Berita Nasional Terpercaya

19 Tahun Jadi Office Boy, Kini Ia Jadi Vice Presiden Bank Terkenal

0

JAKARTA, HarianBernas.com – 

Percayakah kamu bahwa sosok office boy bisa menjadi Vice President? Tentu di luar dugaan. Houtman Zainal Arifin, sosok pria yang dilahirkan pada tanggal 27 Juli 1950 di Kota Kediri, Jawa Timur ini memiliki pengalaman hidup yang amat inspiratif patut untuk disimak. Awalnya ia hanya seorang office boy kini ia memegang jabatan nomor satu sebagai seorang Vice President Citibank.

Gimana perjuangan sosok Houtman?

Kisah hidupnya dimulai ketika lulus dari SMA, Hotman merantau ke Jakarta dan tinggal di daerah Kampung Bali dari tahun 1951-1974, Houtman membawa mimpi di Jakarta untuk hidup berkecukupan dan menjadi orang sukses di Ibukota. Namun apa daya, di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta. Pekerjaan tidak mudah diperoleh.

Baca juga: Sikap Terpuji Nabi Idris, Sosok yang Cerdas dan Kreatif pada Zamannya

Houtman mencoba melamar di berbagai perusahaan, termasuk ke Citibank. Selang berapa hari kemudian tiba-tiba datang surat yang menyatakan bila ia diterima menjadi OB di sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia. Dengan perasaan sangat senang, Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang Office Boy. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, wc, ruang kerja dan ruangan lainnya.

Apa yang dilakukannya ketika jadi OB Citibank? Ia melihat training. Karena jabatan yang hanya OB, ia tentu tidak dianggap. Bahasa Inggris pun cuma sekedar yes-no. Tapi berprinsip, “Saya harus berbuat. Saya harus pintar.” Setiap hari selama training itu, ia ada di depan pintu dan mencatat semuanya.

 Suatu ketika Houtman tertegun melihat mesin fotokopi. Ia memang penasaran dan senang dengan cara kerja nya. Ia pun mendatangi bagian fotokopi di Citibank dan ngobrol dengan petugasnya. Lain harinya petugas mesin foto kopi itu sedang berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya, sejak itu pula Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai Tukang Foto Kopi.

Berapa lama ia jadi tukang fotokopi? tukang foto kopi merupakan sebuah prestasi bagi Houtman, tetapi Houtman tidak cepat berpuas diri. Disela-sela kesibukannya Houtman terus menambah pengetahuan dan minat akan bidang lain. Houtman tertegun melihat salah seorang staf memiliki setumpuk pekerjaan di mejanya. Houtman pun menawarkan bantuan kepada staf tersebut hingga membuat sang staf tertegun. “bener nih lo mo mau bantuin gua??” begitu Houtman mengenang ucapan sang staff dulu. “iya bener saya mau bantu, sekalian nambah ilmu” begitu Houtman menjawab.

Houtman terbilang cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Ringan tangan adalah julukannya. Para staff dan pegawai lain pun tidak segan untuk berbagi dan sharing ilmu bersama dengannya. Sampai suatu saat, pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya, padahal Houtman hanyalah lulusan SMA.

Uniknya, ia tidak pernah lama dalam memegang suatu jabatan, sama seperti ketika menjadi OB yang haus akan ilmu baru. Houtman selalu mencoba tantangan dan pekerjaan baru. Sehingga karir Houtman melesat bak panah meninggalkan rekan sesama OB bahkan staff yang mengajarinya tentang istilah bank. Sekitar 19 tahun kemudian sejak Houtman jadi OB, ia mencapai jabatan tertingginya yaitu Vice President. Sebuah jabatan puncak Citibank di Indonesia. Jabatan tertinggi Citibank sendiri berada di USA yaitu Presiden Director yang tidak mungkin dijabat oleh orang Indonesia.

Houtman telah tiada. Ia telah menghadap sang pencipta tahun 2012 silam. Namun, niat untuk terus belajar, dan sikap untuk membantu sesame yang dimilikinya, telah menghantarkan Hountman ke tangga kesuksesan.

Baca juga: Inilah 99 Asmaul Husna Beserta Artinya Bahasa Indonesia Lengkap

Leave A Reply

Your email address will not be published.