Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Bisnis Susah, Pemerintah Godok Wacana Insentif Pajak, Subsidi Upah

Bisnis Susah, Pemerintah Godok Wacana Insentif Pajak, Subsidi Upah

JAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa pemerintah akan mengerahkan semua daya upaya untuk membantu dunia usaha menghadapi dampak pandemi Covid-19. Akan tetapi, Sri Mulyani berpendapat bahwa pemulihan ekonomi tidak akan berjalan dalam waktu yang bersamaan dan secara seragam. 

"Tidak semua pemulihan terjadi across the board,” kata Sri Mulyani Dalam jumpa pers APBN hari Rabu (21/7). “Kita tentu bisa memahami kalau suara pengusaha akan beragam. Biasanya yang bersuara adalah mereka yang kondisinya tidak mudah. Market belum pulih, demand masih lemah, atau terdampak dari langkah-langkah waktu terjadi kenaikan virus ini." 

Beberapa sektor, menurut Sri Mulyani, akan mengalami peningkatan pendapatan secara pesat seperti sektor farmasi dan kesehatan. Sedangkan sektor-sektor lainnya seperti perhotelan atau transportasi cenderung membutuhkan waktu untuk rebound. 

Baca juga: PPKM Berlanjut, Pengusaha Todong Subsidi ke Pemerintah

Dalam menyikapi hal ini, Sri Mulyani mencoba untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk meringankan beban pelaku usaha, misalnya dengan meluncurkan kebijakan insentif perpajakan. Saat ini, pemerintah juga sedang menyusun rencana pemberian subsidi upah untuk meringankan beban dunia usaha sekaligus membantu pekerja.

"Kami bersama BI, OJK, LPS akan bergerak dan akan meningkatkan respons sambil melihat data. Pemulihan bergerak, stabilitas keuangan terjaga, dan Covid-19 dapat dikendalikan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja menyarankan pemerintah agar memberi subsidi gaji karyawan sebesar 50 persen. Menurutnya, subsidi ini perlu diberikan kepada karyawan pusat perbelanjaan untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga: BPOM Bantah Ivermectin Siap Pakai

"Dengan demikian pekerja akan menerima upah secara utuh, tapi di sisi lain pengusaha pusat perbelanjaan terbantu dengan subsidi tersebut," jelas Alphonzus saat konferensi pers yang digelar daring pada hari Rabu (21/07).

Alphonzus mengatakan pemerintah dapat memberikan subsidi gaji karyawan secara langsung kepada pegawai pusat perbelanjaan. Dalam hal ini, ia mencontohkan untuk memberikan subsidi tersebut melalui BPJS Ketenagakerjaan.

"Subsidi ini tidak perlu diberikan kepada pusat perbelanjaan, tapi bisa langsung diberikan kepada pekerja,” ujarnya. “Misalnya melalui mekanisme BPJS Ketenagakerjaan atau mekanisme lainnya."


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru