close

Ratusan Personel Penyekatan Siap Diterjunkan Dishub DIY

Ratusan Personel Penyekatan Siap Diterjunkan Dishub DIY

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Dinas Perhubungan DIY menyiapkan sebanyak 435 personel yang akan ditugaskan di titik penyekatan, pemantauan dan terminal selama larangan mudik berlaku mulai 6-17 Mei mendatang. Sebanyak 235 orang diantaranya adalah petugas Dinas Perhubungan dari kabupaten dan kota.

“Selama larangan mudik kita all out semua, total semua yang terlibat 435 personel,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional  Dinas Perhubungan DIY, Bagas Senoadji, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga : Begini Perkembangan Aturan Penyekatan Menghalau Pemudik ke DIY 

Ia mengungkapkan, personel akan ditugaskan di pos penyekatan bersama kepolisian seperti Pos Prambanan dan Tempel Sleman; Temon Kulonprogo; Pos Bedoyo dan Hargodumilah Gunungkidul; Piyungan, Sedayu dan Srandakan Bantul; Pos Natapura, Pojok Benteng Timur dan Pos Gejayan Kota Jogja.

Selain di pos penyekatan, petugas juga dikerahkan di pos penghitungan kendaraan yang masuk DIY seperti di Denggung Sleman, Ambarketawang Sleman, Prambanan Sleman, dan perbatasan Gunungkidul-Pracimantoro Imogiri. Selain itu petugas juga diterjunkan di semua terminal di DIY, yakni Terminal Giwangan Jogja, Terminal Jombor Sleman, Terminal Dhaksinarga Wonosari, dan Terminal Wates Kulonprogo.

Berbeda dengan Kepolisian yang melakukan penyekatan dari 6-17 Mei, Dinas Perhubungan akan melakukan sampai 21 Mei. “Kami masih ada pemantauan dan pengendalian arus sampai 21 Mei atau H+7 lebaran,” ujar Bagas.

Pada 18-23 Mei pihaknya juga akan menyiapkan tes antigen gratis dari Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi masih adanya pemudik usai tanggal pemberlakuan mudik dari 6-17 Mei. Dia mensinyalir masih akan ada pemudik yang berusaha mudik di luar tanggal larangan mudik. Karena itu pihaknya menyiapkan tes antigen gratis secara acak untuk menghindari pemudik yang terkena COVID-19.

Lebih lanjut ia mengatakan, DIY diuntungkan karena pemudik yang masuk DIY sudah melewati screening atau penyekatan yang dilakukan oleh petugas dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Tapi untuk mengantisipasi ada yang lolos kami siapkan rapid tes antigen,” ungkap Bagas.

Ia menambahkan, dari hasil rapat terakhir dengan Kementerian Perhubungan, menurut Bagas, tetap ada angkutan umum yang beroperasi selama larangan mudik, namun angkutan tersebut akan ditempeli stiker khusus. Itu untuk mengangkut orang yang dikecualikan atau bukan mudik, seperti kepentingan dinas, kerja, kunjungan orang sakit, kunjungan duka, dan juga orang melahirkan atau persalinan. (den)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Lebih Lengkap

Trending

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan

Upgrade Diri dengan Sertifikasi Praktisi Manajemen Risiko Madya - Diskon Jutaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Investasi yang Menguntungkan di Bogor Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM

Investasi yang Menguntungkan di Bogor - Kavling Jonggol 60 Juta 100 m2 BONUS Pondasi dan SHM


Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun

Rumah Jogja Murah Desain 2 Lantai Diskon 80jt DP 5 Persen Angsuran 20 Tahun


Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Tinggal 1 Rumah Mewah 300 Jutaan di Sedayu Jogja DP 10 Persen - Strategis di Jalur NYIA dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen Strategis di Jalur Bandara NYIA

Rumah Cantik 300 Jutaan DP 10 Persen - Strategis di Jalur Bandara NYIA


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru