Berita Nasional Terpercaya

Berawal dari Pengamen, Hingga Penyanyi Cilik Terkenal

0

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang. 
dulu ditendang sekarang ku disayang.
Dulu dulu dulu ku menderita .
Sekarang aku bahagia.

SUBANG,HarianBernas.com – Masih ingatkah kalian dengan penggalan lirik diatas? Beberapa waktu lalu lagu ?Aku Yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang? memang sangat mencuri perhatian khalayak ramai, tak hanya lagunya yang enak didengar namun dibalik itu semua, seorang penyanyi cilik turut hadir menyumbang suaranya di blantika musik Indonesia. Siapakah anak laki-laki itu? Dan bagaimana kisahnya sebelum ia menginjakkan kaki di panggung hiburan?

Anak dengan suara emas ini bernama Tegar Septian. Orang tuanya memberi nama ini dengan harapan agar anaknya nanti tegar dalam menghadapi kehidupan. Lahir pada tanggal 19 September 2001 dalam keadaan keluarga yang memperihatinkan. Tegar dibesarkan di jalanan. Debu, asap kendaraan dan teriknya matahari sudah menjadi konsumsi sehari-sehari. Kadang ia harus mencari tempat berteduh dari guyuran hujan. Orang tuanya hanyalah seorang pengamen. Hal ini membuat Tegar tidak meminta banyak hal pada orang tuanya.

Tegar kecil hidup dibawah jerat kemiskinan, gizi yang cukup tak pernah diperolehnya. Sejak usianya 1 bulan ia sudah diperkenalkan dengan kerasnya jalanan kota. Ia hanya bisa merasakan bagaimana rasanya duduk di ruang kelas, selama 2 tahun. Hidup dalam pengharapan, mengais receh demi receh yang mungkin bagi sebagian orang hanyalah sebuah logam tak berarti. Hidup di jalanan juga telah membentuk tabiat buruk seorang Tegar, ia menjadi nakal, merokok dan nge-lem (mabuk dengan mencium aroma lem).

Hidup memang mengajarkan kita untuk tidak hanya hidup. Kita harus bisa memahami dinamikanya. Tanpa ia sadari, ia mulai memutar roda kehidupan. Dengan mengamen, Tegar telah mengasah bakat bernyanyi. Roda kehidupan Tegar, perlahan-lahan mulai ke atas. Hal ini ditandai dengan ia menjadi Juara di sebuah ajang bernyanyi. Ia meraih Juara III di daerah Subang, berlanjut di tingkat yang lebih tinggi dengan menjadi Juara III di Solo. Tegar tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu tingkat nasional, karena hanya Juara I dan II saja yang bisa maju ke tingkat nasional. Namun takdir berkata lain. Tatkala panitia mengadakan penjurian secara online, video Tegar yang diunggah ke YouTube oleh seseorang, berhasil memikat hati orang banyak. Dan tidak sedikit pula, yang memilih penyanyi cilik bersuara emas ini. Hal ini membuat Tegar berhasil masuk ke tahap nasional, dan berhasil meraih Juara I.

Nasib baik datang menghampirinya ketika salah seorang panitia dari wilayah Subang, Alfas Hermansyah, yang melihat bakat terpendam Tegar, dengan sangat bermurah hati ingin membantu Tegar dengan memberikan pengajaran dan pendidikan. Selama 3 bulan Tegar dididik dan dilatih di rumahnya, kebiasan-kebiasan buruk yang didapatnya dari jalanan telah ia tinggalkan, Tegar telah banyak berubah menjadi lebih baik. Dibawah naungan manajemen Alfas Hermansyah dan Wawan Juniarso, karir Tegar semakin bersinar. Hal ini telah mengubah hidup Tegar dan keluarganya menjadi lebih baik. Sekarang ia dapat merasakan makan setiap hari dan mengenakan pakaian yang layak. Tegar yang sekarang memang bukan Tegar yang dahulu lagi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.