close

Rumah Kontainer: Sejarah, Desain, Kelebihan, dan Kekurangannya

Rumah Kontainer: Sejarah, Desain, Kelebihan, dan Kekurangannya

Rumah kontainer merupakan salah satu terobosan cemerlang di dunia arsitektur. Tidak hanya istimewa dari struktur bangunannya, jenis rumah ini pun ramah biaya dan ramah lingkungan dibandingkan dengan rumah-rumah konvensional pada umumnya. Bahkan saat membangunnya, Anda tidak perlu menjalankan serangkaian metode konstruksi yang rumit, terlebih yang mengandung risiko bagi lingkungan dan kesehatan.

Cukup dengan dana kurang dari 100-an juta rupiah, Anda sudah dapat memiliki rumah kontainer modern yang luas dalam waktu singkat. Selain digunakan sebagai tempat tinggal, rumah kontainer juga cocok digunakan untuk berbagai macam tempat seperti kios mobil, perpustakaan, motel, maupun lainnya. Karena bersifat mobile, rumah kontainer juga menjadi solusi tepat bagi Anda yang ingin memiliki hunian, tetapi belum memiliki dana untuk membeli lahan.

 

Sejarah Rumah Kontainer

Contoh rumah berbahan peti kemas

Contoh rumah berbahan peti kemas (foto: Pinterest)

Jika Anda mengunjungi pelabuhan mana pun di Amerika, Anda pasti akan menyaksikan deretan kontainer pengiriman yang sudah kosong. Benda-benda semacam itu berjumlah sangat banyak dan berwarna-warni. Hal tersebut disebabkan ketidakseimbangan perdagangan Amerika Serikat yang sedang berlangsung dengan negara-negara seperti Cina. 

Sekitar setengah dari kontainer pengiriman yang memasuki pelabuhan tidak pernah kembali ke tempat asalnya. Itulah sebabnya, wadah kargo baja itu telah memotivasi beberapa orang kreatif untuk membuat inovasi. Salah satunya adalah Peter DeMaria, seorang arsitek California yang inovatif dan telah menghabiskan dekade terakhir untuk mengeksplorasi potensi dari kontainer bekas sebagai bahan bangunan yang cukup terjangkau.

Salah satu arsitek pertama di negara itulah yang menjadikan wadah kargo baja ke dalam desain perumahan. Setelah ia membangun rumahnya sendiri pada tahun 2003, DeMaria mengambil cuti panjang selama setahun dan mulai mencari bahan bangunan alternatif yang dapat menambah nilai pada proyek-proyeknya sambil membantu mengurangi biaya. Kontainer pengiriman menunjukkan potensi yang menarik.

Pada 2006, DeMaria mendapat kesempatan untuk mendirikan rumah peti kemas pertamanya di Pantai Redondo, California. Saat itu DeMaria mendapatkan klien bernama Sven dan Anna Pirkl. Keduanya memiliki visi yang cemerlang dan kreatif, dan kebetulan saat itu mereka menginginkan tempat tinggal yang terbuat dari wadah.

Itulah yang mendorong keduanya berani mempercayakan bujet pembangunan kepada DeMaria, dan seperti yang diharapkan, keduanya senang dengan hasil akhir berupa rumah modern bergaya loteng yang ramah lingkungan dan murah. Selanjutnya, model rumah ini mulai populer di seluruh penjuru dunia.

 

Desain rumah container

Bagi Anda yang penasaran dengan desain rumah kontainer, Anda dapat menyaksikan beberapa ide desain yang menarik, mulai dari yang sederhana hingga yang terkesan elegan. Berikut desain-desainnya:

 

1. Empat belas kontainer (PV14)

Rumah kontainer empat belas

Rumah kontainer empat belas (Foto: Pinterest)

Desain rumah kontainer jenis ini adalah jenis yang paling populer di seluruh dunia. Dibangun dari 14 kontainer besi, desain ini terdiri dari 3 kamar tidur yang dilengkapi kamar mandi pribadi masing-masing. Selain juga tersedia rooftop, terdapat garasi yang cukup untuk ditempati dua mobil.

Dinding metal rumah ini dilapisi lagi dengan bahan lain, sehingga terlihat seperti tidak berbahan dasar kontainer besi.

 

2. Rumah Kontainer dengan Desain untuk Anak Muda

Rumah Kontainer dengan Desain untuk Anak Muda

Desain yang cocok untuk milenial (Foto: Pinterest)

Untuk para milenial yang berniat memiliki rumah sendiri, dapat meniru desain rumah kontainer jenis ini. Desain ini memanfaatkan dua kontainer berukuran sedang dengan penambahan jendela, sehingga menyamarkan bentuk dasar kontainer.

Ukurannya cukup luas untuk dihuni sendiri atau berdua dengan pasangan. Selain itu, harganya lebih murah dibanding rumah siap huni yang kebanyakan ada di pasaran. Sangat direkomendasikan untuk anak muda.

Baca juga: Desain Rumah Kontainer 40 Feet, Hunian Untuk Anda Yang Nomaden

 

3. Rumah kontainer di pinggir sungai

Rumah kontainer di pinggir sungai

Desain khusus di tepi sungai (Foto: Pinterest)

Desain rumah kontainer yang satu ini terdiri dari 6 kontainer besi yang berlokasi tepat di samping sungai. Penambahan pintu kaca dan balkon yang menghadap ke sungai memberikan kesan santai dan nyaman.

Jika Anda berniat membangun rumah seperti ini, pastikan lokasi tepi sungai yang dipilih dapat digunakan untuk membangun rumah.

 

4. Rumah kontainer dua bagian

Rumah kontainer dua bagian

Cocok untuk dihuni satu keluarga (Foto: Pinterest)

Rumah kontainer ini terdiri dari dua bagian yang dibagi dengan halaman di tengah-tengah. Desain rumah ini cocok untuk keluarga yang memiliki anak kecil dan hewan peliharaan.

Bangunan utamanya dibuat dari 6 kontainer, sementara bangunan kedua merupakan campuran dari rumah beton dan kontainer. Jendela yang besar-besar dapat ditemui di hampir setiap sisi kontainer, membuat cahaya masuk ke dalam rumah dengan sempurna.

 

5. Rumah kontainer kayu

Rumah kontainer kayu

Dilapisi dengan kayu (Foto: Pinterest)

Dibangun dari dua kontainer dan material lainnya, rumah kontainer ini memiliki cukup ruang sehingga dapat terdiri dari 2 kamar tidur, dapur, kamar mandi, ruang kerja serta ruang cuci pakaian. Selain terlihat luas, sisi luar rumah ini dilapisi dengan kayu sehingga membuatnya tidak terlihat seperti rumah kontainer.

 

Kelebihan dan kekurangan rumah kontainer

Rumah dengan material peti kemas atau kontainer ini memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri, antara lain:

 

Kelebihan Rumah Kontainer:

1. Dapat Dikustomisasi Sesuai Keinginan

Menggunakan kontainer sebagai bahan bangunan sama halnya seperti seorang seniman yang hendak melukis di atas kanvas. Semua jenis peti kemas sama, perbedaannya terletak pada ukuran, tetapi ide yang dikembangkan dapat beraneka ragam. Tentunya semua hal itu tergantung pada kreativitas sang arsitek. Di Indonesia, peti kemas banyak dimanfaatkan untuk membangun kedai makanan dengan berbagai desain yang unik. Karena kemudahan kustomisasi kontainer inilah banyak kafe yang memilih konsep rumah kontainer. 

2. Go Green

Kontainer bekas biasanya hanya teronggok di tempat penampungan dan dibiarkan berkarat selama bertahun-tahun. Namun, dengan penggunaan kembali untuk tujuan pembuatan rumah, kita telah ikut berpartisipasi dalam gerakan go green. Dengan menggunakan peti kemas bekas, kita telah melakukan daur ulang dan hal tersebut sangat membantu dalam siklus penggunaan besi. 

3. Terjangkau 

Meskipun properti kontainer tidak selalu lebih murah dari pada rumah konvensional pada umumnya, tetapi beberapa orang dapat menghemat bujet mereka. Kuncinya adalah dengan membiarkan peti kemas itu apa adanya, tidak perlu terlalu sering mengubahnya.

4. Kuat

Peti kemas yang dibuat dari besi baja dikhususkan untuk perjalanan jauh melewati lautan luas, logikanya pastilah benda ini sangat kuat. Kemampuan kontainer yang dapat membawa muatan berat dan dapat bertahan lama membuat bahan ini sangat cocok digunakan untuk konstruksi bangunan.

 

Kekurangan rumah kontainer:

1. Efisiensi Energi

Besi merupakan konduktor bagi panas dan dingin, hal tersebut pastinya sudah diketahui oleh perancang bangunan. Peti kemas memiliki celah-celah yang dapat membuat udara masuk. Hal itu akan berdampak buruk apabila musim dingin atau panas tiba. Saat musim dingin, pemanas yang ada di dalam tidak akan bekerja optimal karena celah-celah tersebut. Begitu pula saat menyalakan pendingin ruangan saat musim panas. AC tidak akan berfungsi optimal. Oleh sebab itu, menyekat celah dari luar dan dalam itu sangat penting bagi rumah kontainer.

2. Masalah Kesehatan

Tinggal di dalam kontainer memiliki risiko tersendiri bagi kesehatan. Hal ini disebabkan ketidaktahuan kita terhadap latar belakang peti kemas, entah digunakan untuk apa sebelumnya. Meskipun sudah dibersihkan secara menyeluruh, sisa-sisa bakteri berbahaya bisa jadi masih menempel.

3. Karat

Besi pasti akan berkarat dari waktu ke waktu. Karat tersebut akan menghabisi struktur besi itu sendiri dari tahun ke tahun. Walaupun dapat disiasati dengan pemberian cat anti karat. Namun, kita tetap tidak bisa mencegah proses alami yang terjadi pada besi.

Itulah penjelasan mengenai rumah kontainer. Jika Anda tertarik mencoba mendirikan rumah dengan desain ini, tentunya banyak pertimbangan yang harus diputuskan. Semoga pemaparan di atas dapat membantu. Selamat mencoba!

Baca juga: Super Inspiratif, Desain Rumah Kontainer 20 Feet Terbaru 2021


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan

Sales Course yang Jamin 99 Persen Penjualan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru