Berita Nasional Terpercaya

Penemu Senjata Mesin Ini Merasa Bahwa Bukan Salahnya Temuannya Dipakai Di Daerah Konflik, Lalu Salah Siapa?

0

RUSIA, HarianBernas.com— Siapa sih yang tidak ingin kaya? Tapi, bagaimana jika anda sudah bekerja keras untuk mengejar hal tersebut, namun tidak mendapatkannya? Kesal? Tapi, apakah dengan anda kesal, uang akan datang dengan sendirinya? Tentu tidak bukan?

Lahir di desa Kurya, Uni Soviet pada 10 November 1919, berasal dari keluarga miskin, lelaki ini diberi nama Mikhail Kalashnikov. Ketika usianya 19 tahun, seharusnya ia bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Namun, Kalashnikov memilih untuk ikut bergabung dalam Reimen Tank. Ia memilih untuk mengikuti wajib militer. Dan tanpa sepengetahuannya, disinilah karirnya dimulai.

Dalam peperangan, ia mengalami cidera yang parah sehingga harus dirawat di rumah sakit. Idenya muncul pertama kali saat itu. Ia ingin menciptakan senapan submesin. Hal ini mengundang perhatian dari berbagai kalangan dan perusahaan. Sudah ada senapan sebelum ia memikirkan hal ini. Namun, senapan terdahulu dirasa memiliki beban yang cukup berat. Tak lama setelah itu, diadakan kompetisi desain senapan baru. Kalashnikov mengajukan diri untuk menjadi peserta dalam kompetisi itu.

Berbagai usaha dilakukannya untuk mewujudkan idenya. Berbagai kombinasi juga dilakukannya. Barang pertama yang berhasil ia ciptakan adalah peluru pendek dengan ukuran 6,62×39 mm. Di tahun 1947, ia berhasil membuat barang yang kedua, yang selanjutnya diberi nama AK-47 (Avtomat Kalashnikova model 1947). Senjata ini digunakan tentara merah soviet dalam berperang.

Senjata ini sangat populer. Bahkan, dulu sempat ada produksi massal alias produksi besar-besaran. Bila anda memikirkan bahwa Kalashnikov kaya, maka pikiran anda keliru. Ia tidak pernah mendapat uang dari penemuannya. Walaupun begitu, ia tetap kerja keras. Senjata ini sudah digunakan di berbagai negara, bahkan dalam hal negatif sekalipun, seperti bandit dan pencurian. “Tujuan saya menciptakan senjata AK-47 adalah untuk membela tanah air saya. Bukan salah saya jika Kalashnikov menjadi terkenal di dunia dan digunakan di daerah konflik. Yang harus disalahkan adalah kebijakan negara-negara tersebut bukan perancang senjatanya.” Ungkapnya

 Sudahkah anda bekerja keras hari ini?

Leave A Reply

Your email address will not be published.