Berita Nasional Terpercaya

Meski Duduk di Kursi Roda, Pria Ini Sukses Menjadi Internet Marketer dengan Keuntungan Ratusan Juta

0

JAKARTA, HarianBernas.com –  “Ahh.. aku capek..aku lelah”

“Ngapain aku  harus bekerja keras seperti itu”

“Lebih baik aku tidur”

Apa kamu pernah mengeluh? Mengeluh dalam hal apa?

Mungkin ada baiknya anda membaca kisah inspiratif tentang seseorang yang harus duduk di kursi roda karena penyakit langka yang dideritanya. Namun, kini ia berhasil meraup omset ratusan juta berkat kemahirannya dalam ber-internet marketing. Bagaimana kisahnya?

Kesehatan dan fisik yang sempurna adalah kenikmatan yang seringkali kita lupakan. Lantas kita mencari–cari alasan lain untuk bisa dikeluhkan. Tapi tidak dengan orang yang satu ini.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Ia  adalah Habibie Afsyah, lahir pada tanggal 06 Januari 1988, di Jakarta. Ia adalah seorang yang sukses menjalankan bisnis internet marketing. Ia bukanlah seorang dengan fisik normal yang bisa berjalan dan bergerak sesuka hati seperti kita. Ia harus duduk di kursi roda, karena suatu penyakit yang dideritanya. Pada usia 8 bulan dia tidak seperti anak–anak seumurannya yang sudah bisa merangkak. Dari situ timbul kecurigaan apakah ia memiliki kelainan atau tidak. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ia terkena penyakit muscular dystrophy yang membuat tubuhnya kian mengecil dan nyaris lumpuh. Penyakit tersebut merupakan penyakit langka yang belum ada obatnya.

Setelah mengetahui tentang penyakitnya, sang ibu tidak lagi berupaya untuk membuatnya berjalan. Tapi ia berpikir untuk mengelola kemampuan anaknya yang lain. Awalnya Habibie hendak disekolahkan di SLB. Namun, dokter menyarankan agar Habibie disekolahkan di sekolah biasa saja. Karena dari hasil tes, ternyata anak ini memiliki IQ yang cukup tinggi. Habibie pun bisa menyelesaikan SMA di sekolah formal.

Setelah lulus SMA awalnya ia hendak didaftarkan ke perguruan tinggi. Namun sang ibu berpikir bahwa jika ia lulus nanti akan sulit diterima di perusahaan untuk bekerja. Akhirnya dia masuk ke dunia bisnis online yaitu internet marketing. 

Ia giat mengikuti seminar–seminar dan kursus internet marketing. Banyak rintangan yang dihadapinya dalam proses belajar tersebut, tapi anda tahu? Meskipun ia tak pernah patah arang. Ia pun menghabiskan waktu berjam–jam di depan komputer untuk belajar internet marketing.

Bagaimana awal mulanya ia terjun dalam dunia internet marketing?

Awal mula ia berkecimpung di dunia bisnis online adalah menjadi affilate di situs amazon.com. Sebuah situs jual beli online terbesar di dunia. Produk pertama yang berhasil ia jual adalah 1 unit PS 3 dengan komisi 24 dollar. Dan pada bulan juli 2007 dia menerima cek pertama dari amazon.com sebesar USD 120,69 dan kemudian disusul cek kedua sebesar USD 287 pada bulan Oktober 2007. Serta cek ketiga sebesar USD 369 pada bulan November 2007 dan puncaknya menerima cek USD 2.169 pada Februari 2008.

Pada tahun 2008 ia memiliki target akan mendapatkan USD 1000 dalam 1 bulan, tetapi itu gagal karena amazon terkena dampak merosotnya perekonomian global. Setelah itu ia mencoba mengembangkan internet marketing di dalam negeri dengan menjual mobil, ponsel, dan membuat forum untuk mempertemukan penjual dan pembeli. Ia juga menjual e-book cara berbisnis di amazon dan mendapat uang hingga 100 juta rupiah.

Dari April 2007 hingga Juli 20011 ia berhasil mendapatkan USD 14.714. Ia juga mendapatkan USD 13.530 di tahun 2011 dari google adsense. Lihatlah, segala macam keterbatasan tak membuatnya patah semangat. Dengan dukungan penuh dari ibunya, ia mencoba meraih sukses.

Hanya duduk di kursi roda setiap hari di depan monitor, ia bekerja sebagai internet marketer. Penghasilannya mencapai ribuan dolar per bulannya, melebihi penghasilan orang normal sekalipun pada umumnya. Saat ini ia sering memberi inspirasi di seminar–seminar. Selain itu ia juga mendirikan yayasan Habibie Afsyah untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Habibie mengajarkan bahwa untuk meraih sukses, kita harus fokus pada apa yang bisa kita lakukan. Bukan pada keterbatasan yang kita punya.

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.