Berita Nasional Terpercaya

Mendidik Anak Untuk Tidak Menjadi Pelaku Kekerasan, Dilakukan Pei Dengan Cara Ini

0

JAKARTA, HarianBernas.com— Melihat banyaknya kekerasan yang diterima anak-anak, apa yang terlintas di benak anda? Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut? Bisnis Sosial? Apakah bisa mengatasi masalah tersebut dengan membangun sebuah Bisnis Sosial?

Kekerasan pada anak-anak sudah sering terdengar di siaran berita televisi. Phaerly Mavieck Rusadi Ratulangi atau yang lebih akrab dipanggil Pei adalah salah seorang yang menunjukkan kepedulian anak melalui bisnis sosial. Pei memiliki kantor produksi untuk bisnis distronya, yaitu clothing United Moron, Distribute dan Parental Advisory Baby Clothing.

Distro-distro tersebut adalah distro untuk anak-anak. Pei adalah korban dari kekerasan terhadap anak. Sikap kasar kerap kali diterima Pei dari ayahnya mulai dari tamparan hingga pukulan-pukulan kepalan tangan yang bersarang ke wajahnya. ?Apabila sepulang sekolah saya tidak mengangkat telepon lebih dari dua kali deringan, maka saya pasti disiksa oleh ayah saya?, ucap Pei yang mengenang masa lalunya. Bahkan saat ini ia masih menyimpan dendam terhadap ayahnya.

Namun, Pei mendapatkan pelajaran berharga dari sang ayah. ?Dengan perlakuan kasar ayah, saat ini saya bisa sukses. Akan saya buktikan jika tanpa kekerasan pun, masa depan anak-anak pasti bakal lebih sukses daripada saya.”  Dari pengalaman tersebut, pada tahun 2006 Pei mengampanyekan hubungan orang tua kepada anak yang diberi nama ?Never Grow Up Champagne?. Disini, Pei mengajak orang tua untuk tetap memiliki jiwa kekanak-kanakan atau dengan sebutan stay young. ?

“Masalah yang paling mendasar antara orang tua dan anak-anak adalah komunikasi?, seru Pei yang mencoba memberitahu kepada para orang tua mengenai komunikasi dengan anak. Dalam kampanye ini, ia menitikberatkan kepada orang tua atau orang dewasa untuk bermain bersama anak-anak, meluangkan waktunya demi kesenangan anak-anak.

Kampanye bermain bagi anak-anak yang dibentuknya tidak lengkap tanpa ada fasilitas bermain. Pei akhirnya membuat sebuah taman bermain yang ia namai Neverlands sebagai hasil dari kampanyenya tersebut. Di Neverlands, tidak hanya skateboard yang menjadi arena bermain melainkan komputer, kamera, sepeda serta alat-alat sablon pun disediakan oleh Pei. Ia senang melihat anak-anak tumbuh dengan minat dan bakat yang dimilikinya.

Selain menyediakan tempat bermain, Pei memantau langsung perkembangan anak-anak di Neverlands. Selain kebaikannya membuka lahan bermain untuk anak-anak, Pei memberlakukan tiga aturan utama yang harus dijalani oleh setiap anak. Tiga aturan utama yang dibuat Pei adalah jaga kebersihan, jaga antrean, dan jangan bicara anjing.

Bagi anak-anak yang melanggar peraturan tersebut akan diberikan sanksi oleh Pei. Mengubah kebudayaan yang telah mengakar sangatlah sulit namun tidak demikian dengan Pei. Dengan peraturan jangan bicara anjing ia mencoba menghilangkan budaya kasar tersebut.

?Untuk mengubah suatu budaya salah satu caranya dengan membuat budaya yang baru?. Pei merasa terpanggil untuk menampung anak-anak dalam mengembangkan bakat serta menjaga eksistensi komunikasi antara orang tua dan anak.

Berawal dari sosial, namun pada akhirnya juga memberikan keuntungan bagi bisnis. Mengatasi kekerasan pada anak memanglah penting namun mendidik anak-anak supaya tidak menjadi pelaku kekerasan pada anak adalah hal yang lebih penting. Mengatasi kekerasan pada anak tidak hanya dilakukan dengan mengadili pelakunya, namun juga mencegah anak-anak tumbuh menjadi pelaku kekerasan anak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.