Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Pemkot Jogja Terkendala Kepastian Data Riil Warga Penerima Vaksin

Pemkot Jogja Terkendala Kepastian Data Riil Warga Penerima Vaksin

YOGYAKARTA, BERNAS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta siap berkoordinasi dengan sejumlah kabupaten lain di wilayah DIY untuk menyinkronkan data riil masyarakat yang menerima dan belum tervaksin. Pasalnya, Pemkot Yogyakarta masih terkendala dengan kepastian data riil warga setempat yang belum memperoleh vaksinasi dan disinyalir telah divaksin di daerah lain.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkomunikasi dengan sejumlah kepala daerah dan koordinator penyelenggara vaksin di kabupaten lain di DIY. Hal ini untuk memastikan bahwa data antara jumlah masyarakat yang divaksin dan belum divaksin atau memenuhi syarat untuk memperoleh vaksinasi lebih akurat.

Menurut data Satgas Percepatan Vaksinasi Kota Yogyakarta diketahui bahwa, jumlah warga yang telah menjalani vaksin dosis pertama di wilayahnya per 12 September lalu adalah sebanyak 563.156. Dari jumlah itu, 231.469 atau 40,9 persen adalah warga Kota Jogja, 102.772 atau 18,3 persen warga Sleman, 69.002 atau 12,3 persen warga Bantul, 10.888 atau 2 persen dari Kulonprogo, dan 12.903 atau 2,3 persen Gunungkidul serta 136.122 atau 24,2 persen berasal dari luar daerah.

Sementara, untuk jumlah warga yang telah divaksin dosis pertama dari target adalah sebanyak 231.469 atau 66,20 persen dan 118.021 atau 33,80 persen belum divaksin. Kemudian ada pula sebanyak 5.781 atau lima persen dari 118.021 itu yang tidak mau divaksin karena beragam alasan padahal memenuhi syarat untuk memperoleh vaksinasi. Percepatan penyelesaian untuk warga yang belum divaksin itu dilakukan dengan bantuan 18 Puskemas, 13 RS, tiga Klinik, tiga sentra vaksinasi, mobile vaksin dan di kelurahan atau kecamatan.

"Jadi data ini nanti akan kami bagikan ke kabupaten lain, sehingga kepala daerah itu tahu dan kami juga akan minta data yang sama soal berapa warga Jogja yang divaksin di daerah lain, nanti akan disinkronkan. Karena masih 118 ribu yang belum divaksin, itu akan kita cermati lagi orangnya dan juga kenapa tidak mau divaksin. Target pada akhir pekan ini bisa selesai semua," kata Haryadi, Selasa (14/9/2021). 

Haryadi mengakui bahwa pihaknya memang kerap menemui pelbagai kendala termasuk persoalan teknis saat pelaksanaan vaksinasi di lapangan. Beberapa warga kadang kerap memilih jenis vaksin yang digunakan karena cemas terkait dengan gejala selepas vaksinasi. Selain itu, persoalan gender petugas vaksinator kadang juga membuat penerima vaksin enggan atau sungkan untuk divaksin.

"Kendalanya teknis lah, kadang kan ada yang tanya vaksinnya pakai apa, kadang ada yang mau merek vaksin tertentu. Belum lagi lebih banyak wanita yang belum vaksin dari pada pria, karena kan vaksinatornya kadang juga berpengaruh kalau dia petugasnya laki-laki itu ada perempuan yang tidak mau," ujarnya.

Baca juga: Pelaksanaan Vaksin di Kota Jogja, Kecamatan Jetis Terendah

Sekretaris Percepatan Vaksinasi Kota Yogyakarta, Tri Hastono menyebut, pihaknya telah menyiapkan alat khusus yang nantinya akan digunakan untuk mengetahui data warga yang belum divaksin. Alat itu nantinya akan mampu menyadur data sejumlah warga yang belum divaksin dan kemudian bisa dikonfirmasi ulang ke pemerintah kelurahan atau kecamatan.

"Kita sudah menyiapkan alat bantu yang nantinya akan berfungsi sebagai penapis data sekaligus sebagai basis percepatan vaksinasi di wilayah Kota Jogja. Alat bantunya yakni berupa aplikasi yang bisa melihat NIK per RT, nama, alamat, dan keterangan soal domisilinya apakah tinggal di Kota Jogja atau tidak, itu nanti akan digunakan dengan memvalidasi data dari warga yang belum divaksin. Jadi untuk lebih menyempitkan populasi data hingga ke satuan wilayah terkecil dan bisa dikonfirmasi ulang," ungkapnya.

Menurut dia, data yang diperoleh itu nantinya juga akan dicek ulang untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah kelurahan maupun camat. Basis vaksinasi nantinya akan diarahkan agar digelar di area yang berdekatan dengan domisili warga agar lebih mempermudah dan mempercepat proses vaksinasi.

"Kalau memang layak vaksin itu akan didaftarkan. Jadi tahapannya nanti kalau sudah ditetapkan bisa melangsungkan vaksin di tempat yang terdekat dengan basis RT/RW atau kelurahan," tandasnya. (den)


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru