Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Surat-Surat Albert Einstein Mengenai Konflik Israel-Palestina

Surat-Surat Albert Einstein Mengenai Konflik Israel-Palestina

BERNAS.ID - Membicarakan konflik Israel-Palestina memang tak pernah ada habisnya. Berdasarkan kronologis pertikaian berkepanjangan tersebut, tercatat beberapa nama tokoh yang turut terlibat.

Ada Theodore Herzl pemimpin zionis pertama yang berhasil merumuskan langkah politik umat yahudi untuk membentuk negara Yahudi. Lalu ada Anwar Sadat yang berhasil menguatkan persahabatan antara Israel-dan Mesir.

Kemudian ada Yasser Arafat tokoh fenomenal yang pernah menjabat sebagai pemimpin Palestine Liberation Organization (PLO) di tahun 1969.

Masih banyak tokoh fenomenal yang namanya tercatat dalam sejarah konflik Israel-Palestina. Akhir-akhir ini mencuat kabar terkait konflik Israel-Palestina  yang juga mencatut nama Fisikawan dunia Albert Einstein.

Tercatat dalam sejarah, Einstein pernah mengirimkan surat terkait konflik tersebut. Surat pertama ia kirimkan kepada seorang direktur eksekutif Direktur Eksekutif American Friends of the Fighters for The Freedom of Israel sebagai penolakan atas ajakannya untuk bergabung ke komunitas tersebut.

Lalu, surat kedua Einstein kirimkan kepada Presiden Israel pertama untuk menyatakan ketidaksetujuannya atas pembentukan negara yahudi.

Baca juga: Jadi Rebutan Israel-Palestina, Ini Situs-situs Penting di Yerusalem

Surat Penolakan

Surat tersebut sempat diunggah oleh akun Twitter Abdul Kadir Jaelani selaku duta besar Indonesia untuk Kanada.

Dalam unggahannya tersebut, ia menyebut bahwa surat tersebut sengaja ditulis oleh Einstein untuk memperingatkan adanya ancaman zionisme.

“Surat Albert Einstein yang memperingatkan ancaman Zionism,” tulisnya lewat akun twitter pada tanggal 19 Mei 2021.

Setelah ditelusuri, surat tersebut dikirim oleh Einstein untuk Shepard Rifkin, seorang direktur eksekutif Direktur Eksekutif American Friends of the Fighters for The Freedom of Israel.

Rifkin meminta Albert Einstein untuk membantu Stern Gang (organisasi Yahudi) mengumpulkan uang Amerika untuk membeli senjata yang nantinya digunakan mengusir orang-orang Arab dan membantu menciptakan negara Yahudi.

Surat tersebut ditulis oleh Einstein pada tanggal 10 April 1948, tepat sehari setelah pembantaian Deir Yassin yang dilakukan Israel terhadap pemukiman di wilayah Palestina.  

Nilai surat tersebut ditaksir mencapai US$15.000  atau setara dengan Rp213 juta.

Isi surat tersebut merupakan jawaban Einstein atas ajakan yang dilakukan oleh Rifikin agar Einstein bersedia bergabung dengan komunitasnya.

Einstein menolak tawaran tersebut. Ilmuwan besar dunia tersebut justru mengatakan bahwa kelompok gerakan Zionis yang ingin mendeklarasikan kemerdekaan negara Israel itu merupakan organisasi teroris.

Di bagian akhir surat tersebut, Einstein juga menjelaskan bahwa dirinya tak ingin melihat siapapun yang berkaitan dengan kelompok organisasi teroris tersebut.

Baca juga: Bagaimana Kitab Suci Menceritakan Bangsa Israel

Surat Einstein untuk Presiden Israel  Pertama

Sebelumnya, Einstein juga pernah mengirimkan surat kepada presiden Israel yang pertama, Chaim Weizmann. Dalam surat tersebut Einstein menyatakan ketidakpercayaan terhadap sikap para pemimpin dunia terhadap negara Yahudi yang baru didirikan itu.

Dalam laman pemberitaan Times of Israel, terkuak  surat tersebut ditulis beberapa minggu oleh Einstein sebelum Israel mendeklarasikan kemerdekaannya di tahun 1948.

Selama beberapa dekade surat berbahasa Jerman tersebut dijaga oleh keturunan Weizmann, sahabat Einstein. Weizmann sudah saling kenal sejak tahun 1921, ketika mereka berpartisipasi bersama dalam misi penggalangan dana yang mendukung pendirian Universitas Ibrani Yerusalem.

Surat tersebut terjual dalam sebuah lelang dengan harga US$90.000 atau Rp 1,2 miliar. 

Seperti yang kita ketahui, Einstein merupakan ilmuwan keturunan Yahudi yang mendukung pembentukan Israel atas mandat Inggris di Palestina.

Namun, ia menentang ide pembentukan negara Yahudi Israel. Secara terang-terangan, Einstein menginginkan agar  Palestina dan Yahudi bisa hidup berdampingan dalam satu negara.

Ia juga sempat ditawari posisi sebagai Presiden Israel kedua ketika Chaim Weizmann wafat di tahun 1952.

Namun, Einstein menolaknya karena ia merasa tak memiliki kemampuan dan pengalaman akan hal tersebut.

 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru