Alexa Certify
close
  • Bernas.id

Film Cleansing Kalijodo, Cerita tentang Krishna Murti yang Berhasil Buru Daeng Aziz

Film Cleansing Kalijodo,  Cerita tentang Krishna Murti yang Berhasil Buru Daeng Aziz

HarianBernas.com - Saluran televisi berbayar Crime + Investigation sebentar lagi akan menayangkan sebuah kisah Kapolsek Penjaringan Krishna Murti ketika beberapa waktu yang lalu melakukan penertiban di Kalijodo, Jakarta Utara pada tahun 2002 yang lalu.

Tayangan itu memang menjadi bagian dari serial Crime + Investigation: Indonesia episode Cleansing Kalijodo serta diagendakan akan tayang pada tanggal 30 Juli 2016 pada pukul 19.05 WIB.

Senior Vice President, Programming dan Production A+E Networks Asia mengungkapkan jika saluran Crime + Investigation merupakan hiburan faktual berbahasa Inggris untuk usia 15 tahun ke atas. Untuk itu, Indonesia dianggap cukup spesial dan beberapa kisah nyata tentang beberapa kasus kriminal terkenal yang mengguncang Indonesia dan Papua New Guinea.

“Kami akan menyajikan empat tayangan orisinil Crime + Investigation Asia Spesial dengan serial terbaru dari sebuah investigasi panjang,” ucap Vice President, Jumat (23/7/16).

Menurut Khrisna, tayangan ini akan dapat membangun rasa bangga pada polisi di Tanah Air.

“Polisi di Indonesia sama seperti halnya polisi-polisi internasional. Kemampuan kami sama baiknya dengan mereka,” tambah Kombes Krishna.

“Film ini juga menunjukkan kemampuan dari polisi Indonesia sehingga polisi Indonesia harus bisa merasa bangga,” tambah laki-laki yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepala Daerah Lampung yang menggantikan Kombes Bonifasius Tampoi, Sabtu (23/7/16).

Baca juga Rotasi Pejabat Polri, Kombes Krisnha Murti Naik Pangkat

Untuk dapat memproduksi film ini, produser Myrna Paramita mengaku sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian sebelum akhirnya melakukan riset dan observasi langsung di kawasan Kalijodo sejak tahun 2015.

Myrna ikut menjelaskan alasan kenapa pihaknya tertarik untuk bisa menggarap kisah reka ulang polisi yang saat ini tengah memburu pentolan Kalijodo, yaitu Abdul Azis alias Daeng Azis.

“Selama ini kan tahunya polisi itu ada di pinggir jalan. Stigma yang sama seperti orang kebanyakan. Sebenarnya mau lihat polisi Indonesia melakukan apa saja sih selain melakukan hal-hal seperti itu? Apa saja yang dikerjakannya? Makanya saya akan merisetnya,” kata Myrna.

Pastinya film Cleansing Kalijodo adalah satu dari empat episode yang akan ditayangkan di saluran berbayar tersebut. Tiga film yang lainnya ialah Drug Runner Lover, The Mafia Manager, dan juga The Cult of The Black Jesus.

“Keempat tayangan ini menampilkan reka ulang yang dramatis dan juga wawancara kehidupan nyata guna membawa penonton lebih dekat dengan penyelidikan kejahatan,” jelasnya.

“Bulan berikutnya akan ditayangkan untuk episode kedua yaitu “Drug Runner Lover” pada tanggal 27 Agustus 2016 dimana polisi sukses menangkap Morris si penyelundup narkoba dari Afrika,” paparnya.

Episode ketiga, “The Mafia Manager” yang akan ditayangkan pada tanggal 24 September 2016 dibintangi oleh Samuel Rizal. Dia rencananya akan mengusut kasus penipuan besar via sambungan telepon internasional yang bekerja sama dengan polisi Taiwan dan Tiongkok.

“Episode keempat datang dari Papua New Guinea dengan tajuk “The Cult of The Black Jesus” tentang seorang pemimpin sekte terkenal yang didakwa bisa melakukan kanibalisme dan juga pengorbanan manusia,” tegasnya.

Sedangkan untuk film “Cleansing Kalijodo” itu mengisahkan tentang sosok Krishna Murti yang diperankan oleh aktor ternama Ario Bayu, yang pada saat itu menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan dan harus menertibkan kerusuhan di kawasan kumuh yang dikendalikan oleh Abdul Aziz atau dikenal juga dengan nama Daeng Aziz yang dimainkan oleh Fauzi Baadila. Selain itu ada juga aktor kenamaan yang ikut meramaikan film ini yakni Dony Alamsyah dan Samuel Rizal.

Penertiban itu terjadi juga pada saat saudara dari sang pentolan Kalijodo itu dibunuh sehingga menimbulkan kerusuhan yang menyeramkan.

Krishna Murti menyampaikan ini merupakan sebuah kemajuan besar bagi Kepolisian Republik Indonesia dimana masyarakat dapat mengetahui bagaimana polisi menjaga perdamaian di negara kita ini.

“Polisi Indonesia tak kalah dengan polisi negara manapun, mereka hanya lebih butuh dukungan dan pengakuan dari masyarakat bahwa kepolisian bekerja dengan keras. Hal ini tentu dapat menambah semangat kami bekerja untuk membasmi kasus kejahatan lainnya,” beber Krishna.

Krishna pun menerangkan jika tayangan tersebut diharapkan bisa memberikan semangat positif untuk kepolisian dari masyarakat agar mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh kepolisian dan menambah kepercayaan masyarakat akan polisi Indonesia.


Berita Terkait

Rekomendasi Untuk Anda

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Lebih Lengkap

Trending

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan

Pentingnya Sertifikasi Manajer Sumber Daya Manusia MSDM dan Fungsinya dalam Perusahaan


Lebih Lengkap

Bernas TV

Rekomendasi Produk

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja

Rumah Minimalis Mewah Diskon 20 Juta di Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jogja


Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali

Investasi Tanah Terbaik di Jonggol Rp 60 Juta Bisa Diangsur 12 Kali


Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi

Tanah Kavling 100 m2 Murah di Bogor Hanya 60 Juta Gratis Pondasi


Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan

Rumah di Jogja Murah Angsuran Cukup 1 Jutaan


Lihat Lebih Banyak
keyboard_arrow_up

Buka Link Pada Tab Baru