close

Larangan Mudik, Menhub Siapkan Kebijakan Terkait Pengendalian Transportasi

Larangan Mudik, Menhub Siapkan Kebijakan Terkait Pengendalian Transportasi

JAKARTA, BERNAS.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan aturan untuk pengendalian transportasi guna menindaklanjuti kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 yang telah dikeluarkan Pemerintah, berlaku tanggal 6-17 Mei 2021.

"Sesuai arahan dari Bapak Presiden, kita tegas melarang mudik lebaran. Dan kami menghimbau agar bapak ibu yang berkeinginan mudik agar tinggal di rumah saja," ujar Budi saat memberikan keterangan pers usai Sidang Kabinet Paripurna membahas Penanganan Covid-19 Menghadapi Bulan Puasa dan Libur Idul Fitri 1442 H, Rabu (7/4/2021).

Lanjut Budi, guna pengendalian transportasi darat saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Kakorlantas Polri untuk melakukan penyekatan di sejumlah titik.

"Di lebih dari 300 lokasi akan kita lakukan penyekatan. Sehingga kami sarankan agar bapak ibu tidak meneruskan rencananya untuk mudik, tapi tinggal di rumah saja," imbuh Budi.

Budi menyampaikan untuk pengendalian pada transportasi laut, pihaknya hanya akan memberikan fasilitas bagi mereka yang dikecualikan dalam kebijakan larangan mudik Pemerintah. "Maka dari itu untuk layanan transportasi laut hanya diberikan secara terbatas," katanya.

Sementara itu, untuk pengendalian transportasi perkeretaapian, Budi menegaskan, akan mengurangi layanan dan hanya akan mengoperasikan layanan Kereta Api Luar Biasa serta beberapa rute kereta api di kawasan aglomerasi.

Budi menerangkan sejumlah hal dasar terkait kebijakan larangan mudik yang diambil Pemerintah. Saat ini di sejumlah negara tengah mengalami lonjakan kasus covid-19 seperti Amerika Serikat serta beberapa negara di kawasan Eropa dan Asia.

Berdasarkan kejadian pada waktu sebelumnya, setelah ada libur panjang dan mudik terjadi lonjakan kasus aktif. Bahkan pada bulan Januari 2021, setelah libur Natal dan Tahun Baru terjadi lonjakan kasus kematian tenaga kesehatan (nakes) hingga lebih dari 100 orang. (cdr)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru