itu tidak menimbulkan kerusakan. Karena sulit diprediksi dan bersifat lokal, pihaknya hanya mengimbau masyarakat untuk berlindung dari hujan es. "Sebaiknya jika terjadi hujan es masyarakarat menghindari saja, sesegera mungkin berlindung di tempat yang aman," katanya.

BPBD Kota Yogyakarta melaporkan pada hari Rabu (3/3/2021) sekitar pukul 13.30 WIB, terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang mengakibatkan kejadian pohon tumbang di Terban, Tukangan, Jalan Brigjend Katamso dan di kompleks BLKPP Jalan Kyai Mojo. Pohon tumbang tersebut menganggu akses jalan, menimpa garasi, gudang dan kabel. Ada beberapa atap rumah warga yang rusak dan juga luapan aliran Sungai Buntung menggenangi rumah warga di RT 51, RT 53 dan RT 57 Kricak, Tegalrejo.

Selain itu pondasi rumah warga di Gondolayu Cokrodiningratan ambrol serta talut Sungai Buntung sepanjang 3 meter dan tinggi 3 meter di Kricak Tegalrejo RT 35 RW 08 longsor, mengancam 1 bangunan rumah milik warga. "Talud Sungai Buntung yang longsor berada di Kricak Kidul RT 38 RW 08, sepanjang 20 meter dan tinggi 3 meter. BPBD Kota Yogyakarta sudah melakukan penanganan darurat dampak hujan lebat kemarin berupa bantuan terpal, paket logistik dan karung pasir," terang Nur Hidayat.

Untuk beberapa rumah warga yang terdampak dan talut yang rusak sedang dilakukan assement di wilayah untuk keperluan yang dibutuhkan. Diakui Nur Hidayat untuk penanganan darurat dan jangka panjang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPKP.

Terpisah, Lurah Kricak Mohamad Ikhwan Pribadi mengatakan banjir di wilayah RT 51, 52 dan 55 rutin terjadi setiap tahun. Pasalnya rumah warga tersebut menempati tanah lembah. Sedangkan kondisi talut sudah rusak sejak lama. Ikhwan menilai permasalahan banjir di Kricak dipicu adanya aliran saluran air di Jalan Jambon yang meluap dan luapan air dari Jalan Magelang dan persawahan di wilayah Sleman semakin besar.

"Kemarin hujan sangat lebat dan banjir cukup besar. Tapi kurang dari 30 menit sudah surut. Saluran di Jalan Jambon yang utama yang harus ditangani, kalau tidak nanti kami tetap kena banjir terus," terang Ikhwan.

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti menyatakan akan melakukan pengecekan saluran air hujan di Jalan Jambon yang masuk kewenangan Pemkot Yogyakarta. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab saluran air meluap saat hujan kemarin dan penanganan lebih lanjut.

"Kami harus cek dulu sampai ke dalam, karena kondisi di saluran masih penuh air. Apa yang menyebabkan aliran terhambat untuk penanganan selanjutnya," katanya. (cdr)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Tipe 58 Mewah di Jogja Diskon 60 Juta - Strategis di Jalur Bandara NYIA

Investasi Menguntungkan - Tanah Kavling Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan - 3 Km ke Pusat Bogor Timur

Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up