close

Ratusan Perumahan di Sleman Belum Serahkan Fasos dan Fasum ke Pemkab

Ratusan Perumahan di Sleman Belum Serahkan Fasos dan Fasum ke Pemkab

SLEMAN, BERNAS.ID - Di tahun 2020, tercatat baru ada 37 pengembang yang menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Padahal, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mencatat ada 206 perumahan berijin yang sedang berinvestasi di wilayahnya.

Di komplek perumahan, fasum dan fasos itu berupa jalan, tempat ibadah, sarana olahraga, ruang terbuka, tempat bermain, pos satpam, jogging track, tempat parkir, dan lain-lain. Di Sleman rata-rata 40 persen dari lahan yang dikembangkan untuk perumahan, harus dialokasikan untuk fasum atau fasos, lalu akan diserahkan secara gratis ke pemerintah. 

Kelik Mahrudi, Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Sleman mengatakan peraturan daerah, petunjuk pelaksanaan (juklak), dan petunjuk teknisnya (juknis) untuk penyerahan fasum atau fasos sudah ada. "Kita coba pacu didorong semaksimal seperti konsolidasi dengan asosiasi dan membuat surat edaran," ujarnya, Jumat (5/3/2021).

Ia mengatakan penyerahan fasos dan fasum misal sebidang tanah biasanya satu tahun setelah pengesahan siteplan karena keterkaitan pemerintah wajib menjamin ketersediaan PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum). Sedangkan, kalau untuk bangunan, diserahkan setelah selesai atau jadi.

Di tahun 2020, Kelik mengatakan dari 206 perumahan berijin, baru ada 37 perumahan yang menyerahkan fasum atau fasosnya. "Kalau tidak segera diserahkan, rusak-rusak, kami belum bisa menganggarkan karena masih nama PT," ujarnya.

Ia mengatakan kalau perumahan yang lama dan peraturannya juga baru, belum menyerahkan fasos dan fasumnya. "Saat ini sifatnya masih pakai surat edaran agar segera diserahkan. Untuk perumahan yang baru karena sudah ada ketentuan maka setelah pengesahan siteplan, mereka harus segera menyerahkan. Kalau terlambat, perijinan selanjutnya dipending," bebernya.

Alasan Fasum dan Fasos Tidak Diserahkan

Untung Basuki Rahmad, Anggota Dewan dari Komisi C DPRD Sleman yang membidangi perumahan mengatakan banyaknya perumahan yang belum menyerahkan fasum dan fasosnya karena ada banyak pengembang yang belum menyelesaikannya. "Fasos dan fasum akan diserahkan ketika sudah selesai," ujarnya.

Namun, ketika belum diserahkan, Untung menyebut ada dua kemungkinan, yaitu belum menyelesaikan administrasi sebagai tanggungjawabnya atau secara teknis saja belum diserahkan. "Saya menduga kenapa belum diserahkan, pembeli terkadang sudah selesai, tetapi fasum dan fasosnya tidak dipenuhi. Itu ada. Padahal, perijinan perumahan termasuk fasum dan fasosnya itu," bebernya.

Terkait pengawasan penyerahan fasum dan fasos, Untung menyebut harus melihat permasalahan itu satu per satu tentang perumahan mana yang belum menyelesaikannya karena itu data. "Ada perumahan yang sudah selesai dengan pembelinya, dia terus menganggap selesai karena urusannya sudah dengan pihak perbankan. Kadang-kadang terjadi seperti itu," katanya.

"Pengembang lepas tangan, hanya menyediakan perumahan dan urusan dengan pembeli sudah selesai. Kasusnya harus dirincikan karena kasusnya berbeda-beda," imbuhnya. 

Untung juga menduga bisa jadi perumahan itu belum laku sehingga belum bisa memenuhi fasum dan fasosnya karena kekurangan modal. "Kan harga perumahan yang dibeli konsumen itu sudah sekalian sama fasos dan fasumnya. Namun, ketika rumah itu sudah selesai dibeli pembeli maka kadang-kadang pengembang sudah selesai," ujarnya.

Ia juga menyebut masih ada juga pengembang yang baik dengan membangun fasum dan fasosnya dulu baru membangun perumahan. Namun, ada juga PT yang membuat perumahan, tapi baru jadi separuh dipindah tangan ke PT yang lain. Banyak terjadi sering pindah tangan. 

Untuk itu, Untung meminta kepada DPUPKP Sleman untuk menginventarisasi dan menyusuri, perumahan mana yang sudah selesai urusannya dengan pembeli, tapi fasos dan fasum tidak segera diserahkan karena itu hak publik. "Kalau ada masalah, nanti kita datang. Kita akan menyelesaikan dan menertibkannya," katanya.

Pengembang Minta Dilindungi dan Dimudahkan

Ketua DPD REI DIY Ilham Muhammad Nur mengatakan, fasum atau fasos itu menjadi kewajiban pengembang sehingga harus disediakan karena ada aturannya. "Mau tidak mau, pengembang harus memenuhi itu, lalu sesuai aturannya, harus diserahkan ke pemerintah daerah," katanya.

Ia mengatakan fasum dan fasos menjadi salah satu kontribusi yang signifikan dari adanya proyek anggota REI. "Pengembang akan memberikan  fasum atau fasos kepada pemerintah daerah secara gratis," ujarnya.

Ilham mengatakan tahun 2021 ini, Pemda Sleman sedang menyegerakan penyerahan fasum atau fasos karena masih belum maksimal. "Diperkirakan masih banyak perumahan yang belum menyerahkan fasum atau fasosnya," ucapnya.

Untuk itu, llham menyebut REI DIY akan memfasilitasi dan membuat birokrasi secara pendek untuk anggotanya agar segera menyerahkan fasum dan fasosnya bagi yang belum. "Untuk prosedur, sertifikat fasum atau fasos yang dulu atas nama PT akan menjadi nama pemkab, laku diserahkan ke Pemkab. Di atas sertifikat itu misal ada jalan atau sarana prasarana seperti masjid," katanya.

"Demi tertibnya organisasi dalam menegakan aturan yang ada sehubungan dengan pengadaan proyek, tetapi tetap yang menyerahkan PT-PTnya tadi," imbuhnya.

Ilham pun meminta kepada Pemerintah agar penyelenggaraan tata cara perumahan yang berbadan hukum diilindungi dan proses perijinan dipermudah. "Keuntungan dari fasos dan fasum dari pengembang akan menambah aset dan menambah kewajiban Pemkab untuk menyediakan ruang terbuka," tuturnya.

"Aset itu ada nilainya dan menjadi kekayaan Pemkab dan warga kabupaten Sleman," katanya. (jat)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru