Alexa Certify
close
  • Bernas.id

UMKM di E-Commerce Membuktikan Diri Mampu Bertahan Selama Serangan Covid-19

UMKM di E-Commerce Membuktikan Diri Mampu Bertahan Selama Serangan Covid-19

Bisnis UMKM yang memanfaatkan layanan e-commerce menunjukkan kemampuan untuk bertahan di masa pandemi sambil tetap menghasilkan keuntungan dengan cepat. Walau begitu, dukungan ekonomi dan pelatihan masih tetap dibutuhkan oleh UMKM.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bank Dunia (World Bank) dan Shopee pada Desember 2020 menunjukkan bahwa e-commerce adalah salah satu platform yang membantu UMKM bertahan di masa pandemi. Ada 15.000 lebih UMKM yang disurvei dalam penelitian tersebut. Seluruh UMKM yang disurvei pernah melakukan transaksi sebanyak 30 kali. Pendapatan UMKM yang disurvei di bawah Rp 50 miliar.

Baca Juga: 4 Strategi Digital Marketing bagi UMKM: Murah tapi Butuh Konsistensi

Kekuatan UMKM di E-commerce

Salah satu hasil survei tersebut adalah bahwa UMKM yang menjalankan bisnisnya di e-commerce cenderung jauh lebih tangguh dalam pandemi COVID-19, dibandingkan dengan perusahaan yang sebagian besar menjalankan bisnis offline.

Hampir 80 persen UMKM online yang disurvei tetap membuka usahanya sepanjang tahun 2020 ketika pandemi pertama kali melanda Indonesia pada bulan Maret 2020. Proporsi ini jauh lebih tinggi daripada perusahaan offline.

Selain itu, tidak hanya mengenai ketahanan untuk tetap berdiri. Manfaat lain e-commerce ke bisnis UMKM adalah kemampuan memulihkan bisnis dengan cepat. Hampir semua pedagang yang disurvei menyatakan bahwa di Agustus-September 2020, penjualan mereka mendekati masa sebelum pandemi. Padahal masa Agustus-September 2020, sebagian besar perusahaan yang mengandalkan penjualan offline masih mengalami penurunan lebih dari 20 persen dibandingkan tahun 2019.

Ilustrasi UMKM digital di e-commerce. Sumber: Unsplash

Ilustrasi UMKM digital di e-commerce. Sumber: Unsplash

Baca juga: Cara Daftar UMKM Online Dengan Mudah

Digitalisasi UMKM jadi Kunci Keberhasilan

Perusahaan yang melakukan investasi di bidang digital, termasuk sudah menggunakan, mulai menggunakan, atau meningkatkan penggunaan internet, media sosial, aplikasi khusus, atau platform digital, mengalami pemulihan bisnis lebih cepat.

Beberapa faktor dapat menjelaskan mengapa bisnis UMKM online lebih tangguh, yaitu:
1. Tempat operasi yang sebagian besar mengandalkan aplikasi/teknologi/internet
2. Jumlah pekerja yang digunakan tidak banyak
4. Jangkauan audiens dan konsumen yang bisa mencakup seluruh Indonesia

Fenomena tersebut kemudian diikuti oleh munculnya pedagang-pedagang baru di e-commerce. Para pelaku UMKM baru ini mengandalkan e-commerce sebagai sumber pendapatan tambahan selama pandemi. Faktor tuntutan kebutuhan selama pandemi Covid-19 merupakan alasan penting mengapa muncul pelaku UMKM baru.

Baca juga: 4 Tren Digital Marketing 2022 yang Perlu Diketahui Pelaku UMKM 

Ada beberapa perbedaan antara pelaku UMKM baru yang langsung mengandalkan e-commerce dengan pelaku UMKM konvensional yang cenderung offlie. Pelaku UMKM baru ini didominasi pemuda usia 15-24 tahun yang punya aktivitas utama sebagai pelajar, mahasiswi, dan karyawan perempuan. Bagi UMKM pendatang baru dan UMKM yang sudah bergelut lama di e-commerce, platform jual-beli online ini jadi sumber pendapatan penting bagi kehidupan rumah tangganya.

Keunggulan e-commerce sebagai platform jual beli adalah biayanya yang rendah di mata pedagang saat melakukan adaptasi prefrensi konsumen. Para pelaku UMKM di e-commerce ini bisa melakukan jual beli produk fashion di hari ini dan besok menjual produk kesehatan. 

Dari 15.000 pedagang yang disurvei, 40% mengubah kategori produk yang mereka jual karena adanya perubahan prefrensi konsumen. Sementara 17% meningkatkan jangkauan produk mereka, baik dari jumlah produk atau kecepatan pengiriman.

Pedagang yang lebih fleksibel dan dapat beralih kategori produk dagangan cenderung memiliki penjualan yang lebih kuat. Oleh karenanya, pelaku UMKM ini dapat mengatasi pandemi dengan lebih baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa perubahan produk dagangan itu setelah mengendalikan faktor-faktor seperti ukuran bisnis mereka, pangsa pasar, jumlah penjualan online, dan kategori produk.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah para pelaku UMKM yang bermain di sektor e-commerce ini membutuhkan bantuan dari sektor publik dan swasta untuk mencapai potensi maksimal mereka.

Satu dari lima pedagang digital yang disurvei menerima bantuan pemerintah, sebagian besar dalam bentuk transfer tunai. Bantuan tunai ini membantu pedagang dalam bisnis mereka, konsumsi rumah tangga, dan tabungan. Fakta menariknya, pedagang perempuan lebih cenderung mengalokasikan bantuan tunai untuk tabungan.

Dalam rencana jangka menengah hingga panjang, 23% pelaku UMKM yang disurvei mengatakan bahwa mereka butuh keterampilan digital. Selain itu, para pelaku UMKM ini juga membutuhkan pelatihan tentang penjualan, pemasaran, merk dagang, serta logistik yang lebih murah dan lebih andal. 

 


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Lebih Lengkap

Trending

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market

Melek Literasi Keuangan Pasar Modal melalui Pengenalan Capital Market


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali

Tanah Luas dan Murah cocok untuk Investasi di Dekat Calon Ibukota Kabupaten Bogor Timur Angsuran 12 Kali


Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan

Kavling Jonggol Tanah Kavling dengan Harga Bersahabat di Lokasi yang Menjanjikan


Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI

Investasi Tanah 70an Juta dengan Prospek Terbaik di Kavling Jonggol - Angsuran 12 Kali BONUS PONDASI


Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan

Investasi Tanah Murah Strategis di Bogor Timur 50 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru